My Love Story 2

My Love Story 2
69. cemburu 2


__ADS_3

setelah lelah seharian berkeliling Nadia dan Kara kembali untuk beristirahat, Kara menyuruh Nadia beristirahat sementara dirinya membersihkan diri. setelah selesai Kara melihat Nadia yang tengah tidur, Kara mendekat ke arah Nadia dan tidur memeluk Nadia. merasakan tubuh Kara yang dingin selepas mandi, Nadia membuka mata lalu mendorong Kara.


"Kara.. keringkan rambutmu, lihat basah!" ucap Nadia, Kara hanya acuh lalu memeluk Nadia lagi.


"badanmu sangat dingin." ucap Nadia lagi.


"biarkan saja, aku hanya ingin memelukmu." saut Kara, Nadia hanya diam.


"Kara apa tadi kamu merasa cemburu?" tanya Nadia, Kara membuka matanya.


"tentu saja aku cemburu." saut Kara, Nadia membalikkan tubuhnya untuk menghadap Kara.


"kenapa kau cemburu, aku kan istrimu?" ucap Nadia, Kara tersenyum lalu mencium pipi Nadia.


"lalu salahkah aku cemburu pada istriku, jika istriku memikirkan orang lain?" Nadia menggelengkan kepala.


"tapi aku tidak memikirkannya, aku hanya merasakannya." saut Nadia,


"lalu kenapa kamu merasakannya, tidak merasakan aku saja. hm?" ucap Kara kesal, Nadia tertawa.


"haha... aku merasakanmu Kara, selalu begitu. jika kita berada dikejauhan lalu kita bertemu dalam satu tempat, aku bisa merasakan kehadiranmu Kara. karena hati kita satu.." ucap Nadia memegang pipi Kara, Kara tersenyum.


"aku juga selalu bisa merasakanmu, sejauh apapun kita jika kamu sudah dekat denganku aku akan merasakan keberadaanmu, tapi apa kamu berniat untuk jauh dariku?" tanya Kara,


"aku tidak akan menjauh darimu, tapi jika kamu yang menyuruh ku untuk menjauh, maka aku akan pergi menjauh darimu." saut Nadia, Kara mengeryitkan dahinya.


"aku tidak akan pernah menyuruh itu, aku tidak bisa jauh darimu." ucap Kara memeluk Nadia, Nadia tersenyum.


"kenapa?" tanya Nadia melepas pelukan itu.


"karena aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun akan selalu seperti itu." saut Kara, Nadia tersenyum memeluk Kara.


"aku juga mencintaimu." ucap Nadia, Kara mengeratkan pelukannya.


"sudah malam, tidur lah. selamat malam sayang." ucap Kara mencium kening Nadia.


"iya, selamat malam sayang." saut Nadia, mereka berpelukan untuk tidur.

__ADS_1


keesokan harinya Nadia menunggu Kara direstoran hotel untuk sarapan, terlihat restoran itu begitu ramai. hingga beberapa pria menghampiri Nadia yang duduk sendiri, Nadia melihat itu tidak memperdulikannya.


"(bahasa inggris) hai nona, apakah kami boleh duduk bersamamu?" ucap seorang pria dengan tertawa.


"(bahasa inggris) maaf, aku sudah bersama orang lain." saut Nadia lalu mencoba menelfon Kara.


"(bahasa inggris) sudahlah, kau itu sendirian biarkan kami duduk bersamamu, ayo kawan." beberapa pria itu duduk tanpa Nadia berkata iya, Nadia lalu berdiri.


"(bahasa inggris) maaf ya, anda tidak sopan. sudah aku katakan aku bersama seseorang!" ucap Nadia, hingga semua melihat kearahnya.


"(bahasa inggris) jangan berteriak seperti itu, kami bisa melakukan apapun yang kami inginkan."


"(bahasa inggris) apa yang akan kau lakukan pada istriku?" ucap Kara yang sudah berdiri dibelakang, ketiga pria itu menoleh kearah Kara.


"(bahasa inggris) oh ini istrimu, katakan padanya untuk sopan jika bicara pada seseorang." ucap seorang pria.


"(bahasa inggris) jadi apakah caramu bicara ini sopan, seharusnya kau mengerti perkataan istriku sebelumnya dan tidak akan membuat keributan, orang seperti kalian tidak pantas diberi sopan, mending pergi makanlah yang cocok dengan kalian." saut Kara dengan angkuh, terlihat para pria itu marah melihat Kara. belum pria itu menyahut seorang manajer datang menenangkan mereka.


