My Love Story 2

My Love Story 2
67. kehidupan baru


__ADS_3

setelah makan mereka kembali ke hotel, Nadia pamit pergi kekamar untuk berganti pakaian sedangkan Kara duduk dipinggir kolam renang hotel itu. Kara mencari ketenangan untuk duduk disana, lalu beberapa gadis mendekati Kara untuk berkenalan.


"(bahasa inggris)hm.. hai, boleh kami duduk bersamamu?" Kara melihat kearah wanita yang sedang bicara, Kara hanya cuek menanggapinya.


"(bahasa inggris) boleh tidak kami berkenalan?" ucap salah satu wanita yang memakai baju seksi, Kara masih sibuk dengan hp nya.


"(bahasa inggris) sombong sekali, tampan yang sombong." ketiga wanita itu berdiri, tapi wanita yang lain malah sengaja jatuh ke kolam renang agar mendapat perhatian Kara.


(bahasa inggris) tolong, tolong temanku." Kara yang terkejut segera menceburkan diri untuk menyelamatkan wanita itu, dengan bersamaan Nadia datang karena mendengar keributan. Nadia melihat yang menyelamatkan wanita seksi itu, Nadia memiliki perasaan cemburu.


"(bahasa inggris) dengar, aku tahu kamu mencari simpati padaku. kau tidak bisa berenang, dan kau bisa mati. aku tahu apa maksud kalian, lihat wanita yang disana." Kara menunjuk Nadia yang berdiri tidak jauh, para wanita itu melihat kearah yang ditunjuk Kara.


"(bahasa inggris) dia adalah istriku, di hidupku, dia nafasku, dia jiwaku. aku tidak tergoda dengan wanita seksi seperti kalian, maafkan aku jika aku berkata kasar." ucap Kara lagi lalu berdiri menghampiri Nadia, ketika wanita itu diam dengan perkataan Kara.


Kara jalan mendekat kearah Nadia, Nadia merasa khawatir dengan Kara yang basah kuyup.


"Kara, ayo ganti baju nanti kamu sakit." ucap Nadia, Kara pun mengangguk. Nadia pergi mengambil jas milik Kara yang tertinggal, saat itu juga ketiga wanita itu mendekat kearah Nadia.


"(bahasa inggris) hai, apa kau istri pria tadi?" ucap wanita itu, Nadia tersenyum dan mengangguk.


"(bahasa inggris) aku belum sempat berterima kasih, oh iya maafkan kami telah menggoda suami mu. dia sangat baik dan juga setia, kau tahu dia mengatakan kau adalah segalanya, kau istimewa baginya, dia bahkan tidak tergoda dengan wanita seperti kami." ucap satu wanita, Nadia tersenyum.

__ADS_1


"(bahasa inggris) iya, dia suami yang terbaik." ucap Nadia, ketiga wanita itu tersenyum dan mengangguk.


Nadia masuk kedalam hotel, ia melihat Kara dengan telanjang dada. Nadia tersenyum, Kara langsung memeluk Nadia.


"kenapa kau tersenyum, hm?" ucap Kara memeluk Nadia dari belakang,


"hm.. tidak, aku hanya berusaha tersenyum." saut Nadia,


"tidak masalah, senyummu membuatku bahagia." ucap Kara menenggelamkan wajahnya pada rambut Nadia.


"Kara aku akan mandi ini sudah malam, lepaskan!" ucap Nadia, Kara malah mengeratkan pelukannya


"lihat pelayan hotel menghias kamar kita, seakan akan kita pengantin baru." ucap Kara, Nadia merasa heran


"jika bukan kamu, lalu siapa?" ucap Nadia, Kara tampak berpikir. Nadia merasa geli melihat wajah Kara yang tampak bodoh sedang berpikir.


"Kara jangan seperti itu, wajahmu terlihat bodoh!" ucap Nadia, Kara terkejut mendengar itu lalu mengeratkan pelukannya dan sedikit menggelitiki Nadia.


"apa kau bilang?"


"Kara sangat geli, hentikan aku tidak kuat." Nadia tertawa, Kara senang mendengar tawa Nadia, ia terus menggelitiki Nadia, hingga mereka jatuh bersama diatas tempat tidur.

__ADS_1


mereka saling memandang, Kara memegang pipi Nadia, Nadia yang merasa malu menutup matanya. Kara mencium leher Nadia, Nadia yang menutup mata tiba tiba mengingat bagaimana dirinya jatuh hingga membuat kehilangan bayinya. Nadia membuka mata dan mendorong Kara, Kara terkejut dengan itu.


"Nadia ada apa?" tanya Kara khawatir, Nadia diam melihat wajah Kara.


"ada apa, katakan padaku?" tanya Kara mengusap wajah Nadia yang terlihat panik.


"Kara.. bayi kita.." ucap Nadia, Kara mengerti maksud dari Nadia, Kara mencium kening Nadia.


"bayi kita bahagia, sekarang akan ada bayi kita yang baru." ucap Kara memeluk Nadia dan memegang perutnya, Nadia menatap wajah Kara.


"bayi kita adalah dasar dari cinta kita, sekarang kita akan mulai dari awal kehidupan baru." ucap Kara tersenyum, Nadia tersenyum meneteskan air mata.


"Kara terima kasih kamu selalu mendukungku, kamu selalu mencintaiku, kamu tidak pernah lelah dengan sifatku, kamu selalu membuatku merasa bahagia, bahkan kamu selalu melimpahkan cinta untukku. terima kasih, terima kasih telah selalu mencintaiku, terima kasih." ucap Nadia menangis mencium tangan Kara, Kara tersenyum dan menghapus air mata Nadia.


"sudah kukatakan aku akan selalu mendukungmu, tidak peduli apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun." ucap Kara meneteskan air mata, mereka saling menempelkan dahi mereka merasakan cinta dan menghilangkan kesedihan yang mereka rasakan sebelumnya.


"terima kasih, maafkan dengan sifatku beberapa waktu ini Kara." ucap Nadia membuka mata, Kara tersenyum.


"tidak perlu maaf, aku hanya perlu cinta darimu." Nadia tersenyum,


Kara semakin mendekatkan wajahnya dan mulai mencium Nadia. Nadia membalas ciuman itu, mereka larut dalam ciuman. perlahan Kara membuka piyama tidur milik Nadia, setelah itu Kara mematikan lampu kamar itu.

__ADS_1


malam itu, adalah malam pertama mereka untuk kehidupan baru yang akan dimulai. Kara berpikir liburan ini telah berhasil menghilangkan kesedihan Nadia, dan bisa kembali seperti Nadia yang dulu. Nadia sendiri bersyukur berulang kali karena mendapat suami seperti Kara, yang selalu berusaha membuatnya bahagia.


__ADS_2