My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 111


__ADS_3

Dan pertanyaan yang terlontar dari bibir Alceena serta wajah bingung bak orang polos yang tak tahu apa pun itu berhasil membuat seluruh anggota keluarga Dominique tertawa terbahak-bahak.


“Kami tidak bertengkar, ini adalah cara keluarga Dominique menunjukkan kasih sayang satu sama lain.” Dariush mencoba menjelaskan pada Alceena agar tak salah menangkap arti dari body language yang memang terkesan unik dari keluarga itu.


Alceena bahkan sampai melongo. “Kebiasaan yang aneh,” gumamnya masih tak habis pikir. Bahkan kepalanya sampai menggeleng karena terkejut saat mengetahui di balik layar bagaimana kebiasaan keluarga yang terkenal tegas dan mahir dalam bidang bisnis itu.


“Semakin lama kau bergaul bersama kami, nanti akan membuatmu terbiasa juga,” celetuk Deavenny.


“Terutama dengan kebiasaan kami yang suka melakukan ini,” imbuh Delavar seraya menggeplak kepala Dariush.


“Shitt!” umpat Dariush seraya mengelus kepala bagian belakangnya. Sudah lama dia tak merasakan geplakan dari kembarannya karena sibuk mendekati Alceena.


Melihat Dariush mendapatkan serangan dari telapak tangan Delavar, Alceena langsung melotot dan menunjuk wajah anak ketiga di keluarga itu. “Berani sekali kau menyakiti dia. Ku balas, baru tahu rasa!”


Alceena segera berdiri untuk menghampiri anak ketiga Tuan Dominique. Tak tahu kenapa dia ingin berekasi seperti itu saat melihat sang pria disakiti.

__ADS_1


Plak!


Alceena sungguh menggeplak kepala Delavar. Otomatis semuanya melongo melihat calon anggota baru keluarga Dominique itu yang mulai bisa membaur bersama mereka.


Dariush yang duduk di samping Delavar langsung menarik sang wanita hingga duduk di pangkuannya dan mendekap Alceena. “Tenang, Sayang. Delavar hanya bercanda denganku.” Dia mengelus perut yang terisi anak-anaknya untuk menenangkan ibu hamil yang mendadak bisa ganas dan berubah jinak lagi dalam waktu singkat.


“Dia memukulmu dengan keras, padahal kau tak melakukan kesalahan apa pun,” protes Alceena masih tak terima jika Dariush disakiti.


“Aku baik-baik saja, tidak sakit sedikit pun. Jangan ulangi lagi jika yang memukulku adalah anggota keluargaku sendiri, mereka tak sungguh-sungguh saat melakukannya,” pinta Dariush.


“Dasar kau itu manusia tak bisa diajak bercanda,” gerutu Delavar yang saat ini kepalanya sedang diusap oleh sang istri setelah mendapatkan geplakan dari Alceena.


Daddy Davis yang sejak tadi menyaksikan interaksi anak-anaknya pun akhirnya ikut tertawa. “Untung saja Dariush yang menyukaimu, bukan Danesh. Jadi dia bisa mengimbangimu yang senang menangkap semua hal dengan serius.”


“Aku tak bisa membayangkan jika Alceena dan Danesh bersatu. Pasti akan kaku dan tak ada humorisnya sama sekali,” celetuk Deavenny.

__ADS_1


“Jangan dibayangkan, karena itu tak akan pernah terjadi. Aku sudah memiliki istri, dan tidak mungkin juga tertarik dengan wanita lain selain Felly,” sahut Danesh seraya merangkul istrinya dan mengusap lengan ramping yang ada di sampingnya.


Alceena mengulurkan dua jempol pada Danesh. “Aku suka prinsipmu.” Dia memuji dengan tulus.


Dariush tiba-tiba menggigit punggung Alceena hingga sang wanita terpekik. “Kau tak menyukai prinsipku? Padahal aku juga sama dengan Danesh, hanya mencintai satu wanita,” protesnya.


Alceena terlihat memasang wajah tak kagum sedikit pun. “Tidak, kau terlalu tengil untuk ku puji.” Dia menjulurkan lidah sebagai ejekan.


Dan gelak tawa pun memenuhi ruang keluarga mansion Tuan Dominique itu saat melihat wajah Dariush mendadak masam.


“Awas saja, nanti malam ku habisi kau di dalam kamar,” ancam Dariush dengan berbisik tepat di telinga Alceena.


...*****...


...Kalo orang Indo mah udah malu-malu dikenalin sama keluarga pasangannya. Walaupun keluarganya asyik, pasti mau membaur pun sungkan...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2