
6 Tahun kemudian...
sebuah rumah sakit dibandung terdapat seorang dokter yang sangat anggun dan cantik mempesona. semua orang sangat menyukainya, banyak orang yang suka cara perawatan dari dokter tersebut.
"dokter, bagaimana pasien dibangsal 20 ingin pulang?" ucap seorang perawat, wajah dokter cantik itu sedang memakai masker.
"aku akan menemuinya, kau jangan khawatir." saut dokter itu dengan lembut, perawat tersenyum dan mengangguk.
dokter itu masuk kedalam ruangannya, ia melepas semua atributnya dan yang terakhir melepas masker diwajahnya. terlihat wajahnya yang cantik, ternyata dokter itu adalah Nadia, setelah 6 tahun Nadia menjadi dokter lagi di bandung.
Nadia POV
aku Nadia Salsabillah, kalian pasti sudah mengenalku sebelumnya. saat ini usiaku 35 tahun, bertambahnya umur mereka bilang aku semakin cantik. oh iya aku memutuskan menjadi dokter 6 tahun terakhir, aku merasa beruntung bisa menjadi dokter lagi.
dan satu lagi aku ingin memberitahukan pada kalian, aku memiliki seorang peri kecil. kalian pasti sudah tahu anak siapa itu, dia bernama Naira Putri. usianya 6 tahun dan sekarang ia menginjak kelas 1 sd dibandung. wajahnya sangat mirip denganku, tapi sifat dan kelakuannya sama dengan Kara.
hari ini aku pulang kerumah, karena hari ini adalah hari ulang tahunku. aku berpikir semoga putriku mengingat ulang tahun ibunya.
setelah sampai dirumah aku bertanya pada semua pelayan, katanya Naira belum kembali dari sekolah. tapi saat aku ingin pergi ke kamar tas ku terjatuh, seluruh isinya keluar dari dalam tasku. aku melihat dompetku dan mulai bersedih ketika melihat foto Kara.
"apa kamu mengingatnya, hari ini hari ulang tahunku?" gumamku melihat fotonya.
"mama!!"
__ADS_1
suara Naira memanggilku membuatku bahagia, aku menoleh kearahnya. Naira langsung memeluk diriku.
"bagaimana sekolahmu?" tanyaku dengan mencium pipinya, Naira tertawa karena merasa geli.
"hihi.. aku baik papa memberikan aku permen banyak!!" aku terkejut saat Naira mengatakan papa.
"Naira mama kan bilang, jangan memanggilnya papa, nanti dia akan merasa kesal." ucapku,
"tidak, aku sangat senang." ucap seseorang membuatku dan Naira menoleh kearah suara itu berasal, terlihat seorang pria berdiri menggunakan jas hitam, dia berdiri tersenyum kearah kami.
"papa Vano, mama memarahi Naira lagi..." ucap Naira lalu berlari kearah Vano.
ya, pria itu Vano. malam kepergianku Vano yang menolongku, dia menemukan dijalan dan membawaku ke rumah sakit. aku bersyukur bertemu Vano, jika tidak bertemu dengannya entah apa yang akan terjadi padaku.
menurutku Vano sangat baik, masih sama seperti dulu saat kami saling kenal waktu kuliah. Vano bahkan sangat menyayangi Naira seperti putri kandungnya sendiri, aku sangat bersyukur dengan itu. aku tidak menyangka tugas Kara yang seharusnya Kara lakukan, dia melakukan nya tanpa balasan apapun.
"mama kenapa menatap Naira terus, jangan bilang ya kalau Naira sangat cantik karena memang Naira itu cantik dari lahir." ucapan Naira membuatku tersadar, aku tidak sadar Vano berdiri dihadapanku dengan menggendong Naira.
aku tersenyum lebar dengan celetuk Naira, sifatnya tidak beda dengan Kara yang sangat percaya diri dan juga tanggap.
"aku suka saat dia memanggilku papa!" ucap Vano mencium Naira, aku hanya tersenyum.
"papa Vano ajak kami jalan jalan ya, " ucap Naira, aku terkejut dengan itu.
__ADS_1
"Naira, papa harus kerja. malam nanti kita akan bermain oke?" jelas Vano dengan lembut, Naira sangat manja dia mengalungkan tangannya pada leher Vano, Vano hanya tersenyum dan menepuk punggung Naira.
"sayang, papa janji oke?" ucap Vano lagi, akhirnya Naira mengarahkan jari kelingkingnya, Vano menerima itu.
"baiklah, ayo ganti baju. mama akan buat makan siang untuk kalian!" ucapku, Vano membawa Naira masuk kedalam kamarnya untuk ganti baju.
aku menyiapkan makan siang untuk mereka, beberapa menit Vano turun dengan menggendong Naira yang sudah berganti pakaian. mereka berjalan kearahku, Vano mendudukan Naira dan menghampiriku.
"aku akan pergi sekarang." ucap Vano, aku terkejut
"hei makan lah dulu," ucapku mencegahnya,
"aku ada rapat, tadi aku tunda untuk menjemput Naira." ucap Vano lalu berjalan kearah Naira.
"princess papa pergi dulu ya, nanti kita jalan jalan." ucap nya pada Naira, Naira mencium pipi Vano aku hanya tersenyum.
"aku pergi dulu, oh iya selamat ulang tahun." ucap Vano yang tidak lupa dengan ulang tahunku, aku tersenyum lalu Vano pergi.
"mama lihat, Naira membuat ini untuk mama" ucap Naira menunjukan gambarnya, aku melihat itu dan merasa terharu saat Naira menggambar diriku dan bertuliskan selamat ulang tahun mama sayang.
"terima kasih sayang, mama sangat bahagia!" ucapku dengan mencium pipi gembulnya, Naira membalas menciumku. aku sangat bersyukur telah diberikan Naira oleh Allah, Kara seandainya kamu tahu tentang putrimu, putri kita.
***
__ADS_1
dinda ucapkan, Happy New Year 🎉 buat kalian para pembaca, semoga ditahun 2020 menjadi tahun yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya amin.. jangan bosen baca karya author ya😁