My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 56


__ADS_3

...Coba bacanya dieja bestie, biar ga cepet kelar wkwkwk...


...*****...


Dariush melihat gelagat aneh Alceena. Dia segera melepaskan tangan wanita yang merangkul lengannya. “Aku pergi dulu.” Sebelum meninggalkan anggota keluarganya, menyempatkan untuk berpamitan.


Dariush yang hendak mengayunkan kaki menyusul Alceena pun tiba-tiba merasa tangannya dicekal oleh jemari berotot. Mau tak mau wajah pun menengok ke samping di mana Delavar sedang mencegahnya untuk pergi.


“Mau ke mana kau?” tanya Delavar menyelidik. Dia tahu jika sedari tadi kembarannya mengamati Alceena.


“Toilet,” kilah Dariush yang tak ingin dihalangi untuk menyusul wanitanya.


Delavar sengaja menarik tubuh Dariush agar kembali lagi ke tempat semula. “Bohong, kau akan menemui Alceena, ‘kan? Tak akan ku biarkan sampai wanita itu mengakui perasaannya padamu!” Dia berbicara dengan nada yang terdengar sangat tegas.

__ADS_1


Namun, Dariush justru menghempas secara paksa tangan Delavar yang menjeratnya agar tak bisa pergi. “Lepas! Aku tak bisa berdiam diri di sini terus saat mataku dengan jelas melihat Alceena kesakitan!” terangnya memberikan alasan kenapa dia ingin meninggalkan ballroom.


“Pasti dia kembali ke kamarnya, tunggu sampai mulutnya berani mengucap kata-kata yang memintamu untuk berada di sisinya.” Delavar masih mencoba membuat Dariush teguh dengan sandiwara yang sudah direncanakan sejak awal.


Dariush menatap tajam pada kembarannya sendiri. “Memastikan kesehatan dan keselamatan Alceena beserta bayi yang dia kandung itu lebih penting daripada gengsiku sendiri! Di sana ada anakku, mana bisa terus berdiam diri seperti orang bodoh! Aku tak ingin menyesal jika sampai kehilangan salah satu dari mereka, hanya karena ego yang tinggi, mengharapkan wanita itu mengatakan cinta padaku!”


“Pergilah, pastikan keponakanku baik-baik saja.” Danesh menepuk pundak Dariush agar segera menyusul Alceena. Dia paham dengan apa yang dikhawatirkan kembarannya.


“Permisi!” Tak peduli berapa kali kembarannya mengingatkan untuk menjadi pria acuh, Dariush tak bisa tenang menjiwai perannya tersebut saat Alceena terlihat kesakitan. Ayunan kaki yang menghentak di lantai itu sangat buru-buru saat keluar dari ballroom, tapi sudah tak mendapati Alceena di sepanjang lorong lantai tersebut.


“Tunggu!” Dariush berteriak sebelum pintu lift tertutup rapat. Namun, terlambat, benda tersebut sudah mulai berjalan mengantarkan Alceena untuk turun ke lantai delapan.


“Sial!” Dariush langsung berpindah haluan. Dia menuju tangga darurat. Menuju lantai di mana kamarnya berada.

__ADS_1


Napas pria itu nampak terengah-engah karena harus menuruni sebanyak tujuh lantai. Tapi tak masalah, asalkan Dariush tidak terlambat untuk memastikan wanitanya beserta anaknya baik-baik saja.


Akhirnya, Dariush tiba juga di lantai delapan. Dari kejauhan, matanya bisa melihat Alceena yang berjalan di lorong sembari memegang perut.


Berjalan secepat mungkin, Dariush segera menghampiri Alceena. Pria itu tidak banyak mengucapkan kata-kata, dia langsung menggendong sang wanita yang tengah mencoba membuka pintu kamar.


Alceena yang tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang di udara pun melongo melihat Dariush dengan wajah yang sangat terlihat jelas sedang khawatir. “Dariush, kenapa kau menggendongku?”


“Kita ke rumah sakit sekarang!” Dariush bukan menjawab, tapi memberi tahu ke mana dia akan membawa Alceena pergi.


“Untuk apa ke rumah sakit? Aku hanya ingin istirahat di kamar saja.” Alceena mengajukan pertanyaan seraya melingkarkan tangan di leher Dariush.


“Sudahlah, jangan banyak bertanya. Ku cumbu kau jika terus mengajukan pertanyaan. Turuti saja kemauanku, aku ingin memastikan sesuatu,” ucap Dariush yang kini sudah mulai meruntuhkan egonya sendiri dan kembali senang mengancam Alceena jika melawan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


...*****...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


__ADS_2