My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 42


__ADS_3

Akhirnya, gengsi Dariush dan Alceena luntur juga untuk sesaat. Sementara rindu sedikit terobati dengan tangan salah satu anak keluarga Dominique yang bersemayam di pinggul keturunan Pattinson. Tanpa pemberontakan seperti biasanya.


Mereka makan bersama di salah satu restoran terkenal yang ada di pusat perbelanjaan itu. Duduk berhadapan di meja, sudah terlihat seperti sedang kencan saja. Menanti pesanan makanan datang dengan saling pandang tanpa mengeluarkan suara.


Dan dehaman pun keluar dari mulut Dariush. “Kenapa menatapku terus? Kau sudah mulai suka denganku?” Alisnya terangkat sebelah, namun wajah masih nampak dingin.


Alceena melongo dengan pertanyaan tersebut. “Percaya diri sekali, untuk apa aku menyukaimu? Seperti tak ada orang lain saja,” tampiknya diiringi cebikan bibir.


“Oh ....” Dariush hanya menjawab dengan singkat dan memilih untuk bermain ponsel, mengabaikan Alceena agar dia tak terkesan mengejar wanita itu saat sudah jelas bahwa keturunan kedua Pattinson tidak menyukainya.


Dariush berpura-pura cekikikan kecil dan mengetikkan sesuatu, seolah-olah sedang berbalas pesan dengan seseorang. “Astaga ... kau manis dan lucu sekali,” cicitnya sengaja memancing Alceena agar ingin tahu.


Alceena yang melihat Dariush asyik sendiri pun melirik sekilas, tapi layar ponsel pria itu memiliki lapisan gelap yang tak bisa dilihat jika bukan dari depan. Dalam hatinya berdecak karena Dariush asyik sendiri. “Kau sudah memiliki wanita baru?” Tiba-tiba dia penasaran.


Dariush menjawab dengan kedikan bahu, tidak membenarkan atau menyalahkan. “Kenapa bertanya seperti itu? Mulai menyesal sudah mengabaikan aku?”

__ADS_1


Alceena buru-buru bergeleng kepala. “Untuk apa menyesal? Toh aku biaa melihat keseriusanmu yang hanya seujung kuku, baru dicueki begitu saja sudah menyerah.” Masih saja dia belum menyadari perasaannya jika memang merasakan kehilangan setelah perubahan sifat Dariush. Tapi mulut yang gengsinya terlalu tinggi itu justru melontarkan hal lain.


Dariush meletakkan ponsel di atas meja dengan posisi layar menelungkup. Menyandarkan badan dan melipat kedua tangan di dada. “Sebentar katamu? Lima tahun kau anggap aku musuh dan selalu menghindariku. Pria memiliki batas kesabaran juga. Umurku semakin bertambah, jika hanya mengharapkan satu wanita yang belum tentu membalas perasaanku, bisa jadi perjaka tua.”


Alceena menghela napas. Pada dasarnya dia belum siap kehilangan Dariush seratus persen. “Aku sudah memikirkan hubungan yang cocok denganmu.”


Alis Dariush terangkat sebelah. “Maksudmu?”


“Aku ingin mulai mencoba berteman denganmu.”


“Kau yakin kita berteman tanpa melibatkan perasaan?”


Dariush menarik sudut bibirnya sinis. “Tapi aku tak yakin bisa seperti itu. Lebih baik kita menjadi musuh seumur hidup dan jelas tidak memiliki perasaan satu sama lain.”


“Tapi, terakhir kali kau mengatakan padaku ingin berteman saja, saat kita di rumah sakit.” Alceena mencoba mengingatkan Dariush lagi.

__ADS_1


“Aku berubah pikiran. Jika kau masih ingin memiliki hubungan denganku, pilihannya hanya satu, menjadi istriku. Jika tak mau, maka lebih baik kita bermusuhan saja.” Dariush menegaskan agar perasaannya tak digantung seperti jemuran.


Alceena terdiam. ‘Aku sudah berjanji dengan Cathleen, mana bisa diingkari,’ gumamnya dalam hati. “Apa tak ada pilihan lain?”


“Tidak.” Dariush mulai menegakkan badan saat makanan sudah datang. Dia langsung melahap hidangan tersebut dan tak melirik Alceena.


Secepat mungkin Dariush menghabiskan makanannya. “Kau bisa pulang naik taksi? Aku harus segera pergi.”


“Makananku sudah habis juga, tolong antar aku ke bengkel,” pinta Alceena setelah menelungkupkan garpu dan pisau.


“Hm.” Dariush berdiri dan keluar begitu saja mendahului Alceena setelah membayar tagihan makan. Namun, tanpa diduga, dia berpapasan dengan saudari kembar Alceena.


“Dariush?” panggil Cathleen yang sengaja menghentikan langkah kaki saat melihat pria berwajah dingin dan serius itu.


...*****...

__ADS_1


...Bencimu mulai berubah jadi cinta Ceena, makanya jangan suka umbar janji sembarangan, ditikung Cathleen baru tau rasa....


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2