My Love Story 2

My Love Story 2
90. flashback 2


__ADS_3

kelanjutan Flashback..


"tidak, kamu tidak boleh menikah dengan gadis kotor ini."


ucapan Rosa membuat Amelia dan Adnan terkejut, terlihat Rosa sangat kesal.


"mi kenapa?, bukankah mami menyukainya, dia temanku. aku hanya cocok dengannya." saut Adnan, Amelia hanya diam menunduk.


"mami menyukainya karena dia temanmu, sekarang kamu malah mau menikahinya?, tidak akan mami ijinkan kamu menikahi wanita yatim piatu ini. Adnan kita dari keluarga terhormat, bagaimana bisa wanita ini masuk dalam keluarga kita." saut Rosa, Amelia menangis saat mendengar itu.


"mami aku mencintainya, aku hanya meminta untuk merestui kami menikah." ucap Adnan.


"satpam!!" teriak Rosa, beberapa detik dua orang satpam datang.


"usir wanita ini, pastikan wanita ini tidak masuk kedalam rumah ini. sudah dikasih hati malah meminta jantung, bawa dia." teriak Rosa, Amelia terkejut dengan itu.


"lepaskan dia, jika kalian menyentuhnya aku akan menghajar kalian." ucap Adnan memegang tangan Amelia.


"Adnan! sampai kapanpun mami tidak akan merestui kalian, tidak akan pernah!" ucap Rosa.


"apapun perkataan mami, Adnan akan tetap menikahinya." tegas Adnan, Amelia melepas tangan Adnan.


"Adnan sudah kukatakan sebelumnya, kita tidak cocok. kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok dari aku, turuti apa kata mami mu. dia benar aku tidak bisa menyamai kasta kalian, tante maafkan Adnan, Amel akan pergi." ucap Amelia, Adnan memegang tangan Amelia.


"baguslah kalau kami sadar diri, kamu memang tidak pantas menjadi bagian keluarga ini, bahkan sebenarnya menjadi teman Adnan saja kamu tidak pantas. jangan pernah bertemu dengan nya lagi." ketus Rosa membuat Amelia menangis.


"Mel jangan menyerah, kita saling mencintai dan.." ucap Adnan, Amelia menatap nya.


"tidak, restu ibu lebih utama. apapun yang dikatakan seorang ibu itu sangatlah benar, mereka berkata agar memilih yang terbaik untuk anak anaknya." ucap Amelia, ia memegang tangan Adnan.


"lupakan aku, perlahan aku juga akan melupakanmu. kita akan berteman selamanya." ucap Amelia lalu berjalan keluar dari rumah itu, Amelia tidak peduli dengan panggilan Adnan yang berteriak memanggil namanya.


"Amel, Amelia!!. lepaskan!" teriak Adnan saat kedua satpam itu menahannya untuk mengejar Amelia atas perintah ibunya.


"aku tidak menyangka mami melakukan ini padaku, aku pastikan aku hanya akan menikahi Amelia sampai kapanpun!" ucap Adnan lalu meninggalkan Rosa, Rosa hanya terdiam dan menyuruh kedua satpam itu keluar.


"dan aku pastikan kamu tidak akan menikahinya!" ucap Rosa.


Amelia merasa hancur mendengar jawaban dari Rosa, sepanjang jalan ia menangis. Amelia memeluk dirinya sendiri didalam kamarnya, ibu pengasuhnya datang menghampirinya.


"Amel kamu kenapa sayang?" tanya ibu pengasuh itu, Amelia memeluknya.


"kenapa takdir Amel seperti ini bunda, Adnan sangat mencintaiku begitu juga denganku. tapi kenapa takdir membuat kami tidak bisa bersama, bunda Amel sangat sedih." ucap Amelia menangis, ibu pengasuh itu menenangkan Amelia.


"itu artinya Adnan bukan jodohmu, Allah menyiapkan jodoh yang lain untuk kalian berdua. kamu harus sabar, Allah telah menyiapkan jodoh setiap umatnya." Amelia hanya menangis dalam pelukan ibu pengasuhnya, tanpa ia sadari Amelia menangis hingga tertidur.


"gadis yang malang." ucap ibu pengasuh itu saat melihat Amelia tertidur, ia pun pergi dari kamar Amelia.


