My Love Story 2

My Love Story 2
71. syarat


__ADS_3

Vano yang sedang melakukan perjalanan, melihat keributan dan sebuah kecelakaan. Vano mendekat diantara kerumunan itu, disaat itu juga Vano terkejut melihat siapa yang ada didalam mobil kecelakaan itu.


"Nadia!!" teriak Vano, Nadia yang menangis melihat ke arah Vano.


"Vano tolong saya, tolong suami saya. hikss Kara.." ucap Nadia menangis,


"(bahasa inggris) kami sudah panggil ambulan, mereka akan datang!" ucap seseorang, Vano tidak tenang ia mencoba menyelamatkan mereka.


"(bahasa inggris) tidak ada waktu, bantu saya mengeluarkan mereka." ucap Vano pada beberapa orang, mereka mengangguk lalu membantu Vano mengeluarkan Nadia dan Kara.


beberapa menit kemudian mereka berhasil mengeluarkan Kara, Nadia menangis dengan memangku Kara. Vano memasukkan mereka dalam mobilnya kemudian melajuenuju rumah sakit.


"Kara buka matamu, hiks... Kara.. Vano cepat sedikit, sumaiku.. hiks..." ucap Nadia menangis, Vano ikut bersedih.


"tenang Nadia, tidak akan terjadi apapun pada Kara. jangan menangis, kita akan sampai!" ucap Vano menenangkan Nadia, Nadia tetap menangis saat melihat Kara yang penuh darah.


mereka sampai dirumah sakit, dengan cepat perawat membawa Kara masuk. Nadia sangat takut yang ia lakukan hanya menangis, Vano mendekati Nadia, saat ingin memegang Nadia untuk menenangkan ia wurungkan teringat perkataan Kara sebelumnya.


"tenanglah, dia akan baik baik saja." ucap Vano, Nadia hanya menangis.


"Kara,, hiks.. hiks..." tangis Nadia, Vano sedang menelfon seseorang.


"(bahasa inggris) aku dirumah sakit, aku akan terlambat datang, oke.."


setelah itu dokter keluar menghampiri Nadia, Nadia yang kacau langsung bertanya pada dokter.


"(bahasa inggris) bagaimana keadaan suami saya?" tanya Nadia, dokter melepas maskernya.


"(bahasa inggris) pasien sangat kritis, lukanya sedikit mengkhawatirkan. dan juga dia banyak mengeluarkan darah, stok dibank darah kami tidak tersedia, kau harus mencari golongan darah yang cocok." jawab Dokter, Nadia terkejut menutup mulutnya dan menangis. Vano tanpa ragu memegang kedua pundak Nadia.


"tenanglah!" ucap Vano pada Nadia yang menangis.

__ADS_1


"(bahasa inggris) apa golongan darahnya?" tanya Vano pada dokter


"(bahasa inggris) golongan darahnya AB, bank darah tidak ada stok darah itu." saut dokter, Vano melihat Nadia.


"darah saya AB, saya akan donorkan!" ucap Vano, Nadia terkejut menatap Vano.


"tidak, kamu tidak bisa mendonorkan nya. dia sangat membenci kamu, apa yang akan terjadi jika dia tahu kamu yang mendonorkan!" saut Nadia, Vano menarik tangan Nadia.


"tapi tidak ada waktu, lihat disana suamimu berjuang antara hidup dan mati. jika saya tidak memberikan darah, suamimu tidak akan selamat. pikirkan keselamatannya, jangan pikirkan bahwa kamu membenci saya." ucap Vano, Nadia menangis.


"hiks.. kenapa ini terjadi, kenapa?" tangis Nadia menutup wajahnya ia duduk lemas, Vano berlutut dihadapan Nadia.


"saya akan menyelamatkan dia, Nadia saya tidak suka melihat kamu menangis, biarkan apapun yang ingin saya lakukan, saya mohon." ucap Vano, Nadia yang menangis akhirnya mengangguk. Vano berdiri dan menghampiri dokter.


"(bahasa inggris) ambil darah saya, darah saya AB." ucap Vano, lalu perawat membawa Vano. Nadia perlahan berdiri didekat pintu kaca yang penampilkan Kara.


