
Sudah dua bulan Dariush dan Alceena tinggal di dalam penthouse yang sama. Semakin dekat saja hubungan kedua manusia itu. Saling perhatian, apa lagi saat Alceena yang manja mulai mencari kehangatan dari sang pria. Bisa dibilang sepasang kekasih yang masih belum menikah itu memiliki jalinan asmara yang harmonis.
Dariush tidak mendesak Alceena untuk segera menerima ajakan menjadi istri. Toh, seperti ini pun sudah terlihat layaknya orang menikah juga.
Kandungan Alceena menginjak bulan kelima. Anak-anak di dalam kandungan wanita itu sehat semua. Mungkin karena selalu mendapatkan perhatian penuh kasih sayang dari Mommy dan Daddy mereka.
Hubungan Alceena dan Dariush masih disembunyikan dari publik. Terutama keluarga Pattinson. Hanya seluruh keturunan Dominique saja yang tahu tentang mereka.
Walaupun Alceena sudah tak tinggal di mansion Pattinson lagi, tapi dia tetap menyempatkan diri untuk menengok orang tuanya setiap akhir pekan. Hari-hari biasa disibukkan dengan pekerjaan, sehingga tak ada waktu untuk mampir.
Pagi ini Alceena berniat hendak ke mansion Pattinson untuk melihat kondisi keluarganya. Mencari waktu yang tepat untuk pamit pada Dariush. Sebab, semakin bertambah usia kandungannya, justru sang pria jadi sangat lengket padanya. Selalu mendempel, mengajak bercinta walaupun hanya satu kali.
Seperti pagi ini, Alceena sedang berada di bawah kendali kekasihnya. Menikmati setiap gencatan senjata yang dihujam secara perlahan pada daerah utama alat reproduksinya.
__ADS_1
Kamar berukuran luas itu terisi dengan suara mendesah nikmat dua insan yang dimabuk cinta. Walaupun salah satunya belum pernah menyatakan kata cinta.
“Kau bisa katakan padaku jika tak nyaman saat bercinta. Minta saja posisi yang membuatmu enak,” bisik Dariush tanpa menghentikan pinggul yang sedang naik turun seperti memompa.
“Bisa kita ganti gaya? Aku ingin menungging,” tawar Alceena, memang posisi saat ini membuatnya kurang bisa menikmati sensasi hingga ke nirwana, karena perutnya yang sudah buncit itu membuat kurang nyaman jika terlentang menghadap ke atas.
“Sure.” Dariush melepaskan alat reproduksinya yang panjang. Membantu Alceena untuk merubah posisi menjadi menungging.
Posisi itu lumayan enak untuk Alceena. Dan saat sudah siap, Dariush kembali memasukkan miliknya dari arah belakang sang wanita.
Walaupun sudah sering melakukan penyatuan tubuh, tapi tak ada bosannya untuk mengulangi dan melakukan lagi setiap hari. Lebih tepatnya minimal seminggu empat kali. Terkadang mereka tak bercinta juga jika cairan milik Dariush mulai encer, tidak kental seperti biasanya. Mereka ingin tetap menjaga kualitas pasukan kehidupan milik anak Tuan Dominique itu.
Saat dirasa Dariush sudah siap mengeluarkan jutaan pasukannya, pria itu menggentikan pergerakan. Memegang pinggul Alceena agar tetap berhimpitan. Dia meledakkan cairan kental di dalam untuk masuk ke dalam rahim sang kekasih tercinta.
__ADS_1
Napas keduanya terdengar terengah-engah setelah ambruk bersama di atas ranjang dan saling berpelukan. Dan disaat seperti inilah waktu yang tepat untuk Alceena berpamitan.
“Hari ini aku mau pulang ke mansion keluargaku,” ucap Alceena seraya mengelus rahang tegas Dariush.
“Menginap lagi seperti biasanya?” tanya Dariush. Sudah tinggal bersama selama ini, membuatnya tak rela jika tidur terpisah walaupun hanya satu malam.
“Iya, enam hari aku tak melihat orang tuaku. Mereka pasti rindu padaku.” Alceena mengulas senyum dengan maksud memohon. “Boleh, ya?”
Dariush menghembuskan napas lemah. “Boleh, tapi aku titip sesuatu untuk kau berikan pada Cathleen.” Dia tak bisa melarang karena mau bagaimanapun, Alceena masih hak milik Tuan dan Nyonya Pattinson.
...*****...
...Kirain mereka mau pindah ke planet lain, ternyata masih berkeliaran di sini....
__ADS_1
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...