***


satu minggu kemudian Amelia sudah melupakan kejadian dirumah Adnan, Amelia berusaha menerima semuanya. pagi itu Amelia sedang pergi kepasar, Amelia membawa hasil belanjaannya begitu banyak.


brugh...


seseorang menabrak Amelia hingga membuat barang belanjaannya jatuh, Amelia merasa kesal saat orang itu tidak bilang maaf bahkan langsung pergi begitu saja. Amelia mulai memungut semua itu, tiba tiba seseorang berusaha membantunya. Amelia terkejut melihat orang itu adalah Adnan, Adnan tersenyum

__ADS_1


"bagaimana bisa jatuh?" tanya Adnan, Amelia tersenyum.


"entah ada seseorang yang menabrakku, terima kasih." ucap Amelia, Adnan mengambil alih untuk membawa belanjaan Amelia.


"bagaimana kamu tau aku disini?" tanya Amelia, mereka berjalan keluar dari pasar. terlihat Adnan membawa sepeda Amelia, Amelia duduk dibelakangnya.


"aku datang ke panti, kata bunda kamu sedang kepasar. saat aku kemari aku melihatmu dari jauh, aku juga melihat orang yang menabrakmu." saut Adnan, Amelia tersenyum.


"Mel, maafkan mamiku minggu lalu." ucap Adnan, Amelia tersenyum.


"lupakan saja, aku sudah melupakan semuanya. kita hanya akan bisa menjadi teman, Allah menyiapkan jodoh setiap orang. jika kita tidak bisa bersama itu artinya jodoh kita orang lain, kita hanya tinggal menunggu jodoh itu datang." ucap Amelia tersenyum, Adnan merasa sedih.


"apakah kita masih seperti dulu?" tanya Adnan, Amelia tersenyum dan mengangguk.


"tentu, kita tetap teman." saut Amelia, mereka saling tersenyum.


sebenarnya terpendam kesedihan pada mereka berdua, mereka hanya saling berusaha menyembunyikan kesedihan mereka masing masing.


setelah kepergian Adnan, Amelia menangis diam diam didalam kamarnya. Amelia tidak tahu harus berbuat apa lagi, Amelia tidak bisa melupakan cintanya pada Adnan.


hp Amelia berdering, terlihat nama Adnan disana. Amelia merasa bingung saat panggilan itu, ia pun segera mengangkatnya.


"halo?" ucap Amelia menyeka air matanya.


"apakah kamu teman pemilik hp ini?"


"iya, siapa ini?" tanya Nadia bingung tidak mendengar suara Adanya malah mendengar suara orang lain.


"datang kerumah sakit kota, temanmu kecelakaan sekarang dia ada dirumah sakit."


"kamu temannya?" ucap orang itu, Amelia mengangguk.


"tunggu sampai dia keluar, kalau bisa hubungi keluarganya."


"i..iya terima kasih." ucap Amelia, orang itu berlalu pergi.


Amelia menunggu Adnan diluar, ia sangat cemas menunggu dokter keluar. Amelia terkejut ketika seseorang menariknya, ternyata itu Rosa.


plak!!


Rosa menampar pipi Amelia, Amelia menangis saat mendapat tamparan itu. ia merasakan panas pada pipi dan matanya, terlihat Rosa sangat marah.


"kamu, beraninya kamu menemui putraku lagi. ini pasti gara gara kamu, kamu memang wanita pembawa sial. untung aku menolak putraku menikah denganmu!" teriak Rosa kesal, Amelia menangis.


"pergi kamu, jangan sampai aku melihatmu!" teriak Rosa lagi.


"Amel tidak tahu tante, maafkan Amel." saat Amelia hendak pergi, beberapa menit kemudian dokter keluar. Amelia memilih untuk diam dan mendengar keadaan Adnan.


"dokter bagaimana anakku, apa ada yang serius?" ucap Rosa khawatir, Amelia melihat itu dari jauh.


"pasien hanya cidera pada kaki dan tangan, siapakah yang bernama Amel. saat pasien tidak sadarkan diri, pasien selalu memanggil nama Amel." ucap dokter, Rosa kesal dengan itu.


"hanya pembantu!" saut Rosa, Amelia terkejut dengan itu.


"pertemukan pasien dengannya, agar pasien bisa tenang."

