My Love Story 2

My Love Story 2
28. mencintainya 2


__ADS_3

David sedang mencari cari keberadaan Nadia, begitu juga dengan semua dokter yang lainnya sejak membuka mata mereka tidak melihat Nadia ditempat nya.


"dr David, aku tidak menemukan Nadia!" ucap Dewi, David mulai khawatir.


saat mereka sedang mencari cari Nadia, seorang tentara datang pada mereka.


"apa dr Nadia ada?" semua dokter menoleh kearah tentara itu.


"tidak ada, ada apa?" tanya David.


"kami kehilangan kontak dengan kapten, sebelum itu kami mendengar suara kapten memanggil nama dr Nadia."


"apa!" semuanya terlihat khawatir,


mereka pun dikumpulkan dalam satu aula, semua dokter terlihat khawatir dan berbisik.


"perhatian, kalian semua dikumpulkan karena kita mendapat kabar yang mengkhawatirkan yaitu kita kehilangan kontak kapten Rudi yang sedang bersama dr Nadia." ucap seorang komando disana.


"semua tim kami sedang mencari mereka, tugas kita mendoakan agar mereka selamat saat ditemukan. terima kasih kalian boleh kembali."


"bagaimana bisa ini terjadi..." Nadia menangis, David pun mencoba menenangkannya.


"tenanglah mereka pasti menemukan Nadia."


"dr David bagaimana dengan suami Nadia, apa kita harus memberitahunya." David hanya terdiam dengan itu, David bingung apa yang harus dikatakan pada Kara.


hari sudah siang semua tim masih berusaha mencari Nadia dan Rudi, tapi belum mendapat kabar apapun. David masih ragu untuk menghubungi Kara,


"dr David hubungi suaminya, mungkin saja suaminya bisa menyewa orang untuk mencari mereka juga." ucap salah satu perawat, David pun mengiyakan dan berusaha menghubungi Kara yang tidak diangkat.


"coba terus, suaminya itu orang sibuk dr." ucap Dewi, David pun tidak menyerah dengan itu ia terus menghubungi Kara

__ADS_1


dilain tempat Kara sedang rapat dengan beberapa pembisnis, Reno tahu hpnya bergetar sedari tadi tapi Reno membiarkannya. setelah beberapa menit rapat itu selesai, Kara mengambil hp nya dan memasukkan hpnya dalam kantong lalu pergi dari ruang rapat itu.


"Kara hpmu berdering sedari tadi." ucap Reno berjalan dibelakang Kara.


"biarkan saja, aku sangat lelah dengan rapat itu, jangan ganggu aku beberapa menit aku ingin istirahat." Reno mengiyakan dan mengangguk.


Kara masuk dalam ruangan nya, ia menghempaskan tubuhnya pada kursinya. Kara melihat foto Nadia dan Angel yang ia satukan dimejanya, Kara pun tersenyum melihat foto itu.


"senyum kalian penghilang rasa lelahku!" gumam Kara memegang foto itu.


"sekarang aku tahu, aku mulai menyukaimu Nadia." ucap Kara, Kara pun mengambil hpnya dikantongnya karena ingin menghubungi Nadia.


saat membuka layar hpnya terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari David, Kara pun penasaran kenapa David menelfonnya. Kara pun kembali menghubungi David.


"halo David kenapa kau menelfonku beberapa kali, maaf tadi aku sedang rapat penting."


"Kara aku ingin memberitahumu sesuatu tentang Nadia."


"tadi pagi Nadia sedang lari pagi dengan seorang tentara, tapi kami dikabarkan kalau Nadia dan tentara itu hilang karena longsor tiba tiba,"


"apa yang kamu katakan, dimana Nadia!" Kara berteriak pada telfon itu.


"mereka masih mencarinya, kami belum mendapatkan kabar!"


"aku akan datang kesana!" Kara mematikan telfon itu keluar dari ruangannya dan memanggil Reno.


brakk!!!


"Reno!! kita harus pergi sekarang!" teriak Kara, semua orang terkejut dengan suara Kara.


"ada apa Kara, kemana kita pergi?" tanya Reno yang langsung mengikuti langkah Kara.

__ADS_1


"ketempat Nadia, kita harus pergi sekarang siapkan mobil."


"Kara tenanglah, ada apa?."


"bagaimana aku bisa tenang, Nadia hilang karena longsor apa aku harus tenang!" Reno terkejut dengan perkataan Kara. Kara masuk dalam mobil dan mengemudi dengan cepat, pulang kerumahnya.


"perintahkan siapa saja untuk mencarinya," Reno mengangguk dengan ucapan Kara.


"aku tidak bisa kehilangan dia, tidak bisa." ucap Kara pelan tapi Reno mendengarnya, tapi Reno berpikir Kara sudah mencintai Nadia.


kamu sudah mencintainya Kara...


"Kara, Nadia pasti ditemukan, tenanglah." Reno mencoba menenangkan Kara, Kara masih terlihat khawatir.


***


semua tim bergerak masih mencari keberadaan Nadia dan Rudi, tapi nihil mereka masih tidak menemukan apapun.


"ini milik kapten!" ucap seseorang, semua tentara mengarah ke suara itu.


"benar itu artinya, mereka terjatuh dijurang itu. peringkat semuanya untuk mencari disana dengan hati hati."


"baik pak!"


mereka mulai turun untuk mencari dan mereka juga berteriak memanggil nama Nadia dan Rudi untuk mengetahui keberadaannya.


"ukhh!!"


***


dikit? biarin lah, biar kalian penasaran yang baca😁

__ADS_1


__ADS_2