My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 177


__ADS_3

Sejak kejadian pengakuan Dariush, pria itu sudah didiamkan oleh Alceena selama tiga puluh empat jam lebih. Setiap kali anak Tuan Dominique yang kedua mencoba untuk membujuk dan terus meminta maaf, tapi tetap saja sang wanita terus mengabaikan.


Dariush sampai bingung dengan Alceena, kekasihnya tak marah-marah seperti biasa jika dia melakukan sesuatu yang tak disukai oleh wanita itu. Tapi, kali ini hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah kata pun. Justru hal tersebut yang membuat kepalanya pusing memikirkan cara untuk membujuk. Sebab, orang diam lebih sulit di dekati dibandingkan yang banyak bicara.


Namun anehnya, Alceena tak menolak saat dia peluk. Tapi, wajah cantik yang biasa dilihat, tetap mengulas mimik datar. Dariush yakin kalau pujaan hatinya mau disentuh karena dorongan dari anak-anaknya, bukan didasari oleh rasa yang ada di hati wanita itu.


Walaupun seperti orang yang tak dianggap keberadaannya, tapi Dariush tetap tak lupa memberi makan Alceena serta anak-anaknya. Siang ini pun disempatkan untuk membeli makanan di kedai yang ada dekat penginapan. Meskipun harus keluar seorang diri dan meninggalkan sang kekasih di chalet.


“Delavar sesat, kalau tahu akhirnya akan seperti ini, lebih baik aku tak buru-buru mengikuti saran dan percaya dengan tebakan kembaranku.” Sepanjang perjalanan pulang, mulut Dariush terus menggerutu mengumpati saudaranya. “Sudah benar rencanaku yang akan mengungkap setelah Alceena mengutarakan cinta, sekarang justru membuat hubunganku menjadi dingin dan tak sehangat sebelumnya,” imbuhnya masih merutuki diri sendiri karena terlalu ingin membuktikan tebakan Delavar yang ternyata menurutnya salah.

__ADS_1


Dariush menghirup udara sedalam mungkin, lalu mengeluarkan dari mulut secara perlahan. “Semoga kali ini bujukanku berhasil membuatnya kembali seperti biasa. Lebih baik mendengar omelannya daripada didiamkan seperti bayangan.” Setelah berucap, dia membuka pintu.


“Sayang, aku kembali dengan makanan yang sangat enak,” ucap Dariush seraya menutup kayu persegi panjang.


Dariush tahu kalau tak akan mendapatkan jawaban apa pun. Tapi hal itu tak membuatnya menyerah begitu saja. Mengejar Alceena selama lima tahun saja kuat, pasti juga bisa bertahan sampai berhasil membujuk sang kekasih yang sedang mendiamkannya.


Kaki Dariush mengayun menuju kamar, tempat terakhir kali dia meninggalkan Alceena. Namun, mendadak berhenti karena mata melihat sesosok wanita sedang berkutat di dapur kecil yang tertata rapi dengan desain minimalis tapi tetap terlihat mewah.


Alceena tetap mengunci mulut, tak berniat sedikit pun untuk membalas. Dia terus saja melanjutkan memasak dengan wajah yang datar seolah tidak menikmati apa yang tengah dilakukan. Namun anak Tuan Pattinson yang kedua itu membiarkan Dariush terus memeluk, tidak memberontak sedikit pun.

__ADS_1


“Padahal aku sudah membelikan makanan untuk kita. Kalau tahu kau akan belajar memasak, lebih baik aku tetap di sini dan mengajarimu.” Maju tak gentar, Dariush tetap menyerocos terus. Walaupun dia seperti berbicara dengan mannequin.


Alceena masih bungkam. Dia justru mengangkat teflon dan memindahkan hasil masakan ke atas piring. Wanita itu baru saja selesai mengolah bahan apa pun yang ada di dapur, sepertinya sisa penyewa sebelumnya.


“Makanan itu untuk aku, ‘kan? Kau makan saja hidangan yang aku beli di kedai,” ucap Dariush yang tetap menempel terus dengan tubuh Alceena. Bahkan kemanapun sang wanita bergerak, tak akan dilepas.


...*****...


...Mulutnya di lem kali tu si Alceena, makanya kaga bisa ngomong. Makanya ngajak ngobrol aku aja Ayang Dariush, pasti bakalan ku jawab deh dengan suara manja...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2