My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 85


__ADS_3

Madhiaz dan Cathleen menatap ke arah Alceena bersamaan, karena wanita itu tidak memberikan respon apa pun.


“Kenapa kau diam saja?” tanya Madhiaz.


“Katamu aku harus diam sampai Cathleen menyelesaikan informasinya,” jawab Alceena yang sudah menahan ingin mengumpat.


Cathleen dan Madhiaz menepuk kening masing-masing. “Ceen, Ceen, kau hamil kenapa jadi seperti ini,” rutuk keduanya dengan kepala yang menggeleng.


“Aku hanya menuruti perintah Madhiaz saja,” kilah Alceena masih memasang wajah yang santai. “Jadi, kau sudah selesai menyampaikan informasinya atau belum?”


Cathleen menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kembarannya satu itu menjadi aneh saat hamil. “Sudah untuk yang pertama.”


Madhiaz menepuk pundak Alceena. “Sekarang kau bisa berkomentar.”


Suara yang sedari tadi ditahan oleh Alceena pun akhirnya bisa dikeluarkan juga. “What?!” Dia memekik, kini wajah nampak terkejut, dan kepala pun menggeleng pelan seolah masih belum bisa percaya. “Bisa-bisanya mereka bermain di belakangku!” Barulah kali ini dia tidak sesantai tadi.


Tangan Alceena terkepal kuat, bahkan wajahnya mengeras karena menahan emosi. “Aku merasa dikhianati oleh dua orang sekaligus. Sebenarnya tak masalah jika mereka memiliki hubungan setelah pernikahanku batal. Tapi ini sebelumnya?” Lagi-lagi dia hanya bisa bergeleng kepala karena masih tak habis pikir dengan Selena yang tega dengannya.


Cathleen meraih tangan Alceena, memberikan usapan pada kulit mulus berwarna eksotis. “Kau siap mendengarkan informasi keduaku?”


“Katakan saja, sudah telanjur kesal juga aku.”

__ADS_1


“Sepertinya, Selena adalah dalang di balik rumor kau mandul.”


“What the hell!” umpat Alceena. Dia reflek memukul meja kayu sampai tangan terlihat merah. Terlalu marah dengan apa yang baru saja didengar.


Madhiaz yang berada di samping Alceena pun mengelus punggung wanita itu. “Sabar, kau sedang hamil.”


“Sabar? Bagaimana bisa aku tetap santai saat aku mengetahui siapa yang menghancurkan nama baikku?” Alceena tidak menerima begitu saja saran dari Madhiaz.


Sedangkan Cathleen, dia mengeluarkan ponsel. “Aku tadi sempat merekam sedikit pembicaraan Selena dan Aldrich. Dua orang itu pandai sekali menutupi kehamilan Selena.”


Cathleen membuka rekaman yang tadi diambil. Meletakkan ponsel tepat di tengah meja.


Ketiga anak Tuan Pattinson saling mendekatkan kepala, telinga sama-sama mendengarkan bukti yang dimiliki oleh Cathleen.


‘Untuk apa?’


‘Menanyakan apakah aku hamil atau tidak setelah kejadian malam itu.’


‘Lalu, kau jawab apa?’


‘Aku diam saja.’

__ADS_1


‘Terus, apa masalahnya sampai kau mengajakku bertemu di sini?’


‘Brandon menyibakkan baju tidur yang ku pakai untuk melihat perutku dengan jelas.’


‘Apa lagi yang dia lakukan?’


‘Dia melihat perutku yang sedikit membuncit, dan meyakini jika aku hamil anaknya, dan tak bisa mengelak lagi karena dia memaksaku untuk mengecek menggunakan testpack.’


‘Kesimpulannya?’


‘Dia tahu jika aku hamil anaknya dan ingin bertanggung jawab.’


‘Terima saja, toh Alceena dan dia juga sudah tak memiliki hubungan apa pun. Anakmu butuh pengakuan dari ayahnya, dan kau juga tak bisa selamanya menyembunyikan kehamilan ini dari keluarga kita.’


‘Tapi, pasti aku akan dicurigai oleh Alceena sebagai orang yang menyebarkan rumor buruk tentang dia. Sebisa mungkin aku tak ingin hal itu terjadi.’


‘Terus, kau mau bagaimana? Brandon ingin tanggung jawab, kau gantung. Aku sarankan untuk mengkonsumsi obat pencegah kehamilan secara teratur pun hanya kau minum sekali. Sudah pasti aku juga berpikir jika kau memang sengaja ingin hamil kalau seperti itu keadaannya.’ Suara Aldrich terdengar sangat frustasi juga karena ikut memikirkan bagaimana mencari jalan keluar dari permasalahan kakaknya.


...*****...


...Oh Selen, kenapa kamu tak semanis saat kecil. Bener sih manusia bisa berubah sifat seiring berjalannya waktu. Tapi kenapa kamu bisa hamil anaknya Brandon?...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2