
dimalam hari Nadia masih ada dirumah sakit, Nadia melihat jam sudah menunjukkan waktunya ia untuk pulang. Nadia membereskan semua barang barangnya, saat hendak berdiri Nadia merasa ngilu pada kakinya. Nadia memegangi kakinya itu, dan mengingat Kara yang khawatir melihat kakinya tersakiti. Nadia tersenyum sendiri,
ting...
tiba tiba suara hp Nadia berbunyi, Nadia melihat terdapat satu pesan masuk dari Sidia.
Sidia: Nadia datang ke restoran XX, aku memohon agar kau datang. aku ingin mengatakan sesuatu padamu, jadi datanglah.
Nadia merasa tidak ingin datang, tapi ia juga merasa penasaran apa yang akan dikatakan Kara padanya. Nadia keluar dari rumah sakit, terlihat supir Kara sudah menunggunya. Nadia masuk kedalam mobil itu, dan berlalu pergi dari sana.
beberapa menit kemudian Nadia sampai ditempat yang diberitahukan Kara, Nadia merasa bingung karena tidak melihat satu orang pun disana hanya melihat beberapa pelayan restoran itu.
"maaf apa anda nyonya Nadia?" tanya seorang pelayan, Nadia menoleh dan tersenyum.
"iya, itu saya!" saut Nadia, pelayan itu mengarahkan sebuah tempat yang dibuat khusus untuknya, Nadia mencari cari keberadaan Kara.
"apa ini, apa rencana Kara sebenarnya?." gumam Nadia, saat Nadia ingin menelfon Kara tiba tiba semua lampu yang terlihat indah mendadak menjadi gelap, Nadia panik dengan itu.
"apa ada orang, kenapa menjadi gelap!" teriak Nadia, beberapa detik kemudian lampu sorot menyala menampilkan Kara berdiri disana.
"maaf membuatmu takut karena gelap." ucap Kara, Nadia berdiri agak jauh dari Kara.
"Nadia 6 tahun lalu kamu pergi meninggalkan aku karena kamu marah dan kecewa padaku, pada saat itu aku benar benar egois. kau tahu kenapa karena aku sangat mencintaimu, aku menjadi egois karen aku takut kehilanganmu. karena kemarahan aku malah membuat masalah semakin tidak terkendali, kesalah pahaman terus terjadi diantara kita." ucap Kara, Nadia berdiri dan hanya diam.
"dulu aku selalu berpikir kalau kamu pergi karena hanya ingin bersama Vano, tapi aku salah. aku juga nggak berani mencarimu saat kamu pergi, karena aku pikir kamu sudah bahagia bersama Vano. aku bahkan tidak pernah bertanya padamu, aku benar benar bodoh!" ucap Kara lagi.
"aku tidak ingin menjadi masa lalumu Nadia, aku mencintaimu sangat mencintaimu. aku tidak akan menyerah mencintaimu, meskipun kamu menolak permintaan maafku hari ini, tidak masalah. aku akan melakukannya lagi dan lagi, sampai kamu mau memaafkan aku." ucap Kara lagi, Nadia menangis dengan itu.
Nadia merasa dirinya sangat jahat, telah meninggalkan Kara dan membuat Kara menderita bahkan dirinya juga menderita. perlahan Nadia melangkah untuk mendekati Kara, Nadia menangis saat melihat Kara.
"biarkan aku memilikimu sekali lagi Nadia, biarkan aku memiliki satu kali lagi dan untuk selamanya." ucap Kara memegang tangan Nadia.
plak!!
Kara terkejut saat Nadia tiba tiba menamparnya, Nadia menangis saat menampar wajah Kara.
"itu untukmu, karena telah menyuruhku pergi." ucap Nadia, gemetar.
plak!!
"itu untukmu, karena membuatku marah." ucap Nadia lagi setelah mendaratkan tamparan yang kedua, Kara tersenyum.
__ADS_1
plak!!
"itu untukmu, karena terlalu bodoh. aku selalu menunggumu, aku selalu berharap kamu datang, aku selalu memikirkanmu, aku selalu mencintaimu." ucap Nadia semakin menangis, Kara memeluk tubuh Nadia.
"luapkan semua kemarahanmu, luapkan semuanya Nadia. aku akan menerima semua kesedihanmu selama ini, pukul aku sepuasmu." ucap Kara, Nadia memeluk Kara dengan erat.
"maafkan aku, maafkan aku. jangan tinggalkan aku, jangan pernah tinggalkan aku Kara. aku sangat mencintaimu, akan selalu begitu.." ucap Nadia saat menangis, Kara meneteskan air matanya. Kara melepas pelukan itu dan menyeka air mata Nadia.
"jangan menangis, aku tidak tahan jika melihatmu menangis." ucap Kara, Nadia memegang kedua pipi Kara yang sempat ia tampar.
"apa sakit?" tanya Nadia, Kara menggelengkan kepala.
"hatiku lebih sakit jika kamu tidak memaafkan aku!" saut Kara, Nadia melepaskan tangannya dari pipi Kara.
"aku tidak bilang kalau aku tidak memaafkanmu!" ucap Nadia menyeka air matanya, Kara berlutut dan memegang kedua tangan Nadia.
