My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 148


__ADS_3

Waktu terus bergulir menjelang siang. Alceena sudah mandi dua kali hari ini karena akan pergi. Wanita itu sedang bersiap di walk in closet untuk berganti pakaian dan sedikit berdandan walaupun hanya sekedar memoles lipstick serta merapikan alis.


“Rapi sekali, mau pergi ke mana?” tanya Dariush seraya bergelayut manja memeluk sang kekasih dari belakang. Sorot mata lurus ke kaca, melihat pantulan dirinya dan Alceena.


“Semalam ‘kan aku sudah bilang padamu, hari ini akan pergi menemani Cathleen mencari gaun untuk pesta lajang besok.” Alceena menjawab dengan menatap mata Dariush yang ada di cermin.


“Kau pamit saat aku sudah ngantuk, jelas saja aku lupa,” kilah Dariush. Tangan usilnya mengacak-acak rambut sang pujaan hati yang sudah ditata rapi.


“Ck! Dariush ...! Merapikan rambut itu lama, aku harus mencatok selama lima belas menit,” gerutu Alceena sembari menggeplak tangan sang kekasih. Bibirnya manyun karena sebal.


Dariush justru semakin suka jika Alceena mulai merajuk. Pria yang memang memiliki kasar keusilan tinggi itu memutar kursi sang kekasih hingga menghadap ke arahnya. Dia membungkukkan badan, dan wajah keduanya saling bersitatap dengan jarak tak ada satu jengkal.


“Kau lebih cantik jika rambutnya seperti singa.” Dariush semakin membuat surai Alceena berantakan hingga waktu yang sudah diluangkan oleh wanita itu untuk mencatok pun sia-sia. Padahal, dia sengaja membuat sang kekasih terlihat seperti orang malas dan tak rapi, agar tak akan ada orang yang suka dengan si seksi kecintaannya.


“Besok-besok aku tak akan mencatok lagi kalau pada akhirnya kau rusak.” Alceena masih menggerutu saja karena tak terima.

__ADS_1


Dan satu-satunya cara untuk menghentikan sang kekasih yang merajuk dan manyun adalah jurus menyatukan bibir. Dariush mendekatkan wajah dan langsung mencium Alceena.


Wanita itu jika mendapatkan serangan dari Dariush, memang langsung membalas dan melingkarkan tangan di leher sang pria.


“Pasti kau sengaja ‘kan memanyunkan bibir agar ku cium?” Setelah menyudahi penyatuan bibir, Dariush mulai menggoda sang kekasih. Kedua alis tebalnya naik turun.


Alceena mengusap wajah Dariush dengan kasar. “Sudah, jangan mengusiliku terus, nanti ku tinggal pulang ke mansion dalam jangka waktu yang lama kalau kau terus mengerjaiku,” ancamnya seraya berpegangan pada tangan sang kekasih untuk dibantu berdiri.


“Silahkan, memangnya kau kuat tak melihatku dalam waktu lama?” Dariush justru semakin menantang.


Dariush terkikik melihat tingkah kekasihnya yang menggemaskan. “Sekarang bilang oke, nanti kalau sudah rindu dipeluk dan dicium baru merengek seperti biasanya.” Ah memang pria satu ini senang sekali menggoda.


Dariush bisa berbicara seperti itu karena setiap kali mereka berpisah selama satu malam untuk menginap di mansion keluarga masing-masing, pasti Alceena pada malam hari akan melakukan panggilan video. Kekasihnya itu menangis, merengek karena rindu, tapi kalau diajak pulang saat itu juga tak mau. Memang harus pintar memahami keinginan ibu hamil kesayangannya.


“Sudahlah, ayo antarkan aku ke Stockman, nanti Cathleen menungguku sampai jamuran karena terlalu lama.” Alceena selalu salah tingkah jika diungkit tentang dirinya yang manja. Dia mengambil sepatu dengan heels setinggi tiga centimeter.

__ADS_1


Wanita itu hendak memasukkan kaki ke dalam sepatunya, tapi tiba-tiba diambil oleh Dariush. “Sudah aku bilang, jangan pakai ini, nanti kakimu mudah lelah atau bisa saja membuatmu keseleo,” omelnya.


“Maaf, aku lupa, kebiasaan memakai yang ada heelsnya, jadi tanganku otomatis mengambil itu.” Alceena berkilah seraya menunjukkan rentetan gigi putih agar Dariush tak memarahinya terus.


Dariush mengambil sneakers yang dia belikan dua bulan lalu. Pria itu berjongkok di hadapan sang kekasih. “Ini jauh lebih nyaman dipakai untuk jalan-jalan.” Anak Tuan Dominique tersebut tak malu memakaikan sepatu di kaki wanitanya. Benar-benar memperlakukan Alceena seperti seorang ratu.


Setelah selesai menutup kaki sang kekasih dengan sepatu, dia mengusap puncak kepala Alceena. “Nanti ku musiumkan semua sepatumu yang tinggi, agar tanganmu tak gatal mengambilnya,” imbuh Dariush memberi tahu.


...*****...


...Jangan lupa lihat video terbaru mereka di instagram aku @heynukha...


...Ya Tuhan ... apa dosa hambamu ini? Kenapa mereka gak kasian sama kaum jomblo di sini? Bukannya menghentikan kebucinan dan keuwuannya, justru semakin menjadi-jadi saja kelengketkan Dariush dan Alceena....


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...

__ADS_1


__ADS_2