My Love Story 2

My Love Story 2
35. malam yang indah


__ADS_3

"Akh!!!"


"Nadia!!" teriak semua orang termasuk Febriyan.


hanya kursi roda itu yang jatuh kedalam jurang, seseorang dengan tepat waktu mengangkat tubuh kecil Nadia. Nadia menutup mata menangis, ia mencengkram kera baju orang itu. Nadia merasakan bahwa tidak terjadi apapun pada dirinya, Nadia perlahan membuka mata. Nadia pun terkejut saat melihat kursi roda itu jatuh tanpa dirinya, dirinya malah ada digendongan seseorang. Nadia melihat orang yang menyelamatkannya, ia pun terkejut lagi saat mendapati suaminya yang telah menyelamatkannya yaitu Kara. Kara memandang wajah ketakutan Nadia, dengan cepat Nadia langsung memeluk Kara dan menangis.


"Kara... aku takut, itu.. hiks.. tadi... Kara.. hiks..." Nadia memeluk Kara dengan erat, Kara juga memeluk Nadia lega karena datang tepat waktu dan tidak terjadi apapun Nadia.


"Nadia berhenti menangis, maaf maaf aku datang terlambat.."


"tidak, kamu tidak terlambat. aku.. hanya takut..hiks..." Nadia terus memeluk Kara erat.


semua orang merasa lega ketika Kara datang tepat pada waktunya, Febriyan yang tidak sampai pun juga merasa lega meski dirinya gagal. lain dengan Risa yang merasa kesal dengan kejadian itu, rencananya gagal untuk mencelakai Nadia.


Kara menggendong Nadia membawanya kepada semua orang, Kara membawa Nadia masuk ke villa diikuti semua orang. Nadia masih memeluk Kara, Kara merasakan tubuh Nadia yang masih gemetar, Kara mencoba menenangkan Nadia. Kara mendudukan Nadia di sofa, dan memberikannya air.


"kamu sudah baik baik saja!" ucap Kara mengelus rambut Nadia, Nadia masih diam.


"Kara bawa Nadia kekamar, dia butuh istirahat." Kara pun mengiyakan dan menggendong Nadia kekamarnya.


"hm.. tante Risa ke kamar dulu, Risa butuh ketenangan." Risa pun masuk kedalam kamarnya.


"menyebalkan, bagaimana bisa Kara datang. aku benar benar membencimu Nadia, ya tidak apa apa jika hari ini gagal, lain kali akan kubuat kau benar benar enyah!" gumam Risa *** sprei kasurnya.


Kara mendudukkan Nadia, ia memberikan air untuk Nadia tapi Nadia menolak air itu. Nadia masih terpikir dengan kejadian beberapa menit yang lalu, Kara melihat tangan Nadia terluka ia pun mengambil kotak p3k untuk mengobatinya.


"kenapa ini terluka hm.." tanya Kara, Nadia pun melihat lukanya


"aku menahan roda itu tapi... hiks... gagal..." Nadia mulai menangis lagi, Kara pun memeluk Nadia.


"kenapa menangis, aku selalu bersamamu. sudah kukatakan aku akan selalu ada saat kamu membutuhkan aku." ucap Kara menghapus air mata Nadia.


"terima kasih, terima kasih Kara.." Nadia memeluk Kara lagi, Kara pun membalas pelukan itu.


"kenapa kamu ada disana, mas Riyan bilang kamu gak bisa kesini." ucap Nadia melepas pelukannya.


"iya aku sengaja bilang gitu ke mas Riyan, buat ngejutin kamu. sebenarnya kemarin mau pulang tapi mas Riyan bilang kalau kalian bakal kesini jadi aku bilang sibuk disini!" Nadia merasa kesal.


"untung aku cepat kesini, kalau tidak." Nadia tersenyum mendengar perkataan Kara, tanpa sadar ia mencium pipi Kara sekilas, Kara terkejut dibuatnya.


"em... maaf Kara, aku tidak bermaksud!" Kara menarik tengkuk Nadia dan mulai menciumnya, Nadia menutup mata saat ciuman itu terjadi ia mulai membalas ciuman Kara.


