My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 62


__ADS_3

“Astaga ... manja sekali, makan saja minta disuapi,” ejek Alceena. Namun, tetap saja tangan menarik piring berisi pasta yang tadi disodorkan padanya.


“Bukan manja, tapi sedang mencari perhatianmu,” sanggah Dariush meluruskan. Dia berpindah tempat duduk menjadi di dekat wanitanya agar lebih mudah disuapi.


“Oke, baiklah, anak Tuan Dominique yang satu ini sedang ingin dimanja ternyata.” Alceena meraih garpu dan mengambil pasta, mengulurkan tangan yang membawa makanan tersebut ke depan mulut Dariush. “Ayo anakku, buka mulutnya lebar-lebar,” kelakarnya bermaksud mengejek jika saat ini Dariush sedang seperti anak kecil.


“Bukan anakku, suamiku,” protes Dariush, dia melahap makanan yang disuapkan oleh Alceena dan mengunyah secara perlahan.


“Memangnya kita suami istri?” Alceena menaikkan sebelah alis seraya tangan mengambilkan makanan lagi.


“Tidak, tapi jika kau mau, aku bisa mewujudkannya segera.” Dariush berbicara sangat santai, seperti tak memiliki beban. Dia menggeserkan kursi hingga berdempetan dengan sang wanita. Tangan secara tiba-tiba sudah merengkuh pinggul Alceena. “Besok pun aku siap menikahimu jika kau bersedia menjadi istriku,” bisiknya di telinga anak kedua keluarga Pattinson.


Alceena segera menggelengkan kepala. “Tidak, terima kasih tawarannya. Aku belum siap menikah.” Dia langsung menolak saat itu juga. Disamping memikirkan perasaan Cathleen, Alceena juga belum memiliki rasa cinta untuk Dariush. Semua kedekatan ini hanya demi janin yang di kandungan agar tidak menyakitinya.

__ADS_1


“Katakan padaku jika kau sudah siap, anakmu butuh sosok Daddy ketika sudah lahir nanti, dan aku adalah pilihan yang tepat,” pinta Dariush. Tangannya mengelus kepala Alceena, melabuhkan kecupan di pelipis wanita itu.


Alceena tidak menanggapi ucapan tersebut. Dia justru menyuapkan makanan ke dalam mulut Dariush lagi. “Ayo, habiskan dulu makannya.”


Dariush terkekeh seraya mengacak-acak rambut Alceena. “Kau sekarang sering sekali terlihat salah tingkah jika bersamaku.” godanya dengan alis yang naik turun.


Alceena mencubit lengan Dariush yang sudah kembali tengil dengannya. “Bukan salah tingkah, tapi aku canggung. Dulu sering menghindarimu, dan sangat membencimu. Sekarang tiba-tiba anakku menginginkan di dekat musuhku sendiri.” Dia mencoba menjelaskan situasi yang sedang dihadapi.


Alceena mengacak-acak rambut Dariush dengan gemas. “Dia tak bisa mendengarmu.”


Dariush sedikit menaikkan badan hingga wajah saling bersitatap dengan Alceena. Namun, tangan tetap mengelus perut wanita itu. “Tapi dia bisa merasakan kehadiranku.” Seutas senyum tengil khas Dariush pun menghiasi wajah tampannya.


“Benar juga,” gumam Alceena secara spontan. Anaknya memang tahu jika sedang berada di dekat Dariush karena setiap jauh, pasti membuat perutnya sering kram atau mual. Tapi, ketika melihat dan di dekat pria itu, otomatis sembuh sendiri.

__ADS_1


“Nah, itu tandanya anakmu sudah pintar memilih calon Daddynya,” kelakar Dariush seraya mengacak-acak rambut Alceena.


Alceena mencebikkan bibir. “Percaya diri sekali.” Cubitan kecil pun dilayangkan pada perut Dariush. Dia kembali menyuapi anak kedua Tuan Dominique sampai habis.


Sedangkan Dariush mengulas senyum bahagia. Akhirnya, setelah sekian lama, dia bisa sedekat ini dengan wanita pujaannya. ‘Semua berkat anakku,’ ucapnya dalam hati.


...*****...


...Jangan kemanisan, nanti pada diabetes weyyyy. Dan tolong hargai yang masih jomblo, dunia ga milik kalian berdua aja wkwkwkwk...


...Cie ... kurang panjang ya? Soalnya yang panjang itu cuma anu aja wkwkwk. Anu apa? Ya anu itu pokoknya...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...

__ADS_1


__ADS_2