My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 113


__ADS_3

Karena sudah melihat bagaimana keluarga Dominique, terutama Tuan dan Nyonya besar di mansion itu tak memiliki rasa malu saat bermesraan di depan orang lain, walaupun dengan anggota keluarga sendiri. Akhirnya untuk pertama kali Alceena pun mencium Dariush di depan banyak orang.


Riuh tepuk tangan dari penghuni mansion Dominique pun menyelamati Dariush. Kini mereka percaya bahwa hubungan dua manusia yang belum memiliki ikatan kuat itu memang bukan sebuah sandiwara belaka.


“Setelah penantian panjangmu, akhirnya kau dapatkan juga wanitamu,” ucap Delavar dengan sangat bangga dan senang. Dia merangkul Dariush setelah Alceena pergi mengikuti Mommy Diora ke dapur.


“Belum ku dapatkan sepenuhnya, ajakanku untuk menikah masih tak mendapatkan jawaban jelas,” balas Dariush seraya menatap Alceena yang nampak bingung saat ikut berkutat di dapur. Dia menyunggingkan senyum karena sudah tahu jika wanitanya tak pernah memasak, tapi tetap saja ingin ikut membantu. “Bahkan dia tak ingin hubungan kita diketahui oleh orang lain,” imbuhnya memberi tahu.


“Jadi, kau pikir kami bukan orang?” Daddy Davis langsung menimpali begitu saja dengan wajah dingin dan tegasnya.


Dariush menatap aneh pada orang tuanya itu. Menaikkan sebelah alis karena tak paham. “Maksud Daddy apa? Aku tak paham.”


“Katamu, Alceena tak ingin hubungan kalian diketahui oleh orang lain. Tapi, kami sudah tahu kedekatanmu dan dia. Berarti secara tersirat, kami bukan orang?”

__ADS_1


Dariush menepuk jidatnya sendiri. “Astaga ... Daddy, semakin lama kau jadi seperti Deavenny.” Dia mengeluh merutuki orang tuanya yang salah tangkap. “Orang lain, sedangkan kalian adalah keluargaku. Jadi berbeda makna, Dad. Lagi pula, sekecil apa pun rahasiaku, pasti tak tahan juga untuk tidak menceritakan pada kalian. Jadi, wajar saja kalau kalian adalah pengecualian,” jelasnya agar Daddy Davis tak salah persepsi lagi.


“Oh.” Daddy Davis hanya menjawab singkat dan membuat Dariush mencebikkan bibir.


“Boleh aku bicara?” tanya Danesh setelah tak ada perbincangan lagi.


“Katakan saja,” jawab Dariush.


“Dari penilaianku, sepertinya Alceena sudah memiliki perasaan denganmu, walaupun hanya sedikit,” ucap Danesh.


Danesh menggelengkan kepala karena tak setuju dengan sanggahan Dariush. “Mungkin awalnya memang karena hormon kehamilannya, namun semakin lama akan tumbuh dari hatinya.”


“Semoga saja, aku hanya sedang menantikan dia membalas ungkapan cinta yang setiap hari aku ucapkan padanya.”

__ADS_1


“Tapi, berdasarkan penilaianku, ada sesuatu yang membuatnya tak bisa maju ke jenjang yang lebih serius atau membuatnya tak menyadari perasaan dalam hatinya. Dan di situlah tugasmu untuk mencari tahu,” tambah Daddy Davis ikut menyampaikan analisisnya.


“Memang, kembarannya menyukaiku dan dia tak enak hati karena merasa seperti menikam Cathleen dari belakang. Alceena ingin saudaranya mendapatkan pria lain terlebih dahulu, baru berani mengungkap kedekatan kami berdua,” jelas Dariush.


“Oh, mudah kalau itu, aku punya cara agar Cathleen bisa mengenal pria lain. Tapi, tetap semua tegantung pada dia.” Marvel yang sejak tadi hanya diam saja, akhirnya ikut menimbrung juga.


Dan langsung membuat Daddy Davis, Danesh, Dariush, dan Delavar memusatkan perhatian pada Marvel. “Apa?”


Marvel memberitahukan idenya yang baru saja terlintas. “Bagaimana? Tapi semua tetap akan sia-sia jika Cathleen memang tak berniat untuk menyukai pria lain kecuali Dariush.”


“Boleh juga idemu.”


...*****...

__ADS_1


...Bisikin aku dong apa idenya, aku juga pengen tau nih...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2