__ADS_1


"aku, aku Amelia. temukan aku dengannya dokter." ucap Amelia yang tidak perduli tatapan Rosa, dokter membawa Amelia masuk.


Amelia terkejut saat melihat Adnan yang tebring dengan luka pada kaki dan tangan, Amelia menangis dengan itu. Amelia duduk disamping Adnan dan memegang tangannya, Amelia menyeka air matanya.


"ini aku Adnan, bagaimana ini terjadi.." ucap Amelia mulai menangis lagi, Rosa langsung masuk dan mendorong Amelia untuk menjauh.


"jangan sentuh putraku!" ucap Rosa pada Amelia.


"tante apa salah saya, kenapa tante membenci Amel." ucap Amelia, Rosa memandang Amelia dengan tatapan benci.


"aku benci padamu, karena kamu berniat untuk menjadi istri putraku satu satunya. aku tidak mau mempunyai menantu sepertimu, wanita kotor sepertimu hanya pantas menjadi pembantu dirumahku." ucap Rosa, Amelia meneteskan air mata.


"mami.." ucap Adnan tiba tiba, mereka terkejut dengan itu.


"Adnan kamu sudah bangun nak, mami disini." ucap Rosa, Adnan membuka mata dan tersenyum ketika melihat Amelia.


"mami aku ingin sesuatu!" ucap Adnan, Rosa memegang tangan Adnan.


"katakan, kamu akan dapatkan semua yang kamu inginkan!" saut Rosa.


"aku ingin menikah dengan Amelia, aku sangat mencintainya. mami restui kami, aku tidak mau berpisah dengan Amelia." ucap Adnan membuat Rosa terdiam, bahkan Amelia terkejut.


"kenapa kamu tidak mau mendengarkan mami, kenapa Adnan." ucap Rosa, Adnan meraih tangan Amelia.


"restui kami." ucap Adnan, Amelia hanya diam.


"baiklah, mami akan merestui kalian. ingat Adnan kamu akan selalu mendapatkan masalah jika menikahinya, mami pastikan itu." kesal Rosa lalu pergi, Adnan tersenyum pada Amelia.


"kenapa kamu melakukan ini?" tanya Amelia dengan lembut, Adnan meminta Amelia untuk duduk.


"akan aku lakukan apapun untuk mendapat restu!" ucap Adnan, Amelia meneteskan air matanya.


"aku mohon jangan menangis, tersenyumlah." ucap Adnan, Amelia pun tersenyum dan menyeka air matanya.


***


satu bulan kemudian setelah kesembuhan Adnan, mereka menikah secara resmi di panti asuhan tempat Amelia tinggal. mereka menikah dengan acara yang sederhana, Amelia tidak ingin menikah terlalu mewah.


setelah menikah mereka pindah dari indonesia dan pergi ke London, mereka pindah dirumah keluarga Adnan yang ada di London. Adnan sangat bahagia karena akhirnya menikah dengan Amelia, begitu juga dengan Amelia.


"kamu bahagia?" tanya Adnan saat didalam pesawat, Amelia menyenderkan kepalanya pada pundak Adnan.


"sangat bahagia, tapi aku khawatir dengan mami mu!" saut Amelia. terlihat wajah khawatir disana.


"jangan khawatir, dia akan menyukaimu nanti. beri saja dia cucu yang tampan, dia pasti senang." ucap Adnan, Amelia hanya tersenyum malu.


"jika ada papi ku, dia pasti bahagia melihat gadis sepertimu!" ucap


"bagaimana dengan perusahaan kalian di sini?" tanya Amelia.


"sepupuku yang mengurusnya." saut Adnan, Amelia tersenyum dan tertidur dalam pundak Adnan.


setelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai dirumah besar milik Adnan dan keluarganya. semua pelayan menyambut kedatangan mereka dengan ramah, ketakutan Amelia muncul ketika melihat Rosa berdiri.


Rosa bahkan tidak datang ke acara pernikahan putranya, malah langsung pergi ke London. Adnan dan Amelia mendekat kearah Rosa, mereka terkejut saat Rosa memeluk Amelia. Amelia terkejut saat Rosa berbisik padanya, membuat tubuhnya kaku.

__ADS_1


"selamat datang menantuku, selamat datang dineraka."


__ADS_2