
Dariush dan Alceena sudah berada di dalam gerbong first class glacier express train. Salah satu kereta yang bisa mengantarkan sepasang kekasih tersebut dari Kota Zurich ke Swiss Alps atau daerah pegunungan Alpen yang berada di Switzerland.
Beruntung Dariush masih mendapatkan tiket, tepat sekali hanya tersisa dua kursi kosong. Sehingga dia meninggalkan Roxy seorang diri di Zurich.
Saat ini, dua manusia dari keturunan pebisnis di Eropa itu sedang duduk manis di dalam ular besi berwarna merah berpadu dengan putih. Transportasi umum tersebut melaju dengan kencang, tapi penumpang tetap merasa nyaman.
“Sayang, lihatlah pemandangan sekitar.” Alceena yang duduk di dekat jendela pun mencolek lengan sang kekasih tanpa menengok pada orang yang berada di sampingnya.
“Iya, aku melihatnya.” Dariush sejak tadi memang melihat ke arah jendela kaca yang tak bisa dibuka. Namun, dia bukan menikmati pemandangan di luar, melainkan manatap Alceena yang terus mengulas senyum bahagia sejak memasuki daerah dataran tinggi.
Pria itu ikut senang juga bisa membuat wanita yang dicintai bahagia seperti tak memiliki beban. Hal tersebut merupakan salah satu mimpinya.
__ADS_1
“Indah sekali.” Alceena memuji panorama yang ditangkap jelas oleh kornea matanya. Dia tentu saja sangat takjub. “Inilah sebabnya aku sangat ingin naik kereta, bisa menikmati perjalanan sembari menyegarkan mata melihat pemandangan.”
“Nanti aku akan usulkan pada Daddy untuk membuka lini usaha baru, transportasi umum kereta. Agar kau bisa puas jalan-jalan ke seluruh wilayah Eropa tanpa membayar,” ucap Dariush seraya meletakkan makanan yang baru saja diantarkan oleh petugas itu ke atas meja di hadapan Alceena.
Alceena yang sejak tadi tak melirik ke arah sang kekasih karena terlalu senang melihat pemandangan berupa pegunungan, hamparan hijau, dan danau pun akhirnya menengok ke arah Dariush karena mendengar ide gila dari salah satu anak pebisnis terbesar di Eropa.
“Jangan aneh-aneh, sudah cukup bisnis keluargamu hampir ada di semua lini. Jangan menyaingi usaha perusahaan lain lagi. Cukup gunakan yang sudah ada saja, kita hanya perlu membayar biaya transportasinya. Toh tak selalu pergi dengan kereta juga.” Alceena mengomel karena setiap kali dia menginginkan sesuatu, pasti selalu ditanggapi oleh Dariush dengan hal serupa. Seakan-akan apa yang dia inginkan adalah memberikan ide untuk Dariush membuka bisnis baru.
Alceena mencubit kecil pipi Dariush. “Apa keluargamu merasa kurang kaya?” gerutunya. Bukan masalah pendapatan yang dia pikirkan, tapi semakin banyak usaha, pasti kekasihnya akan bertambah sibuk. Dia tak ingin kehilangan waktu hanya untuk urusan pekerjaan terus.
Dariush bukannya mengaduh karena dicubit, justru tertawa melihat kekesalan Alceena. “Aku hanya bercanda, Sayang. Kau serius sekali menanggapi.” Telapaknya ikut mengusap punggung tangan sang kekasih yang masih bersemayam di pipinya.
__ADS_1
“Bagaimana aku bisa tak percaya? Kalau kau saja langsung membelikan aku saham dari sepuluh brand fashion ternama di dunia, hanya karena kehabisan stock gaun edisi terbatas yang dijanjikan untuk mengganti gaunku yang kau robek.” Alceena semakin menarik pipi kekasihnya.
Karena Alceena tak berhenti mengomel, tangan kanan Dariush meraih garpu dan mengambil pasta yang dia pesan untuk sang kekasih. “Makan, jangan marah-marah terus, menghadapi keusilanku butuh tenaga banyak.” Dia memasukkan makanan ke dalam mulut wanita pujaan hatinya.
Alceena juga langsung berhenti menggerutu karena fokus mengunyah. “Untung saja kau masih ada sisi romantis dan perhatian, jadi aku tak akan naik darah terus menghadapi sifat jahilmu.”
...*****...
...Bukan maen, usilnya anak sultan langsung beliin saham sama buatin kereta sendiri. Aku juga mau kali bang. Aku siap deh jadi pelakormu, abis ini langsung terbang ke Finlandia nih kalo diiyain....
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
__ADS_1