"(bahasa inggris) jadi kau mengusir kami, beraninya kau!" pria itu mendorong Kara hingga mengenai meja pelanggan lain dan pakaian Kara kotor dengan itu, Kara yang sudah marah ingin membalas tapi dihadang oleh Nadia.


"tidak, lepaskan beraninya dia mendorongku." Kara terlepas dari pegangan Nadia, Kara berjalan kearah pria itu dan memberikan satu pukulan.


"(bahas inggris) aku memang berani, bukan hanya mengusirmu, aku juga bisa membeli hotel ini dan tidak akan mengijinkan orang sepertimu untuk datang kesini lagi." ucap Kara merapikan pakaiannya, saat pria itu hendak membalas seseorang menghadangnya.


"(bahasa inggris) maaf, kalian membuat keributan. silahkan pergi dari sini, jika kalian masih ingin dihormati." ucap seorang pria memakai jas, Kara dan Nadia bingung karena tidak melihat wajah dari pria itu.


Nadia mendengar beberapa bisikan pengunjung yang mengatakan itu adalah pemilik hotel, Nadia berpikir pria itu lah yang kemarin membuat hal spesial untuknya dan Kara.


para pria itu pergi dengan kemarahan, seorang pelayan berkata pada pelanggan untuk melupakan kejadian itu. Nadia mendekat kearah pria yang berdiri itu, saat ingin bicara pria itu langsung pergi begitu saja.


"kenapa seperti itu?" gumam Nadia, Kara menepuk pundak Nadia membuatnya terkejut.


"aku akan ganti baju lagi, lihat ini terkena minuman seseorang." Nadia mengangguk, Kara pergi menuju kamarnya.


setelah mengganti pakaian Kara berjalan menghampiri Nadia, dengan kebetulan Vano berjalan dari arah berlawanan dengan Kara. sampai akhirnya mereka bertabrakan, Kara terjatuh saat Vano ingin membantunya ia terkejut melihat Kara, begitu pun dengan Kara.


"kau?" ucap Kara berdiri, Vano tersenyum.

__ADS_1


"iya, apa kabarmu?" ucap Vano, Kara menatap Vano tajam.


"apa kau mengikuti kami?" ucap Kara, Vano menggelengkan kepala.


"tidak, aku mengurus hotel ini!" saut Vano, Kara memandang pakaian Vano yang terlihat seperti yang ia lihat beberapa menit yang lalu, kemudian Kara berlalu begitu saja.


Nadia yang sedang menunggu Kara asik memakan es krim dimejanya, Kara datang dan langsung duduk dihadapan Nadia. Nadia melihat wajah Kara yang terlihat kesal, Nadia menyuapkan es krim tapi Kara tidak mau.


"sudah selesai, mereka sudah tidak disini." ucap Nadia, Kara melihat Nadia.


Kara berpikir tidak akan menceritakan pertemuannya dengan Vano, Kara jiga berpikir selama ini Vano yang membuat hal spesial untuk dirinya dan Nadia. bukan untuk dirinya melainkan untuk Nadia, Kara pun berencana untuk membawa Nadia pulang ke Indonesia secepatnya.


"Nadia kita akan kembali besok!" Nadia terkejut dengan perkataan Kara.


"Kara, kita kan 2minggu disini. sekarang baru 2 hari." ucap Nadia kesal, Kara tersenyum.


"aku ada pekerjaan penting, kita akan datang lagi lain waktu." Nadia cemberut.


"tidak, aku tidak mau kembali. ini bulan madu kita, karena kesal dengan tadi kamu mau pulang!" saut Nadia bersedih, Kara menyerah melihat Nadia seperti itu.


"iya iya, baiklah. kita tetap disini, tidak usah sedih." ucap Kara memegang tangan Nadia, Nadia tersenyum senang dan mengangguk.


"Kara tadi pemilik hotel ini yang menghadang, kita harus berterima kasih padanya. mungkin dia juga yang membuat hal spesial untuk kita." ucap Nadia, Kara teringat lagi pada Vano


"ya aku akan bilang jika bertemu, kamu tidak pikirkan itu." saut Kara, Nadia mengangguk.


kenapa aku takut jika setiap kali Nadia bertemu Vano, ada apa sebenarnya dengan diriku.


dari jauh Vano memperhatikan mereka, Vano tersenyum melihat mereka saling menyayangi.


"semoga kalian bahagia, terutama kamu Nadia aku ingin selalu melihatmu tersenyum dan bahagia, meskipun bahagiamu bersamanya dan bukan bersamaku." gumam Vano tersenyum.


***


jangan bosen ya..😁


jangan lupa like dan komen kalian😍

__ADS_1


__ADS_2