"Nadia mari kita memulai kehidupan kita yang baru, aku akan berusaha menjaga hubungan ini sekali lagi. demi cinta kita, demi putri kita Naira." ucap Kara, Nadia hanya menatap Kara.
"maukah kamu menikah denganku sekali lagi untuk selamanya?" perkataan Kara membuat Nadia meneteskan air matanya, Kara menggelengkan kelapa.
"kenapa kamu banyak bicara dan bertanya, tentu saja aku mau menikah denganmu Kara. biarkan kita bersama sekarang dan untuk selamanya, biarkan kita bersama untuk membesarkan putri kita." jawab Nadia menangis, Kara sangat bahagia dengan itu. Kara memasangkan cincin pada jari Nadia, Nadia langsung memeluk Kara.
"Nadia.. aku tidak bisa hidup jika kamu tidak bersamaku, aku mohon jangan meninggalkan aku lagi." ucap Kara, Nadia mengangguk.
"iya, mari kita membesarkan putri kita bersama sama." ucap Kara mencium kening Nadia, Nadia tersenyum bahagia. mereka larut dalam pikiran masing masing, saling menatap penuh cinta.
"papa jahat!"
teriak Naira tiba tiba, Kara dan Nadia terkejut dan menoleh. Nadia terkejut melihat Naira, Kara teringat meninggalkan Naira didalam mobil. Naira berjalan dengan kesal kearah mereka, Kara tersenyum kaku.
"papa keterlaluan, papa bilang akan memanggilku." ucap Naira, Kara berjongkok dan memegang kedua telinganya.
"maafkan papa, papa lupa kalau papa membawamu." ucap Kara, saat Kara ingin menggendong Naira menolak.
"bagaimana bisa ada kamu?" tanya Nadia, Naira menoleh kearah Kara.
"papa bilang akan melamar mama, jadi aku akan datang saat papa memanggilku. aku menunggu tapi papa tidak memanggilku sampai coklat yang aku makan habis." saut Naira, Nadia menatap Kara.
"beraninya kamu menyuruh putriku menunggu, Naira sepertinya harus kita beri pelajaran." ucap Nadia, Naira mengepalkan tangannya.
"hei kenapa kalian mengkroyok pria baik sepertiku?" ucap Kara mundur karena Nadia dan Naira semakin maju.
__ADS_1
"papa kemarilah, rasakan pukulanku." Naira mengejar Kara yang terus berlari, Kara berlari dengan mengejek Naira.
akhirnya mereka saling berkejaran, dan saling menangkap. Kara akhirnya menangkap Naira dan menggendong lebih tinggi, malam itu menjadi malam yang bahagia untuk mereka. selain mendapatkan hati Nadia, Kara juga mendapatkan Nadia mau menikahinya. Nadia melihat Kara yang sedang menggendong Naira, Nadia sangat bahagia saat melihat mereka. Naira memeluk Kara saat digendong, Naira mencium pipi Kara dan juga pipi Nadia secara bergantian.
****
mereka sampai dirumah, Kara masih saja bercanda dengan Naira, Nadia hanya tersenyum melihat mereka. terlihat Vano sedang memperhatikan mereka, Vano melihat perubahan sifat Nadia pada Kara.
"jadi keluarga kecil ini sudah bersama?" tanya Vano, mereka menoleh kearah Vano.
"ya, kau selalu menyarankanku untuk sabar. dan lihat hasilnya?" saut Kara, Vano tertawa.
"jadi apa tetap memanggilku papa?" tanya Vano pada Naira, Naira menoleh kearah Kara.
"kenapa melihatku, kamu sedang ditanya oleh papa Vano, ayo jawab?" ucap Kara, Naira tersenyum kearah Vano dan pindah dalam gendongan Vano.
"papa Vano tetap menjadi papa Naira yang terbaik, aku sangat menyayangi papa Vano." ucap Naira mencium pipi Vano, Vano tersenyum lebar.
"hm.. jadi bagaimana dengan wanita itu?" tanya Nadia, Vano melihat kearah Nadia,
"siapa?" tanya Kara, Nadia melihat kearah Kara.
"ada seorang wanita mempunyai anak laki laki, kasian anaknya jadi pendiam karena ayahnya meninggal. mobilnya menabrak putra wanita itu dan Vano juga sudah menyelamatkan wanita itu, siapa ya namanya?" Nadia tampak berpikir, Vano menggelengkan kepala.
"Amelia!" saut Vano, Nadia mengangguk dan tersenyum.
"jadi kapan kalian menikah lagi?" ucap Vano mengalihkan pembicaraan, Nadia merasa kesal dengan itu.
"Naira ayo tidur, besok kamu sekolah!" ucap Nadia mengambil Naira dan berlalu pergi, Vano dan Kara bingung dengan itu.
"kenapa dia kesal?" tanya Vano, Kara menggelengkan kepalanya.
"aku bahagia untukmu Kara!" ucap Vano, Kara tersenyum.
"iya, ini juga berkat dirimu. kamu harus mencari pasangan lagi, kamu mau sendiri terus." saut Kara.
"ada kalian keluargaku." ucap Vano, mereka saling tersenyum.
***
**terima kasih buat kalian yang selalu mendukung author😇
__ADS_1
jangan lupa juga like dan komen kalian adalah semangat dari author😍 jangan lupa berikan vote kalian😁**