"aku merindukanmu, sangat rindu." Kara mengatakan itu saat melepaskan ciuman nya.


"aku juga merindukanmu!" ucap Nadia, Kara pun tersenyum dan mulai mencium Nadia lagi, mereka pun terhanyut dalam ciuman itu.


*akan kukatakan bahwa aku sangat mencintaimu Nadia.


Kara.. andai aku bisa mengatakan, bahwa aku sangat mencintaimu*.


****


dimalam hari Kara membawa kursi roda baru untuk Nadia, Nadia sedang duduk dikasurnya melihat tv. Kara tersenyum saat melihat Nadia tertawa sendiri saat melihat tv, Kara merasa Nadia sudah melupakan kejadian sore tadi.


"Nadia, aku membawa yang baru!" ucap Kara, Nadia pun melihat kearah Nadia.


"ini lebih canggih, kamu bisa berjalan sendiri jika menekan tombol ini, terserah kau mau berjalan dimana kau bisa melakukannya." Nadia tersenyum bahagia, dan membuka tangannya


"terima kasih.. Kara aku ingin memelukmu!" Kara pun mendekat dan langsung memeluk Nadia.


"bersiaplah!" ucap Kara melepas pelukan itu.

__ADS_1


"untuk apa?" tanya Nadia bingung.


"pakai ini dan bersiaplah, panggil aku jika sudah selesai." ucap Kara menggendong Nadia duduk dikursi roda, lalu meninggalkan Nadia yang masih bingung. Nadia segera membuka kotak yang diberikan Kara, terlihat sebuah gaun berwarna putih sangat indah dan cantik jika dipakai.


setelah beberapa menit Kara sedikit kesal saat Nadia tidak segera memanggilnya.


"(tok tok tok) Nad, sudah selesai belum?" ucap Kara setelah mengetuk pintu.


"sudah!" saut Nadia dari dalam, Kara pun segera membuka pintu itu dan masuk.


"kenapa tidak memanggilku jika....." ucap Kara terhenti ketika melihat Nadia begitu cantik memakai gaun yang ia berikan.


"Kara, Kara! Kara!!" Kara tersadar saat Nadia memanggilnya


"em... iya?" ucap Kara melangkah menggendong Nadia


"kita akan kemana, kenapa memakai baju seperti ini?" ucap Nadia, Kara hanya tersenyum.


Kara membawa Nadia keluar dari kamarnya dan membawanya turun tangga, semua orang terkejut saat melihat Nadia yang sangat cantik.


"ma.. kita mau makan diluar!" ucap Kara berpamitan pada ibunya.


"kalian mau kemana?" tanya ibu Nadia.


"hm.. kesuatu tempat, kami pergi ya, Assalamualaikum." ucap Kara berlalu pergi.


"iya hati hati Waalaikumussalam." ucap kedua ibu itu, Risa merasa kesal dengan itu.


"kemana Kara membawa Nadia dengan pakaian seperti itu." gumam Risa yang penasaran dan juga kesal.


Kara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia melihat Nadia yang masih bingung kemana dia dibawah oleh Kara. Kara tersenyum sendiri, Nadia memperhatikan wajah Kara yang tersenyum sendiri.


"sejak kapan aku pernah mengerjaimu?" Nadia menggelengkan kepala, Kara tersenyum dan fokus menyetir.


"kita akan sampai jadi tenang lah ya.." ucap Kara memegang tangan Nadia, Nadia pun memilih diam saja.


setelah beberapa menit mereka sampai ditempat yang Kara tuju, Kara keluar mengambil kursi roda Nadia lalu menggendong Nadia keluar dari mobil.


"Kara..." Kara menunduk dan berbisik ditelinga Nadia.


"kita akan makan malam romantis!" pipi Nadia memerah ketika mendengar perkataan Kara.


Kara membawa Nadia menyusuri sebuah tempat yang sudah dihias sangat cantik disana, terdapat beberapa lilin menerangi dan bunga bunga menghiasi. Nadia tersenyum bahagia melihat semua itu.


