My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 158


__ADS_3

Jika Cathleen sedang menemani Gerald duduk di sudut ruangan pesta, lain hal dengan Alceena yang tengah digerayangi oleh tangan nakal Dariush.


Sejak sampai di salah satu kamar di mana Dariush menunggu wanita berambut singa, Alceena langsung tak dilepaskan oleh pria mesum itu.


Dariush bukan menjamah wanita pujaan hatinya dengan penyatuan tubuh, dia hanya memeluk sembari memainkan ujung dua buah yang ada di dada. Pria itu tak ingin terlalu banyak membuat Alceena kelelahan bercinta, kasian juga anak-anaknya jika setiap saat terkena semburan larva putih.


“Dariush, sudah cukup!” titah Alceena seraya memegang kedua tangan kekasihnya. “Jika kau terus memainkan itu, bisa membuatku bergairah.” Dia lalu menyingkirkan bagian tubuh yang senang sekali memegang dirinya.


“Lalu aku harus apa? Bosan kalau di dalam kamar tapi tak melakukan apa pun,” keluh Dariush. Kalau memegang buah yang ada di dada dilarang, akhirnya tangannya berpindah ke perut. “Kalau di sini kau omeli lagi atau tidak?” tanyanya memastikan.


“Tidak, aku suka diusap perutnya.” Alceena menikmati sentuhan dari tangan Dariush.

__ADS_1


Namun, tak berlangsung lama. Wanita berambut acak-acakan dan mengembang seperti singa itu mulai mendengar bunyi dari perutnya. Dia menyingkirkan lagi tangan Dariush, perlahan berpindah duduk, lalu berdiri.


“Kau mau ke mana?” tanya Dariush yang melihat Alceena mulai memakai dress lagi yang tadi sudah dia lepas saat masuk ke dalam kamar.


“Turun ke pesta, aku lapar, mau mencari makanan di sana,” jawab Alceena.


“Kalau mau makan, tunggu di sini saja, nanti ku panggil pelayan untuk menyiapkan untukmu.” Dariush mencegah kekasihnya agar tak pergi meninggalkannya. Dia merubah posisi menjadi duduk di tepi ranjang.


“Tidak mau, aku ingin langsung ke bawah. Sudah jauh-jauh datang ke pesta, tapi ujung-ujungnya menghabiskan waktu di dalam kamar saja. Lalu, apa bedanya dengan di penthouse kalau seperti itu?” tolak Alceena. Dia tetap saja mengayunkan kaki menuju arah pintu.


Dariush bergeleng melihat Alceena yang sejak dahulu sampai sekarang pun masih tetap keras kepala. Pria itu perlahan mendekati wanitanya, lalu memeluk dari belakang. “Aku tak ingin ada pria lain yang melirikmu, mencolek, mengajak berkenalan, atau bahkan berbuat tak baik padamu. Kau hanya milikku.”

__ADS_1


Alceena mengurai pelukan Dariush, membalikkan tubuh dan menangkup kedua pipi sang kekasih. Dia sedikit mendongak agar bisa bersitatap. “Siapa juga yang mau dengan wanita hamil dan berpenampilan tak modis? Rambut acak-acakan, gaun seadanya, tak memoles make up. Lihat saja diriku yang sudah seperti tarzan.”


“Kau itu sungguh wanita yang sulit sekali diatur.” Dariush semakin memporak porandakan rambut Alceena, begitu juga dengan hati wanita itu. Merasa percuma melarang kekasihnya, Dariush pun membiarkan Mommy dari anak-anaknya pergi. “Silahkan kalau mau mencari makan di pesta, aku akan mengawasimu dari jarak dekat untuk memastikan tak ada yang macam-macam denganmu.”


Alceena langsung mengulas senyum. “Kekasihku posesif sekali.” Sebelum meninggalkan kamar, dia menarik hidung mancung Dariush terlebih dahulu. Barulah dia turun ke bawah hanya demi makanan.


Kedatangan Alceena di banyaknya kerumunan orang itu menjadi pusat perhatian. Jika biasanya dia dijadikan primadona karena kecantikan dan keseksian, sekarang dirinya ditatap dengan sorot aneh karena penampilannya seperti orang malas. Tapi tak dia pedulikan, toh ada satu orang yang terus melihatnya penuh cinta dan kasih sayang.


...*****...


...Semoga ketemu Cathleen, terus perang saudara di sana, jambak-jambakan, cakar-cakaran, jotos-jotosan, tampar-tamparan. Pokoknya aku dukung Alceena dan Cathleen berantem di pesta, biar makin seru HAHAHAHA *tawa jahat*...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2