
“Kau tak kasian denganku? Bagaimana jika kembaranmu yang cantik ini diganggu oleh pria hidung belang di pesta lajang?” Geraldine masih tak menyerah untuk membujuk. Dia menyilangkan tangan di dada dan menyandarkan pantat pada meja, menatap kembarannya dengan wajah kesal karena Gerald sungguh sangat dingin serta sulit diprovokasi.
“Ya tak perlu datang, masalah simple saja kau perumit,” balas Gerald tanpa memalingkan wajah dari komputer. Dia tetap memainkan game dan tak peduli dengan rengekan saudara kandungnya.
Geraldine mengepalkan tangan dan mengangkat ke udara, ingin sekali memukul kepala Gerald agar tak menyebalkan. Tapi diurungkan karena pria yang sedang dihadapi merupakan seseorang yang kini mudah sekali pergi begitu saja kalau sudah mulai malas berkomunikasi dengan orang lain.
Hembusan napas pelan keluar dari bibir Geraldine, seraya mengelus dada agar lebih sabar. “Kau tega sekali, aku ‘kan juga mau mencari pasangan.” Terus saja dia merengek.
Membuat telinga Gerald mulai panas karena kembarannya tak berhenti berbicara. “Bawa bodyguard untuk menjagamu, kalau kau memang mau datang ke sana!” balasnya dengan nada bicara sangat tegas.
Tengan kekar Gerald mematikan komputer. Dia sudah malas bermain game di sana. Pria itu langsung keluar ruangan tanpa pamit.
“Ge! Kau itu selalu pergi begitu saja kalau ada orang yang sedang bicara, tak sopan!” omel Geraldine seraya mengikuti langkah kaki kembarannya yang menuju kamar.
Wanita itu hendak masuk ke dalam juga. Tapi, mendadak tubuh Gerald berputar dan melayangkan tatapan tajam.
__ADS_1
“Kalau kau mau istirahat di apartemenku, silahkan cari kamar lain atau di sofa juga boleh. Jangan menggangguku!” Setelah memberikan peringatan, Gerald menutup pintu dan mengunci dari dalam.
Geraldine berdecak kesal. “Cocok sekali dia menjadi hasil perpaduan wanita keras kepala dan pria sedingin Antartika,” gumamnya yang tak mengaca kalau dia juga berasal dari pabrik sama.
Geraldine pun memilih duduk di sofa dan hendak memberitahukan hasil bujuk rayu yang gagal kepada anggota keluarga lainnya. Tentu melalui sambungan telepon. Dia menghubungi siapa saja yang mengangkat terlebih dahulu, dan ternyata Dariush manusia yang paling cepat.
“Apa?” tanya Dariush.
“Aku gagal,” jawab Geraldine seraya membaringkan tubuh di sofa.
Geraldine berdecak, dan rasanya ingin menoyor kepala Dariush. “Kau itu jadi sepupu sungguh pasrah sekali menghadapi masalah saudaranya. Bantu aku menyeret dia secara paksa!”
“Dengar, kembaranmu itu mau diseret paksa oleh sepuluh orang pun masih bisa melawan.”
“Ah sudahlah, berbicara denganmu sungguh tak menyelesaikan semuanya. Yang ada aku semakin pusing.” Geraldine memutus panggilan secara sepihak. Bukannya mendapatkan jalan keluar, justru menjadi semakin kesal.
__ADS_1
Satu-satunya orang yang bisa membantu dan merupakan jalan terakhir dirinya untuk meminta pertolongan adalah Tuan Dominique yang merupakan pamannya. Pria yang dia kenal dengan jutaan cara licik, pasti bisa memberikan solusi.
Geraldine menelepon Tuan Dominique. Wanita itu justru tak menghubungi orang tuanya. Sebab, Mommy Gabby dan Daddy George adalah orang yang membebaskan jalan pilihan Gerald, asalkan masih dalam batas wajar serta bisa mempertanggung jawabkan setiap perbuatan.
“Tumben kau meneleponku, ada apa?” Tuan Dominique langsung menanyakan maksud dan tujuan keponakannya.
“Aku butuh saran—” Geraldine menceritakan semua permasalahan dan usahanya yang gagal dalam membujuk, serta tak lupa keinginannya yang mau membawa Gerald ke pesta lajang agar mendapatkan wanita baru untuk menutupi masa lalu yang tak mungkin bisa kembali lagi.
“Oh, itu gampang, kau datang ke mansionku, nanti ku beri tahu saran yang cocok,” titah Daddy Davis. Manusia yang sejak muda sampai tua pun masih memiliki banyak trik licik.
...*****...
...Nah itu, bener Geraldine nanya sama biangnya kelicikan. Pasti dikasih solusi tokcer. Kalo nanya sama bapak emak lu mah pastinya bakalan dijawab, “yaudah, itu pilihannya, untuk apa dipaksa?” Wkwkwk dahlah cape kalo ngadepin manusia batu sama es balok. Mending sama manusia arogan tapi kelakuannya somplak aja....
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
__ADS_1