
Alceena, Cathleen, Madhiaz, Aldrich, dan Selena sudah sampai di Munich. Tak ada yang curiga sama sekali dengan perubahan pada Selena karena dua keturunan anggota keluarga Pattinson sedang fokus untuk menjaga dan memperhatikan Alceena yang sedang hamil muda.
Mereka langsung menuju ke hotel bintang lima milik Brandon Brooks yang memang sengaja disiapkan untuk seluruh undangan selama satu minggu ke depan. Semua sudah mendapatkan kunci masing-masing.
“Aku langsung ke kamar dulu,” pamit Selena. Dan dijawab anggukan oleh tiga anak kembar Pattinson.
“Aku juga.” Aldrich pun mengikuti Selena.
Kini tinggallah Alceena beserta dua kembarannya.
“Kau tak mau satu kamar saja denganku? Agar mudah aku merawatmu jika membutuhkan sesuatu.” Cathleen menawarkan diri sebelum mereka menuju kamar masing-masing.
Alceena menggelengkan kepala. “Tidak, aku lebih nyaman sendiri,” tolaknya.
“Yasudah, lebih baik kita segera istirahat. Nanti malam ada dinner party,” ajak Madhiaz. Dia segera menggandeng kembarannya, pria itu yang selalu menyediakan tompangan untuk Alceena saat wanita itu lemas akibat hamil muda.
Ketiga orang tersebut pun mengayunkan kaki menuju lift secara bersamaan. Namun, tiba-tiba ada suara yang memanggil salah satunya.
“Alceena?” Suara yang sangat mereka kenal. Brandon Brooks yang memanggil.
__ADS_1
Alceena menghentikan langkah kaki dan menatap orang yang berdiri dan menghalangi jalannya.
Tak ada raut senang sedikit pun saat Alceena melihat mantan calon suaminya. “Apa?” Dia justru membalas sapaan dengan nada ketus.
“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Brandon.
“Tidak! Untuk apa lagi kau mengajak bicara Alceena?” Justru Madhiaz dan Cathleen yang menjawab secara bersamaan. Mereka lebih tak terima dibandingkan Alceena.
Tangan Alceena mengelus lengan kedua kembarannya. “Sudah, dia hanya ingin mengajakku bicara. Kalian ke kamar saja dulu, aku bisa sendiri.”
“Tapi—” Cathleen hendak mengajukan protes.
Namun, Alceena sudah memberikan isyarat agar meninggalkannya berdua dengan Brandon. Dia harus memperlihatkan jika hidupnya baik-baik saja. Jika menghindar saat bertemu mantan, justru terkesan masih belum bisa berdamai dengan masa lalu.
“Dia sedang hamil, jadi jangan macam-macam,” imbuh Cathleen dengan sinis dan sengaja menekankan kata hamil hingga terdengar sangat jelas.
Madhiaz dan Cathleen berjalan menuju kamar mereka. Sedangkan Brandon dan Alceena duduk berhadapan di lounge yang ada di dekat lobby hotel.
Brandon menatap Alceena seolah tak percaya dengan kabar yang baru saja didengar. “Kau hamil?” Dia memastikan sekali lagi.
__ADS_1
“Ya.” Alceena menjawab seadanya.
“Dengan siapa?”
Alceena mengediikan bahu. “Bukan urusanmu, yang terpenting rumor itu tak benar.” Dia menyungginggkan senyum sinis. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyanya kemudian agar tak terlalu lama berduaan dengan Brandon.
“Maafkan aku atas kejadian saat hari pernikahan kita. Aku belum pernah mengatakan ini padamu secara langsung, saat itu aku sangat kacau sampai tak bisa memikirkan apa pun kecuali membatalkan pernikahan,” ucap Brandon yang terlihat sangat serius ketika berucap.
“Sudahlah, lupakan masa lalu, toh hidupku justru semakin baik tanpamu.”
“Jujur, aku terkadang masih suka merindukanmu.” Brandon tersenyum saat mengingat masa-masa indah bersama Alceena.
Namun, lain hal dengan Alceena yang menaikkan sebelah alis. Tidak merasa senang sedikit pun. “Sudah basi, salahmu sendiri karena terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.” Dia justru menyunggingkan senyum sinis.
Perbincangan sepasang mantan calon suami istri itu pun terhenti secara tiba-tiba saat ada seorang pria bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam, berdiri di samping Brandon.
“Tuan, Anda dipanggil oleh keluarga Dominique, penting!” ujar pria itu.
...*****...
__ADS_1
...Cie ... mau bikin jealous malah udah jealous duluan liat Alceena berduaan sama mantan wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah bestie...