My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 132


__ADS_3

Saat layar sebesar enam koma tujuh inch menunjukkan salah satu kontak yang disimpan dengan nama berakhiran emoticon queen dan love, Dariush langsung meraih ponsel yang sejak tadi dia pandangi. Wajahnya terlihat berseri karena yang dinanti pun akhirnya menghubungi juga.


Dariush berdeham sejenak agar tak terlalu menunjukkan bahwa sedang sangat bahagia. Dia menempelkan ponsel ke telinga setelah menggeser bulatan hijau. “Kau sudah bangun?” Pria itu langsung menyapa dengan pertanyaan.


“Sudah, kau di mana? Kenapa saat aku membuka mata tak melihatmu lagi?” tanya Alceena seraya memainkan rambut dengan telunjuk kanannya.


“Pulang ke mansion keluargaku,” jelas Dariush.


“Oh ....” Alceena menjawab dengan sangat singkat. Tapi jelas jika nada yang keluar dari bibir itu terdengar kecewa.


Dariush menaikkan sebelah alis kala tak ada suara lagi. “Ceena, apa kau baik-baik saja di sana?” tanyanya memastikan.


“Hm.” Alceena lagi-lagi pelit untuk berbicara.


“Sebenarnya ada apa menghubungiku tengah malam?” pancing Dariush agar Alceena mengutarakan tujuan utama menelepon dirinya.


Alceena mengedikkan bahu dan memasang wajah cemberut, padahal tak bisa dilihat oleh Dariush juga. “Tak apa, hanya bertanya keberadaanmu saja. Bukankah kau mengatakan jika aku boleh menghubungimu kapanpun dan dimanapun?” Sinis sekali wanita itu berucap. Bukan karena tak suka dengan Dariush, tapi sebal, pria itu sungguh tega meninggalkannya tanpa berpamitan terlebih dahulu atau menunggunya bangun. Padahal dia ingin meminta Dariush untuk menemani di penthouse.


“Hanya itu?”


“Hm, sudah dulu, aku mau lanjut tidur,” pamit Alceena.


Setelah memutuskan panggilan, Alceena menggerutu seorang diri. “Dasar pria tak peka, menyebalkan!”


Sedangkan Dariush, pria itu menghembuskan napas kecewa karena lagi-lagi tak sesuai ekspektasi. “Padahal ini sudah waktunya Alceena menjawab pertanyaanku kemarin malam, apa dia lupa?”

__ADS_1


Dariush meletakkan ponsel di atas nakas, dan merebahkan tubuh. Dia memejamkan mata untuk mencoba istirahat.


Namun, ponsel Dariush lagi-lagi berbunyi. Segera dia angkat. “Ya, Ceena?”


“Gelas ada di mana? Aku haus,” tanya Alceena dengan nada sinis.


“Ada di dapur, kau buka saja laci bawah yang paling ujung kanan.”


“Hm.” Alceena langsung menutup sepihak.


Dariush mengerutkan kening seraya melihat layar ponsel yang sudah mati. “Kenapa dia jadi aneh?”


Baru saja Dariush hendak meletakkan ponsel ke atas nakas, sudah ditelepon lagi oleh Alceena.


“Airnya di mana?”


“Oh.” Tanpa kata terima kasih lagi, dia memutus panggilan.


Dariush hanya bisa bergeleng kepala dan kembali menarik selimut. Tapi Alceena sudah menghubungi lagi. “Ap—” Belum sempat menyelesaikan ucapan, sudah dipotong oleh wanitanya.


“Remot televisi di mana? Aku bosan dan ingin mencari hiburan.” Tak ada nada lembut dari bibir Alceena.


“Televisi yang mana? Kamar atau ruang tengah?”


“Dua-duanya!”

__ADS_1


“Ada di laci kamar, kalau ruang tengah ada di meja samping sofa.”


“Ya.” Panggilan dia putuskan lagi.


Dariush berdecak tiga kali diiringi gelengan kepala. “Padahal tanpa tanya pun barang-barang itu mudah ditemukan.”


Sebenarnya, Alceena sengaja menanyakan hal-hal sederhana itu untuk mencari perhatian Dariush agar kembali ke penthouse menemaninya. Tapi dia tak mendapatkan apa yang ada di angan-angan tersebut.


Lagi, entah ini sudah panggilan keberapa karena sejak tadi Alceena menelepon dan mematikan setelah mendapat jawaban. Mulai dari bertanya letak selimut baru, gantungan baju, sandal untuk dipakai di dalam, handuk, sabun, shampo, dan masih banyak lagi.


Dan kali ini Alceena sampai kehabisan akal agar Dariush kembali ke penthouse.


“Sayang, sudah dini hari, tidurlah lagi. Jangan bergadang, tak baik untuk kandunganmu,” tegur Dariush. Matanya melihat ke arah jam digital, menunjukkan pukul dua pagi.


Dariush bukan mendapatkan jawaban, justru mendengar suara isakan, dan tentu saja membuatnya langsung duduk dan khawatir. “Ceena, kau kenapa?”


...*****...


...Aku gak mau sendiri Dar, maunya ditemenin, kamu kok tega tinggalin aku pas lagi sayang-sayang e ... eh salah, pas lagi pulas-pulas e wkwkwk...


...Ada darah Dar, keluar menjalar di pahaku. Fix kalo jawabannya itu pasti Dariush langsung kalang kabut hahahaha...


...Hayo, kira-kira apa jawaban Alceena?...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...

__ADS_1


...Gaada bonus dulu bestie, kepalaku cenut-cenut gara-gara minum es fanta di siang hari yang terik...


__ADS_2