
Dariush justru mengulas senyum dan menatap ke arah Daddy Davis untuk meminta persetujuan. Hanya keluarga Dominique yang mampu membaca arti tatapan satu sama lain.
Padahal tak ada yang terlontar dari bibir sang putra, tapi Tuan Dominique sudah paham kalau Dariush minta bantuan agar bisa menikah detik ini juga. “Oke, ku bantu kau menikah sekarang, tapi setelah ini langsung ke rumah sakit,” ucap Daddy Davis. Daripada urusan di sana semakin lama dan Dariush tak kunjung diobati, lebih baik dia mengabulkan permintaan Dariush saja.
“Terima kasih, Dad.” Dariush bisa mengulas senyum lega.
Daddy Davis langsung mengayunkan kaki menuju bagian yang mengurus pernikahan. Dia melakukan negosiasi supaya diprioritaskan.
Dan akhirnya Dariush dan Alceena dilayani terlebih dahulu. Mereka menyela banyak sekali orang yang mengantri sejak tadi. Keduanya dimintai dokumen untuk pendaftaran.
Sementara sepasang mempelai mengisi data diri, pengunjung di sana ada yang mengajukan protes. Terlalu fokus untuk meminta petugas mendahulukan Dariush, membuat Daddy Davis lupa memberikan penjelasan pada orang lain yang juga memiliki kepentingan sama.
“Orang kaya tidak tahu aturan! Budaya antri itu penting!” tegur salah satu pengunjung yang tidak tahu kondisi yang dialami oleh Dariush karena di sana terlalu ramai orang.
Daddy Davis yang sedang duduk sembari menunggu sang anak selesai mendaftarkan pernikahan pun mengeluarkan dompet. Dia mengambil seluruh uang cash yang tersisa. Ternyata hanya ada dua puluh lembar lima ratus euro dan sepuluh lembar seribu euro.
Pria penguasa bisnis itu berdiri dan menatap seluruh pengunjung di sana dengan mata tajam. “Maafkan keluargaku jika tidak menaati aturan. Kami sedang berada dalam kondisi terdesak, anakku kecelakaan saat perjalanan ke sini. Mohon pengertiannya. Dan bagi kalian yang merasa dirugikan, silahkan meminta kompensasi pada bagian pendaftaran.” Dia mengangkat tiga puluh lembar uang.
__ADS_1
“Maaf, kami tidak tahu,” jawab pengunjung yang tadi protes.
“Tidak perlu memberi kami kompensasi,” imbuh pengunjung lain.
Tapi, Daddy Davis tetap menitipkan uang kompensasi itu ke bagian pendaftaran pernikahan. Anggap saja sebagai wujud terima kasih.
Dariush dan Alceena bersama seluruh anggota keluarga diarahkan ke sebuah ruangan untuk mengikrarkan janji pernikahan.
Di Finlandia, setiap warga negaranya bisa memilih salah satu, antara menikah secara kepercayaan masing-masing atau negara. Dalam kondisi alakadarnya, Dariush dan Alceena menikah diakui secara negara.
Dariush menikahi Alceena hanya memakai setelan jas yang kotor, rusak, dan tidak rapi. Ditambah tetes demi tetes darah masih keluar dari tangan.
Seharusnya orang menikah diselimuti rasa bahagia, tapi Alceena justru menangis terus. Dia tak bisa menghentikan air mata yang menerjang keluar.
Tapi, lain hal dengan Dariush yang terus tersenyum seraya menggenggam tangan wanita di hadapannya yang sedang mengandung keturunannya. Sampai darah juga berada di tangan Alceena. “Adaire Alceena Pattinson, aku menerima engkau sebagai istriku, dan berjanji untuk mengasihi serta melayanimu dalam kondisi apa pun. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau seumur hiduku, kecuali maut memisahkan kita.” Dia mengucapkan janji pernikahan dengan lantang dan yakin.
Alceena masih terus sesegukan karena tak kuasa menahan rasa sedih melihat prianya yang sangat pucat. Tapi, dia tetap melanjutkan pernikahan itu sesuai permintaan Dariush.
__ADS_1
“Dariush Doris Dominique, aku menerima engkau menjadi suamiku—” Alceena juga mengucapkan janji yang sama.
Dariush dan Alceena dinyatakan resmi menjadi sepasang suami istri. Walaupun dalam situasi yang sangat dramatis, akhirnya mereka menikah.
“Maaf, cincinnya tertinggal di penthouse. Jadi, untuk saat ini hanya bisa memberimu ciuman pertama kita setelah resmi menjadi suami istri,” ucap Dariush. Dia meraih tengkuk Alceena dan menyatukan bibir dengan sang istri.
Sepasang pengantin baru itu saling mengadu lidah penuh cinta.
‘Setidaknya, jika mati hari ini, aku kembali pada Sang Pencipta dalam kondisi menjadi suami dari wanita yang ku cintai sejak dahulu,’ tutur Dariush dalam hati.
Ciuman yang tadi sangat membara, perlahan mulai tidak bertenaga. Dariush mendadak terkulai lemas di dalam dekapan Alceena.
...*****...
...Pasangan yang suka sekali bersandiwara untuk mencari perhatian satu sama lain, akhirnya menghasilkan pendekatan yang dramatis, pernikahan secara dramatis, dan akhir dramatis juga....
...TAMAT ... dan aku kabur ke Mars biar ga didemo berjamaah...
__ADS_1