My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 134


__ADS_3

“Lapar ....” Rengekan Alceena terdengar sangat manja. Dia memperlihatkan wajah memelas kepada Dariush.


Sungguh ini adalah cobaan Dariush yang paling besar. Menahan tertawa saat dia ingin terbahak-bahak dengan sandiwara Alceena. Tapi pria itu berhasil berpura-pura seakan tak tahu tentang apa yang sudah dilakukan oleh sang belahan hati.


Tangan kanan Dariush digunakan untuk mengelus perut, sedangkan sebelah kiri untuk mengusap pipi. “Aku buatkan pasta, ya?” Dia memberikan penawaran memasakkan hidangan disaat dini hari yang gelap gulita, sebab sangat tahu jika Alceena tak bisa memasak apa pun.


Alceena bergeleng kepala. “Aku ingin mie instan,” pintanya dengan nada sangat mengiba.


“Itu tak ada gizinya, Sayang. Jangan, ya? Makan yang lain saja, oke?” Dariush berusaha membujuk. Dia tak ingin anak-anaknya mendapatkan asupan nutrisi sembarangan.


Alceena memanyunkan bibir, memperlihatkan jika sedang merajuk. “Tapi aku sangat ingin itu. Sudah satu tahun aku tak makan.” Wanita itu terus merengek.


Dariush mengerutkan kening. “Satu tahun tak makan? Bahkan kemarin siang, sore, dan malam kau makan dengan total sepuluh piring.”


Alceena mencubit lengan Dariush karena menyebalkan. “Maksudku tak makan mie instan selama satu tahun, bukan aku yang tak makan,” sanggahnya meluruskan kesalahan ucapan.

__ADS_1


“Boleh, ya?” Alceena meminta persetujuan Dariush sekali lagi. Padahal bisa saja dia langsung makan tanpa izin pria itu, toh ini adalah hidupnya. Tapi, namanya ibu hamil yang sedang mencari-cari perhatian, apa pun dia manfaatkan untuk manja.


Melihat Alceena yang terlihat sangat menginginkan makanan instan tersebut, Dariush pun memilih untuk mengalah. “Satu kali ini, kedepannya tak boleh lagi, oke? Kau harus makan yang bergizi untuk nutrisi anak-anak.”


Alceena menunjukkan simbol oke menggunakan jarinya. “Siap, laksanakan.”


Dariush mengusap kulit Alceena terus, bahkan tak bisa berhenti karena seperti ada magnet dari tubuh wanita itu. “Mau aku buatkan atau kau sendiri?” tawarnya.


Alceena menunjukkan rentetan gigi putih dan rapi. “Bisa kau saja yang membuat untukku?” pintanya.


“Tunggu di sini, lima menit lagi makananmu jadi,” ucap Dariush seraya perlahan berdiri.


“Aku ingin melihatnya dari dekat, apakah tetap tampan jika sedang memasak di dapur?” gumam Alceena dengan suara lirih.


Kaki wanita itu mengayun menuju tempat di mana Dariush berada. Dia tak mengeluarkan suara apa pun, cukup bersandar di meja marmer samping kompor. Mengamati wajah anak kedua Tuan Dominique yang sangat serius saat memasak.

__ADS_1


“Kenapa melihatku seperti itu? Mau ku ajari memasak?” tanya Dariush yang jelas sadar jika sejak tadi diperhatikan. Sembari memasukkan mie ke dalam panci berisi air mendidih, dia menatap Alceena dengan sorot teduh.


“Memangnya kau bisa?” Alceena bertanya seperti meremehkan.


Dariush menunjuk kompor. “Lalu, ini disebut apa jika bukan memasak?”


Alceena sedikit mengedikkan bahu. “Merebus air.” Dia menjulurkan lidah, mengejek Dariush.


Dariush menarik tangan Alceena hingga tubuh wanita itu menubruk dadanya. Dia tak suka diremehkan seperti itu. “Seumur hidupmu pasti tak pernah membuat mie instan sendiri.”


“Memang.” Alceena membenarkan.


“Maka, aku akan memberi tahu langkah-langkah memasak mie instan ala Dariush.” Pria itu menghimpit tubuh Alceena di depannya. Benar-benar tak ada jarak antar pantat dan harta karun yang berada di balik dalaman anak Tuan Dominique itu. Dariush menggenggam tangan Alceena untuk dia ambil kendali pergerakannya.


...*****...

__ADS_1


...Ninu ninu ninu ... pulici datang ingin menangkap Alceena dan Dariush yang terlalu bucin karena dianggap meresahkan warga Wakanda wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2