"Kara untuk siapa semua ini?"


"untuk Bagas!" celetuk Kara kesal karena Nadia yang belum mengerti


"kenapa kita tidak membawa Bagas." Kara bertambah kesal dengan itu.


"ini semua untukmu Nadia, aku menyiapkannya untuk kita!" Nadia tersenyum.


"aku tahu, aku hanya ingin mendengar mu mengatakan itu." ucap Nadia tersenyum, Kara pun menghilangkan rasa kesalnya itu dalam seketika.


terlihat sebuah meja makan romantis tang sudah disiapkan Kara, Kara membawa Nadia untuk duduk disana.


"hm.. lumayan, tuan KR bisa romantis juga ternyata." goda Nadia, Kara pun tersenyum.


"mari kita makan, setelah itu aku ingin membicarakan tentang surat kontrak nikah kita waktu itu." Nadia terkejut dengan perkataan Kara, Nadia berpikir ternyata Kara masih mengingat itu.


jadi kamu membuat semua ini karena kamu ingin membicarakan perpisahan kita,

__ADS_1


"Nadia kenapa diam, ayo dimakan!"


"tidak, aku tidak lapar!" Nadia menaruh sendok yang ia pegang, Kara pun mengeluarkan sebuah kertas bertuliskan kontrak nikah, Nadia hanya bisa diam melihat itu.


"kita sudah menikah sudah beberapa bulan yang lalu, aku menulis disini bahwa aku tidak akan pernah mencintaimu dan kau tidak boleh berharap cintaku, sekarang.." belum selesai bicara Nadia memotong perkataannya.


"aku tahu, kau tidak akan pernah mencintaiku, aku yang bodoh telah mencintaimu, aku juga tidak berharap kau mencintaiku, biar saja aku mencintai sendirian." Kara terkejut mendengar perkataan Nadia, Nadia terkejut ketika Kara menyobek kertas itu dihadapan nya.


"aku sudah menghilangkan kontrak ini, kita akan menjadi suami istri yang sesungguhnya." Nadia tidak percaya dengan perkataan Kara, Kara mendekat dan berlutut dihadapan Nadia


"Nadia.. aku ingin kamu menjadi istriku selamanya bukan untuk satu tahun, aku menginginkan mu Nadia. kau adalah wanita terbaik yang hadir dalam hidupku, kamu menyembuhkan luka yang ada dihatiku saat hatiku merasa terpuruk setelah kehilangan Angel. aku tidak tahu sejak kapan aku merasakan nya, tapi yang aku yakini aku mencintaimu sangat mencintaimu!" Nadia terharu dengan perkataan Kara, ia berpikir selama ini Kara merasakan apa yang dirasakan oleh dirinya.


"Nadia.. mau kah kamu menjadi milikku, menjadi istriku, menjadi hidupku. ijinkan aku selagi aku bisa menjaga dan membahagiakanmu, ijinkan aku agar selalu bisa menjadi pelindungmu. biarkan aku menjadi imammu didunia dan diakhirat." Nadia menangis dengan pernyataan Kara yang begitu romantis, Kara menghapus air mata itu.


"tidak,.." ucap Nadia, Kara bingung dengan itu


"sekarang... wanita yang duduk dihadapanmu adalah wanita yang cacat, wanita ini bahkan.. tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya.. dan mungkin selamanya wanita ini akan seperti ini, dan hanya bisa membuat... banyak orang susah. lalu pantaskah aku menjadi istrimu, bahkan aku tidak bisa membantu suamiku untuk bersiap ke kantor.. hiks..." Nadia menangis, Kara tersenyum dan mengelap air mata itu.


