My Love Story 2

My Love Story 2
32. jatuh cinta padamu


__ADS_3

Kara terkejut mendapati Risa sedang berada dirumahnya, Nadia bingung siapa wanita yang tiba tiba datang langsung memeluk Kara itu.


"Kara aku sangat merindukanmu!" Risa memeluk Kara lagi. tapi Kara mendorong Risa


"apa yang kamu lakukan dirumah ku?" ketus Kara.


"aku sedang berlibur disini, dan aku langsung kerumah tante Mala, aku tidak tahu kalau kau tinggal disini." Risa menceritakan semuanya, tapi pandangannya melihat kearah Nadia.


"oh ini pasti Nadia. istrinya Kara." Nadia tersenyum pada Risa.


"haii aku Risa, aku teman masa kecil Kara." Nadia membalas ukuran tangan Risa.


"hai Nadia." ucap Nadia tersenyum, Risa pun tersenyum.


"oh iya aku turut sedih, tante sudah menceritakan semuanya padaku. aku akan menjadi teman mu disini, karena tante mengijinkan aku tinggal disini!" Kara terkejut mendengar itu, ia langsung masuk untuk mencari ibunya. Risa membawa Nadia untuk mengobrol diruang tamu.


"ma.." ucap Kara, ibunya tersenyum kearah nya.


"kamu sudah pulang, tadi Nadia pergi sama Febriyan."


"Nadia sudah pulang bersamaku, kenapa mama ijinin Risa tinggal disini!"


"Kara mama ijinin dia karena kasihan nak kalau Risa tinggal dihotel, kamu tau kan Risa itu seorang gadis yang malang. papanya meninggal dan dia hidup sendiri di amerika terus sekarang kamu tega nyuruh dia tinggal dihotel. kita itu sudah seperti keluarga baginya." jelas ibunya. Kara hanya menghela nafas.


"lagi pula baik juga untuk Nadia, agar Nadia memiliki teman dirumah jika kamu dikantor, mama kan juga gak bisa nemani Nadia terus." Kara tampak berpikir.


"ya sudahlah, mungkin mama benar." ucap Kara, ibunya pun tersenyum dan mengelus kepala Kara.


Nadia dan Risa sedang mengobrol diruang tamu, Rusa mudah sekali akrab jika bertemu dengan seseorang karena kriterianya banyak bicara.


"oh iya Nadia, kamu sudah tahu belum kalau Kara dulu sudah menikah?"


"ya.. aku tahu."


"aku tidak menyangka Kara bakalan menikah, kalau aku tahu aku tetap disini aja!" Nadia bingung dengan perkataan Risa.


"hm.. maksudnya?"


"maksudnya..." perkataan Risa berhenti ketika melihat Kara dan ibunya berjalan kearah mereka.


"sudahlah lupakan!" Nadia masih tidak mengerti apa maksud dari Risa sebenarnya.


"hei Bagas tertidur, sini biar mama tang gendong kalian mengobrol lagi aja!" Nadia memberikan Bagas pada ibu Kumala, ibu Kumala membawa Bagas kekamarnya.


"Nadia, ayo kita kekamar. aku ingin mengatakan sesuatu padamu..." Kara langsung menggendong Nadia, Nadia menurut saja.


"mau katakan apa?" tanya Nadia.


"antara suami dan istri, jadi kita harus bicara dikamar." wajah Nadia langsung memerah, Kara pun tertawa dan mulai menaiki tangga. terlihat Risa sangat kesal Kara tidak menganggapnya ada, dari jauh Nadia bisa merasakan Risa sedang kesal.


"Kara.. aku tidak akan melepaskanmu kali ini, tidak lagi!" gumam Risa.


dikamar Kara mendudukan Nadia dikasur, lalu Kara duduk disampingnya.


"Kara kenapa kau tidak menyapanya?" tanya Nadia kembut, Kara tersenyum

__ADS_1


"aku akan menyapanya lain kali!" Nadia mengerutkan dahinya, apa maksudnya lain kali batin Nadia. Kara tertawa melihat Nadia seperti itu.


"Kara sekarang aku lebih suka dengan dirimu yang seperti ini!"


"kenapa?"


"kau sering tertawa dihadapan ku!" Kara tersenyum


"kau yang selalu membuatku tertawa, kau lah alasan kenapa aku tertawa.."


"ya.. kuharap kau tidak gila dengan itu." celetuk Nadia


"enak saja, kau yang tergila gila padaku!" Kara tertawa, Nadia memukul dada Kara.


"oh iya kamu ingin mengatakan apa?" tanya Nadia, Kara terdiam sejenak


"hm.. ingat Rudi?" Nadia tampak berpikir.


"oh iya, kapten itu kan!" Kara mengangguk.


"dia dulu mantan kekasih Angel." Nadia terkejut dengan itu.


"dia belum tahu bahwa Angel sudah tiada, dia ingin bertemu dengan Angel." pria yang fitemyi Kara beberapa saat lalu adalah Rudi.


"lalu untuk apa kamu mengatakan padaku?" Nadia memperhatikan wajah Kara


"aku ingin ke bandung untuk menemui Angel bersama Rudi!" Kara memperhatikan wajah Nadia yang hanya diam saja.


"hm.. pergilah, kenapa harus bilang padaku?" ucap Nadia, Kara tersenyum memegang pipi Nadia.


"kamu istriku sekarang jadi aku minta ijin padamu.." Nadia tersenyum.


"kau boleh berteman dengan Risa, maksudku jangan terlalu dekat dengannya!."


