
“Kalau berdua, enaknya jalan-jalan ke luar. Sudah jauh-jauh sampai ke pegunungan, memangnya mau apa lagi?” Dariush menjawab dengan berpura-pura tak paham keinginan sang kekasih. Padahal dia tahu betul ke mana arah pembicaraan Alceena. Hanya ingin mendengar langsung dari mulut wanita itu, tanpa sebuah kode-kode.
Alceena langsung berdecak dan cemberut. “Sebelas hari aku tidur sendirian,” ucapnya dengan suara ketus. Dia meraih tangan Dariush dan sengaja dimasukkan ke balik kaos hingga menyentuh perutnya yang buncit. “Anak-anakku ingin disapa secara langsung olehmu. Mereka rindu dengan kekasih Mommynya.” Akhirnya keluar juga kalimat ajakan untuk beradu tubuh.
“Oh, baiklah.” Dariush masih melanjutkan sandiwara, dia membungkukkan tubuh seraya mengelus perut Alceena. “Hi kids.”
Hanya kata singkat itu yang keluar dari bibir Dariush. Dia duduk dengan tegak lagi. “Aku sudah menyapa anak-anakmu,” tuturnya. Dalam hati sedang menahan tawa karena berpura-pura menjadi pria polos. Padahal dia sadar betul kalau otaknya bahkan berisi kemesuman.
Mata Alceena melotot. Tak sabar juga menghadapi Dariush yang tak kunjung paham dengan maksud keinginannya. Dia melepas satu persatu kancing kemeja milik sang kekasih, hingga dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu halus pun terpampang nyata di depan mata. “Seharusnya, setelah lama tak bertemu, kita bercinta.”
Alceena tak menunggu Dariush paham, wanita itu berinisiatif sendiri untuk mencium bibir sang kekasih. Lalu semakin turun ke leher memberikan tanda yang meninggalkan warna merah dan pasti semakin lama menjadi ungu.
Dalam hati Dariush tertawa puas, sekarang wanitanya buas sekali. Tapi itu bagus, jadi bukan dirinya saja yang selalu mengajak penyatuan tubuh dan menyalurkan hasrat.
Dariush tidak menolak setiap serangan yang diberikan oleh Alceena. Bahkan dia membalas saat lidah wanita itu mulai menyapu rongga di dalam langit-langit mulut.
__ADS_1
Suasana semakin panas saat keduanya mulai terbakar gairah. Baik Dariush dan Alceena, mereka saling melucuti pakaian satu sama lain.
Kedua anak manusia itu duduk berhadapan di tengah ranjang. Polos, tanpa busana apa pun yang menutupi.
“Sebagai hukuman karena kau melupakan hari libur, dan belakangan ini sudah membuatku kesal.” Alceena mendorong tubuh Dariush hingga pria itu terbaring.
Jika biasanya Alceena yang dikungkung oleh anak Tuan Dominique yang kedua, kini dirinya yang mengungkung dan berada di atas tubuh Dariush. “Kau dilarang memberontak dan protes,” titahnya seraya menaikkan pinggul hingga sejajar dengan daerah sensitif bawah sang pria.
“Iya, sejak tadi pun aku diam saja. Silahkan menghukumku sesuka hatimu,” balas Dariush yang tangannya sudah nakal dan mengambil posisi memegang dua buah yang kencang dan menonjol di atas perut.
“Emh ....” Dariush sungguh melakukan sesuai yang diperintahkan oleh wanita pujaan hatinya.
Tentu saja si pria berotak mesum itu tak akan memberontak. Hukuman yang diberikan pun membuatnya keenakan, dan rasanya ingin lagi dan lagi. Dia menikmati setiap gerakan pinggul si ibu hamil tersebut yang seperti sedang memompa tubuhnya.
Walaupun goyangan Alceena tak cepat, tapi rasanya tetap nikmat. Apa lagi suara erotis yang keluar dari bibir wanita itu, ditambah peluh bercucuran di seluruh tubuh mulai ujung kepala hingga kaki. Membuat matanya otomatis merem melek secara bergantian.
__ADS_1
Proses bercinta itu tak berlangsung lama, karena Alceena sudah lelah dan sampai di puncak kenikmatannya. “I’m done,” ucapnya seraya melepaskan tubuh dari Dariush.
“What?” pekik Dariush dengan wajah yang nampak kecewa. “Cepat sekali, bahkan aku belum mengeluarkan cairan,” protesnya karena disudahi saat sedang nikmat-nikmatnya.
“Kau urus saja sendiri. Aku lelah, ingin tidur,” balas Alceena. Tanpa rasa bersalah, dia berbaring memunggungi Dariush. Dalam hati wanita itu cukup puas memberikan hukuman tersebut.
Dariush menghembuskan napas pelan. “Ku kira kau akan menghukumku dengan yang nikmat-nikmat, ternyata hukumanmu lebih kejam daripada ibu tiri,” keluhnya seraya menuntaskan sesuatu yang tegak itu agar bisa kembali tertidur. Tentu saja menggunakan tangannya sendiri.
...*****...
...Abis merem melek tuh enaknya berantem gak sih? Wkwkwk kayanya seru tuh abis emh ah emh, terus ngamuk...
...Si Ceena kayanya menyesal inseminasi buatan sampe perawannya diambil sama alat kedokteran, makanya tuh dia ketagihan shay lewat jalur alami, merem melek mantap...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
__ADS_1