My Love Story 2

My Love Story 2
21. Imut sekali


__ADS_3

Kara dan Nadia dalam perjalanan pulang, didalam mobil mereka saling diam, Nadia masih merasa sangat kesal pada Kara, Kara sesekali melirik wajah kesal Nadia. keluarga Kara menyambut dengan bahagia ketika melihat kehadiran mereka, ibu Kumala memeluk Nadia.


"Nad, kamu masuk ke kamar untuk menata semua barang barang milikmu, setelah itu gabung dengan kami untuk sarapan." ucap lembut ibu Kumala.


"iya tan eh ma.. " ucap Nadia tersenyum, ia masih kaku dengan memanggil sebutan mama.


"Put antar Nadia ke kamarnya!" Putri pun mengangguk dan membawa Nadia kekamar Kara.


"nah.. Nad ini kamar Kara, cukup besar ya.." Nadia tersenyum pada Putri, lalu ia meninggalkan Nadia yang masuk kedalam kamar Kara.


Nadia melihat sekeliling kamar Kara yang lumayan sedikit besar dari kamarnya, Nadia membuka ruang ganti milik Kara terdapat banyak lemari disana. Nadia terkejut semua barang Kara terletak pada tempat yang berbeda seperti tempat kemeja, jas, kaos ringan, celana, dasi, sepatu, jam dan masih banyak lainnya. tapi Nadia berpikir dimana ia harus meletakkan barang barangnya, Nadia keluar dari ruangan itu menuju meja rias Kara.


"hm.. Kara kau harus membagi meja ini untukku!" Nadia menyingkirkan barang milik Kara dan mulai menata barang miliknya.


"apa yang kau lakukan!" ucap Kara tiba tiba, ia terkejut melihat meja itu hampir separuh teriisi dengan barang Nadia dan miliknya seperempatnya saja.


"Kara dimana aku harus meletakkan baju baju ku?" Kara menaikkan satu alisnya, dan melangkah kearah ruang pakaian Kara.


"hanya ada ruang ini!" Nadia menatap Kara


"hei.. lihatlah ada dua koper bajuku, tempat segini mana cukup tuan KR!"


"terserah!" Kara dengan acuh masuk dalam kamar mandi.


Nadia berpikir keras untuk menemukan cara agar pakaiannya bisa cukup dilemari Kara, setelah beberapa menit Kara keluar dari kamar mandi ia melihat Nadia masih berkutik didalam lemarinya. Kara menghampiri Nadia, terlihat koper koper Nadia sudah kosong, Kara merasa heran.


"sudah!!" Nadia merasakan Kara berdiri dibelakangnya, ia pun menoleh kearah Kara dan tersenyum.


"hm.. lumayan, " batin Kara melihat lemari itu tertata rapi, bahkan barang barang Nadia terisi disana tanpa mengganggu barangnya.

__ADS_1


"pergilah, aku mau ganti baju aku akan ke kantor." Nadia pun mengangguk, saat Nadia melangkah ia menginjak sesuatu yang licin hingga hampir jatuh jika Kara tidak menangkapnya.


brugh..


karena tidak ada keseimbangan Kara dan Nadia jatuh kelantai, Kara berada dibawah dan Nadia menindihinya. tercipta adegan romantis disana, Kara memandangi wajah Nadia, Nadia merasakan panas diwajahnya hingga memerah.


"pfftt" Kara menahan tawa saat melihat wajah Nadia, Nadia merasa bingung dengan itu.


"apa, ke apa kau tertawa." ketus Nadia.


"sampai kapan kamu akan berada diatasku seperti itu." Nadia tersadar bahwa dirinya masih diatas Kara, ia pun dengan cepat berdiri merapikan pakaiannya dan berlalu keluar dari sana.


Nadia menuruni anak tangga dengan memegang kedua pipinya yang terasa panas, Nadia menghampiri keluarga itu yang sedang berkumpul diruang makan.


"ma.. Nadia bantu ya.." ucap Nadia


"tidak perlu sayang, kamu duduk aja." jawab ibu Kumala tersenyum.


"Nad kamu suruh Kara kesini untuk sarapan ya.." ucap Putri pada Nadia, Nadia pun mengangguk dan berjalan mendekati Kara.


"Kara.. mama meminta kita untuk sarapan!"


"tidak perlu, aku harus kekantor" sebelum Nadia menjawab Kara sudah pergi, yang lainnya pun hanya menggelengkan kepala lalu menyuruh Nadia untuk duduk dan sarapan.


"Nad, kapan kamu akan kerja lagi nak?" tanya pak Wijaya.


"hm.. kurang 2hari lagi .." pak Wijaya hanya mengangguk.


"oh iya , emang Nadia di ijinin kerja?" pak Wijaya tersenyum kearah Nadia.

__ADS_1


"tentu saja, kami semua tidak ingin menghambat karirmu kami semua mendukungmu nak.." Nadia tersenyum dengan itu.


"terima kasih om.."


"om?" saut pak Wijaya yang tidak suka dipanggil om


"eh maksudnya terima kasih papa.." ralat Nadia dan semua orang pun tersenyum disana.


Kara sedang berada dalam perjalanan kekantor, tiba tiba ia terbayang wajah Nadia yang sedang marah. Kara pun tersenyum tanpa ia sadari, tapi senyum itu hilang seketika.


"apa yang terjadi padaku,!" batin Kara, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Kara pun melajukan mobil menuju kantornya.


****


sore itu Nadia membersihkan seluruh sudut kamar Kara, dari mengganti sprei, selimut hingga mengganti gorden jendela. bahkan Nadia menata barang milik Kara dengan rapi, dan membersihkan barang yang sudah tidak dibutuhkan akan ia buang.


terakhir Nadia membersihkan meja dekat kasur, ia membersihkan hingga dalam laci. saat Nadia membersihkan itu, ia melihat sebuah foto lantas Nadia mengambilnya dan ia merasa bingung melihat foto itu.


"wah.. imut sekali siapa ini ya, mana cantik pake hijab" gumam Nadia, ia membalik foto itu dan tertera nama disana.


"Angel." Nadia membaca tulisan pada foto itu, ia pun membalik foto itu lagi dan memandanginya.


"oh jadi kamu istrinya Kara dulu pantas saja, Kara sangat mencintaimu. kamu sangat cantik dan manis, apa kau sangat baik.. ahh terlihat dari wajahmu,.." ucap Nadia tersenyum sendiri, memegang foto Angel.


"apa yang kamu lakukan!"


****


jangan bosen ya... 😍

__ADS_1


jangan lupa juga like dan komen kalian😍


__ADS_2