My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 187


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Dariush dan Alceena tinggal di penthouse baru. Setelah pulang dari Switzerland, anak Tuan Dominique yang kedua itu menepati janjinya saat taruhan dengan Delavar. Karena prediksi saudaranya benar, maka dengan suka rela ia memberikan penthousenya untuk Delavar, lalu membeli baru dan tidak berada satu gedung lagi.


Tentu saja hal tersebut membuat Delavar sangat bahagia. Setiap malam tak akan ada yang mengganggu proses bercintanya lagi.


Sedangkan Alceena, wanita itu tak banyak bertanya kenapa tiba-tiba pindah tempat tinggal. Asalkan bersama sang kekasih, tentu saja dia akan nyaman.


Hari ini jadwal Dariush mengantar Alceena untuk mengecek kandungan. Keduanya pagi sekali sudah sampai ke rumah sakit agar tidak banyak antrian.


Ibu hamil itu sudah berbaring di brankar. Membiarkan tangan digenggam oleh Dariush, sementara perut disentuh oleh alat berupa transducer.


Sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi orang tua itu sangat senang kala melihat dua bayi yang terlihat di monitor.


“Sehat semua janinnya, aktif juga,” beri tahu dokter Hillary. “Ingin tahu jenis kelamin?” tawarnya kemudian.


“Tidak perlu, Dok, biarkan itu menjadi kejutan saat lahir.” Alceena dan Dariush menjawab dengan kompak. Keduanya sudah setuju akan hal tersebut.

__ADS_1


“Baik.” Dokter Hillary membersihkan permukaan kulit pasiennya.


“Apakah dengan kondisiku saat bisa memungkinkan untuk melahirkan secara normal?” tanya Alceena sembari merubah posisi menjadi duduk, dibantu oleh Dariush.


“Bisa, Nona. Sebisa mungkin saya usahakan untuk normal, operasi caesar lebih direkomendasikan untuk kondisi tertentu yang memang tidak memungkinkan normal,” jelas Dokter Hillary seraya meletakkan kembali alat USG ke tempat semula.


“Jangan lupa ikut yoga khusus ibu hamil. Itu bisa membantu banyak dalam proses melahirkan.”


Setelah selesai menjenguk anak-anak dalam versi empat dimensi, kini Dariush dan Alceena berada dalam mobil menuju perusahaan.


“Kita panggil saja instrukturnya agar kau tak perlu pergi ke sana.” Apa pun jika semua demi kebaikan, tentu saja Dariush memberikan izin.


“Aku mau yoga di mansion Pattinson saja, di sana ada Selena yang sedang hamil juga. Jadi, aku ingin berdua bersama kakakku, supaya dia tak merasa kesepian sembari menunggu Brandon selesai mendapatkan hukuman,” jelas Alceena dengan mengusap punggung tangan sang kekasih.


“Boleh,” timpal Dariush yang balas melabuhkan kecupan di tangan Alceena yang tadi menyentuh bagian tubuhnya.

__ADS_1


Kendaraan roda empat milik Dariush akhirnya sampai juga di perusahaan Alceena, wanita hamil itu segera turun setelah mendapatkan ciuman dari sang kekasih.


Dariush menurunkan kaca untuk membalas lambaian tangan Alceena, serta memastikan wanita itu masuk dengan selamat.


Setelah yakin Alceena aman, Dariush melajukan kendaraan lagi. Pria itu tak langsung kembali ke perusahaannya, tapi berbelok ke arah toko perhiasan untuk membeli sebuah cincin. “Hari ini aku akan melamar Alceena secara resmi. Dia sudah menyatakan cinta padaku, artinya tak akan ditolak jika ku ajak ke jenjang yang lebih serius lagi,” gumamnya dengan wajah yang terhias sebuah senyuman.


Jika Dariush sedang merencanakan sebuah lamaran sederhana tanpa memberitahukan pada Alceena terlebih dahulu, dan sudah pasti akan mengejutkan wanita itu. Lain hal dengan si ibu hamil yang tidak memiliki firasat apa pun.


Mendadak, ponsel Alceena berbunyi kala matanya fokus ke arah komputer. Dia segera mengangkat. “Ada apa, Cath?”


“Nanti sore aku akan ke kantormu, ada dokumen penting yang harus kau urus,” jawab Cathleen.


...*****...


...Bagus Cathleen muncul juga wkwkwk, rusak aja Cath acara lamaran Dariush, terlalu meresahkan jiwa-jiwa jomblo kalo mereka bersatu tuh....

__ADS_1


__ADS_2