"Kara, jangan tinggalkan aku. kamu berjanji tidak akan meninggalkan aku, kamu bilang kita tidak akan berpisah. hiks.. berjuanglah Kara, aku selalu menyusahkanmu, aku.. tidak.. pernah membuatmu... bahagia.. hiks... dan dia yang kau benci telah menolongmu." gumam Nadia.


"terima kasih, saya tidak tahu harus apa untuk berterima kasih padamu." ucap Nadia, Vano tersenyum.


"saya hanya ingin satu hal padamu!" Nadia langsung menatap Vano.


"saya tahu, sejak awal saya berpikir kamu memberikan bantuan, karena pasti tidak gratis." saut Nadia, belum Vano menjawab dokter keluar. Nadia langsung berlari kearah dokter itu.


"(bahasa inggris) bagaimana dengan suami saya?" tanya Nadia, dokter tersenyum kearahnya.


"(bahasa inggris) kau bisa tenang, suamimu sudah selamat dari bahaya!" ucap dokter, Nadia merasa lega dan bersyukur.


"(bahasa inggris) terima kasih dokter, apa saya bisa menemuinya?" tanya Nadia.


"(bahasa inggris) jangan dulu, biarkan beberapa saat. anda juga terluka, rawat dulu luka anda." saut dokter, Nadia mengangguk lalu dokter pergi dari sana.

__ADS_1


Nadia melihat kearah Vano yang sedang duduk memejamkan mata, Nadia mendekati Vano.


"terima kasih, dengan kebaikanmu." ucap Nadia, Vano membuka mata lalu mengangguk.


"saya ingin tahu apa syarat mu?" tanya Nadia, Vano berdiri.


"akan saya katakan saat sudah waktunya!" saut Vano dan berlalu pergi, Nadia merasa kesal karena mengira Vano telah menipunya.


beberapa jam menunggu Kara, Nadia tertidur dalam ruang rawatnya. saat Nadia bangun ia langsung menuju ketempat Kara, Nadia meneteskan air matanya melihat keadaan Kara. perlahan Kara mulai sadar dan melihat Nadia, Nadia menangis tersenyum.


Kara mengulurkan tangannya pada Nadia, Nadia dengan senang hati menerima itu dan mencium tangan Kara.


"Kara, aku sangat takut, aku takut kamu meninggalkan aku hiks.." ucap Nadia menangis, Kara tersenyum.


"aku baik baik saja, aku tidak akan meninggalkanmu. aku tahu kamu akan menyelamatkan aku bagaimana pun caranya." ucap Kara dengan lemah, Nadia tersenyum. lalu dokter masuk melihat mereka.


"(bahasa inggris) tuan jangan terlalu banyak bicara, kondisimu masih lemah. dan nyonya kau harus beristirahat, kondisimu yang trauma membuat tubuhmu lemah." ucap dokter, Kara memandang Nadia, Kara melihat luka pada tangan dan dahi Nadia.


"tapi aku ingin disini!" ucap Nadia, Kara tersenyum.


"pergilah, istirahat. aku juga akan beristirahat, hm?" ucap Kara, Nadia mengangguk dan perlahan melangkah pergi. Kara tersenyum begitu juga Nadia tersenyum.


"(bahasa inggris) tuan kau sangat beruntung, istrimu sangat mencintai mu. dia rela melakukan apapun untuk menyelamatkanmu!" ucap dokter memeriksa Kara, Kara hanya tersenyum.


"Kara, bagaimana aku mengatakan kalau Vano yang menolongmu." gumam Nadia didalam ruangannya, lalu ia menutup mata untuk tidur.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


halo teman teman bentar lagi mau ***HAPPY NEW YEAR* **, mau dong author dapat ucapan Selamat tahun baru dari kalian pembaca, hehe ketik poster yg ada disana. kalian boleh kasih pendapat, bagaimana cerita yang aku buat ini menurut kalian, beri semangat dan dukungan juga buat author. terima kasih🤗


jangan lupa like dan komen kalian, beri dukungan vote ya, tapi nggak maksa sih😁🤗

__ADS_1


__ADS_2