"kau istri yang sempurna, aku mohon jangan katakan itu lagi. sudah kukatakan aku akan selalu ada untukmu menjagamu, mencintaimu tidak hanya hari ini tapi juga besok dan selamanya. aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersamamu, aku ingin kau menjadi ibu dari anak kita. Nadia mau kah kamu menjadi istriku yang seutuhnya, ijinkan aku menjadi suamimu yang seutuhnya!" Nadia menangis haru, Nadia tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Kara.. aku mau, aku mau kamu menjadi imamku didunia dan akhirat. aku mau kamu menjaga dan mencintaiku, aku akan mencintaimu juga bahkan bukan hanya hari ini tapi besok dan juga selamanya. hiks.. aku juga mau menjadi ibu dari anak kita..., aku ingin menghabiskan waktu bersamamu hiks... aku mau kamu menjadi suamiku yang seutuhnya... aku mau Kara.. aku mau menjadi istrimu... hiks.. Kara aku... mencintaimu.. sangat mencintaimu..." tangis bahagia Nadia pecah saat mengatakan semua itu, Kara sangat bahagia hingga ia meneteskan air mata kebahagian, mereka berpelukan.


"terima kasih... terima kasih Nadia...." ucap Kara mencium kening Nadia.


"aku yang terima kasih, terima kasih telah menjadi kan aku sebagai istrimu.."


"aku beruntung mendapatkan istri sepertimu, Nadia aku mencintaimu sangat mencintaimu... " ucap Kara memeluk Nadia erat, Nadia pun membalas pelukan itu.


"aku juga mencintaimu Kara. sangat mencintaimu..." Nadia meneteskan air mata kebahagian, begitu juga dengan Kara.


Malam yang indah itu menjadi malam yang yang bahagia untuk mereka berdua, Kara dan Nadia akhirnya menyatakan perasaan mereka masing masing. Kara membawa Nadia kesebuah hotel, Kara menggendong Nadia layaknya pengantin baru memasuki kamar hotel itu. Kara telah mempersiapkan semuanya, Kara bahkan menghias kamar hotel itu seperti kamar pengantin baru dimalam pertama.


Kara meletakkan Nadia dikasur, Kara membuka jas nya dan melonggarkan kera baju dan kancing pada tangannya.


"kita akan menjadi suami istri yang seutuhnya setelah malam ini!" bisik Kara pada telinga Nadia. Nadia merasa merinding dengan itu.


"Kara mama pasti menunggu kita!" Kara tersenyum memegang tangan Nadia.


"aku sudah memberitahu mama, kita akan kembali besok pagi." ucap Kara mencium tangan Nadia, Nadia menutup mata saat itu.


Kara menyentuh pipi Nadia dan mulai mendekat kewajah Nadia dan perlahan mencium Nadia. Nadia sempat terkejut tapi akhirnya ia membalas ciuman itu dan menikmatinya, Nadia mengalungkan kedua tangan Nadia keleher Kara, sedangkan Kara sibuk meraih resliting baju Nadia.


"Karah..." ucap Nadia melepas ciuman itu, Kara mencium kening Nadia.


"jika kau belum siap tidak masalah, ganti bajumu setelah itu kita tidur." ucap Kara tersenyum, ketika Kara berdiri Nadia menyentuh tangan Kara.


"tidak, lakukan sekarang. bukan kah kamu mau menjadi suamiku, biarkan istrimu ini melayanimu."


tanpa menjawab Kara langsung mencium Nadia, dan membuka kancing kemejanya hingga Kara tenjang dada saat ini. Kara meraih resliting baju Nadia dan membukanya, Kara mulai membaringkan Nadia dan meneruskan ciumannya.


"Nadia aku mencintaimu, mari kita memulai hubungan ini dari awal..."


"iya Kara mari kita memulai hubungan yang baru, aku juga mencintaimu.." Kara tersenyum dan mengangguk, ia pun mencium Nadia kembali dan mematikan lampu.


akhirnya malam itu Nadia dan Kara menjadi suami istri yang sesungguhnya, malam itu menjadi malam yang membahagiakan untuk mereka, Kara dan Nadia sudah menyatukan diri mereka dengan perasaan cinta diantara keduanya.


***


maafkan jika ada typo😁 oh iya besok aku nggak up ya, soalnya aku mau ujian dulu hehe, tapi kalau sempet pasti up makasih😚 semangat buat kalian yang baca🤗


jangan lupa like dan komen kalian😍

__ADS_1


__ADS_2