"Kara jangan berburuk sangka, udahlah kau mandi sana badanmu bauk!" Kara mencium tubuhnya sendiri tapi itu tidak bau sama sekali, Nadia tertawa melihat wajah Kara yang telah ia bohongi, Kara kesal masuk kedalam kamar mandi.


flashback


"dimana Angel!"


"untuk apa kau mencarinya?" tanya Kara cuek, Rudi tetap berdiri tidak menerima tawaran Kata untuk duduk.


"kau menyakitinya?" tanya Rudi, Kara menatap Rudi tajam.


"dia istriku untuk apa aku menyakitinya,"


"apa!, jadi kau menduakannya?" Kara tertawa renyah, ia berdiri menghampiri Rudi yang sedari tadi berdiri.


"aku tidak menduakan mereka, mereka sama sama istriku dulu dan nanti ! "


"dimana Angel, aku tidak ingin mengatakan nya lagi!" ucap Rudi sekali lagi, Kara duduk disofa


"dia ada dibandung, apa kau ingin pergi menemuinya?"


"ya, dia berharap aku menjadi seorang tentara. sekarang aku ingin mengatakan padanya, aku sudah mewujudkan keinginannya." Rudi duduk disebelah Kara, Kara pun tersenyum tipis

__ADS_1


" baiklah mari kita bertemu dibandung besok, akan kupertemukan kau dengan Angel." ucap Kara, Rudi pun setuju lalu berpamitan untuk pergi. Kara mengingat Nadia, ia pun berusaha menghubungi Nadia.


"Nadia kenapa tidak angkat!" Kata berusaha menghubungi Nadia beberapa kali.


"Reno lacak gps Nadia." Reno mengangguk dan mulai mengotak atik ponselnya.


"Kara dia ada direstoran Z"


Kara langsung pergi kerestoran yang dikatakan Reno, benar saja terlihat Nadia sedang bercanda dengan Bagas. Kara merasa tenang saat Nadia tersenyum ia pun berniat membiarkan Nadia disana, tapi disaat Kara ingin pergi ia mendengar suara pecahan. Kara mendengarkan semua cemohan yang menghina Nadia, akhirnya emosi Kara sudah tidak bisa dikontrol ia pun masuk dan menendang meja hingga terbalik disana.


Flashback off


setelah beberapa menit dari kamar mandi Kara keluar dengan hanya memakai celana panjang dan telanjang dada, Nadia fokus membaca novel pada tangannya. Nadia melirik kearah Kara hanya sekilas, Kara tahu Nadia sedang meliriknya, Kara pun mencova untuk menggoda Nadia.


"aku tahu, jika kau ingin melihatku lihatlah, jangan melirik seperti itu?" wajah Nadia langsung memerah, Kara tertawa melihatnya.


"Kara berhenti menggodaku, akan kupukul kau nanti!" Kara tertawa mendengar itu, Kara pun mendekat kearah Nadia.


"Nad, kau istriku kan." Nadia menelan ludahnya sendiri saat Kara berbicara tepat ditelinganya.


"Nad aku ingin..."


tok tok tok


belum sempat Kara selesai menggoda Nadia, suara ketukan pintu terdengar dari luar membuat Kara kesal.


"pergi sana, buka pintunya. jika kau menggodaku sekali lagi, kupukul kau menggunakan vas ini!" Kara tertawa dan melangkah membuka pintu.


terlihat Risa berdiri disana, Risa terkejut Kara telanjang dada seperti itu. Kara memperhatikan Risa yang memandanginya tidak berkedip, Risa terus melamun.


"untuk apa kau kesini?" tanya Kara membuat lamunan Risa.


"hm.. tante menyuruh ku untuk membawa buah ini buat Nadia!"


"ya terima kasih!" ucap Kara mengambil buah itu dan langsung menutup pintu kamarnya, Rusa sangat kesal dengan itu.


"siapa?" tanya Nadia melihat Kara membawa nampan berisi buah


"makanlah ini dari mama!" Kara menaruh buah itu dalam pangkuan Nadia, Nadia mulai menikmati buah itu. Kara tersenyum melihat kelakuan Nadia yang memakan buah, Kara mendekati Nadia.


"Kara ini buah kesukaanku, cobalah..." Nadia menyodorkan buah itu. tapi Kara menggelengkan kepala.


"Yasudah kalau tidak mau." Nadia memasukan buah itu dalam mulutnya.


"kau bodoh, tidak suka buah ini padahal ini en mmmmm...." Kara mencium Nadia secara tiba tiba. Nadia terkejut ia *** tangan Kara yang memegang tengkuknya kuat, perlahan lidah Kara masuk dalam mulut Nadia saat Nadia merespon ciuman nya.


"Karah..." ucap Nadia saat Kara melepas ciuman itu.


"maaf, aku tidak, .."


Nadia menarik tengkuk Kara dan mencium Kara lagi, Kara tersentak dengan itu akhirnya Kara membalas ciuman itu. Kara mengambil buah ditangan Nadia menaruhnya diatas meja, Kara membaringkan Nadia dan mulai dengan ciuman lagi, mereka menikmati ciuman pada sore hari itu.


Tidak terasa malam pun tiba, Nadia tertidur dalam pelukan Kara. dengan senang hati Kara memeluk Nadia yang sedang tidur, Nadia tersenyum mengingat ciuman beberapa saat lalu dan Kara yang memeluknya. Nadia yang belum tidur merasakan detak jantung Kara yang berdetak kencang begitu juga jantungnya.


**Kara seandainya kau tahu, aku sangat mencintaimu. semoga kau merasakan apa yang kurasakan sekarang.

__ADS_1


Nadia kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu, akan kukatakan padamu bahwa aku sangat mencintaimu**.


****


__ADS_2