
Penjelasan Brandon tentu saja bukan hanya membuat Alceena marah. Tapi amarah Dariush pun ikut naik seketika.
"Itu namanya kau—" Alceena bahkan sampai tak jadi menyelesaikan ucapannya karena sudah dipotong oleh Dariush.
"Lelaki yang mementingkan dirimu sendiri! Kau orang yang tak gentleman karena berani berbuat tapi tak mau menanggung resikonya, justru menumbalkan orang lain demi menutupi kebusukanmu!" cerocos Dariush. Sebagai seorang kaum berbatang panjang, dia bisa menilai bagaimana sifat Brandon yang memang tak pantas untuk Alceena.
Alceena menganggukkan kepalanya. "Aku setuju, memang pantas jika ku sebut pecundang!"
"Oh, satu lagi. Terima kasih karena kau memilih melepaskan Alceena. Jadi, aku bisa memilikinya. Memang dia hanya pantas bersanding denganku," tutur Dariush seraya melabuhkan kecupan di pelipis wanita yang masih berada di dalam rangkulannya.
"Oke, sepertinya masalah kita sudah selesai. Aku akan pergi jika tak ada yang dibicarakan lagi." Brandon menumpukan telapak kanan untuk bangkit. Dia ingin segera mengobati luka dan merebahkan tubuh karena sudah sangat lelah dan perih.
"Kau boleh keluar, tapi setelah aku meninggalkan restoran ini," balas Alceena. Dia mengajak Dariush untuk berdiri dari tempat duduk.
"Hm, kalian keluarlah terlebih dahulu." Brandon berusaha keras untuk berdiri dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya. Pria itu sampai sedikit membungkuk karena perut pun sempat mendapatkan salam dari alas kaki Dariush. Dia tak mau membantah ucapan Alceena maupun anak Tuan Dominique karena tak ingin mendapatkan serangan lagi.
"Memang seharusnya seperti itu," sahut Dariush seraya mengayunkan kaki seirama dengan Alceena. Tangannya melingkar di pinggul sang wanita.
__ADS_1
Dariush dan Alceena berjalan dengan sangat angkuh. Melewati Brandon begitu saja. Namun, saat kaki baru satu langkah keluar dari pintu, anak kedua Tuan Pattinson sudah berhenti. Tentu saja hal itu membuat sang pria ikut melakukan hal yang sama.
"Kenapa?" tanya Dariush.
"Aku ingin menamparnya dengan dangat keras," pinta Alceena. Rasanya masih belum puas dengan Brandon yang babak belur, hal itu tak seberapa menyakitian dari fitnah yang sudah tega disebar luaskan oleh si pecundang.
"Tunggu di sini." Dariush melepaskan rangkulannya, memutar tubuh sebesar seratus delapan puluh derajat untuk masuk lagi ke dalam ruang VIP tiga.
Tapi, kebetulan sekali berpapasan dengan Brandon yang hendak keluar.
Plak!
Brandon belum siap mendapatkan serangan, kepalanya sampai menenggok ke samping karena terlalu keras mendapatkan salam dari telapak tangan Dariush. “Kenapa kau memukulku lagi?”
“Karena kau pantas mendapatkan itu!” Alceena yang menjawab. Dia ikut menyaksikan semua yang dilakukan oleh Dariush.
“Apa kau tak memiliki hati atau belas kasian padaku? Wajahku bahkan sudah babak belur, masih saja ingin menyakitiku,” tanya Brandon seraya mengelus pipi yang terasa panas.
__ADS_1
Alceena menaikkan sebelah alis, dan menyunggingkan senyum sinis. “Apa kau tak memiliki hati? Aku tak pernah melakukan hal buruk padamu, tapi kenapa kau tega memfitnahku?” Dia balas menyindir dengan hal yang bermakna serupa.
“Sudahlah, lebih baik kita pergi. Semakin lama kau berhadapan dengan si pecundang ini, bisa-bisa emosimu tak hilang,” ajak Dariush yang merasa harus segera membawa Alceena jauh dari Brandon. Dia segera merangkul sang wanita lagi untuk diajak mengayunkan kaki.
“Wait.” Alceena mencegah supaya tak jadi melangkah. “Ada pertanyaan yang terlupakan.” Dia membalikkan tubuh lagi.
“Apa?” tanya Brandon dengan suara yang terdengar malas.
“Jadi, sekarang kau seorang pecandu ekstasi?”
Pertanyaan itu hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Brandon.
Alceena sampai bergeleng, karena Brandon yang sekarang tidak seperti orang yang dahulu dia kenal.
...*****...
...Kalo yang difitnah si Felly, kayanya bakalan legowo aja dia wkwkwk berhubung ini Ceena, jadinya si Brandon babak belur dan kaga dikasih ampun. Soalnya Alceena bukan titisan Cinderella, tapi Maleficent hahahaha...
__ADS_1
...Yang gatau Maleficent, tonton dulu filmnya gih. Tapi fantasi, bukan romance ala-ala 365 atau fifty shades atau american pie dan sejenisnya...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...