My Love Story 2

My Love Story 2
45. positif


__ADS_3

setelah satu minggu berada di swiss mereka kembali ke jakarta, siang itu Kara sedang menuntun Nadia untuk berjalan pelan pelan. Kara dengan sabar terus berusaha membantu memapah Nadia menggerakkan kakinya.


"Nadia ayo majukan kaki mu dengan perlahan!." ucap Kara memegang kedua tangan Nadia.


"Kara jangan lepaskan tanganmu ya, aku benar benar takut." ucap Nadia sedikit gemetar.


"aku tidak akan melepaskannya, lihat kakimu sedikit demi sedikit bergerak. kamu harus semangat sayang." Nadia mengangguk, ia berjalan perlahan lahan.


terlihat mobil Risa datang memasuki halaman rumah, Risa keluar dari mobil dengan Bagas. Bagas melihat Nadia ia langsung berlari kearah Nadia, Kara mendudukan Nadia di kursi rodanya.


"bunda..." teriak Bagas, Nadia tersenyum


"bagaimana sekolahmu sayang?" ucap Nadia


"baik, oh iya mama Risa sangat baik tadi dia beliin Bagas mainan dan es krim." Risa tersenyum, Kara mendorong Nadia masuk kedalam rumah.


"kenapa, apa ada sesuatu?" ucap Kara, mendudukan Bagas disofa.


"nilai matematika Bagas dapat A+ " Nadia tersenyum senang mendengar perkataan Bagas.


"wah.. benarkah, jadi om Kara harus beri hadiah dong?" ucap Nadia, Kara menatap kearah Nadia, Bagas mengangguk girang.


"hm... begitukah, memangnya Bagas mau apa?" Bagas tampak berpikir dengan lucunya, Kara, Nadia dan Risa menunggu jawaban Bagas.


"Bagas pengen adek kecil perempuan!"


"uhuk uhuk... uhuk..."


Kara, Nadia dan Risa terkejut dengan suara batuk seseorang mereka pun melihat keasal suara batuk itu, ternyata berdiri Febriyan disamping meja makan.


"hei mas anakmu minta adek kecil.." ucap Kara tertawa, Febriyan hanya menatap Kara tajam.


"Kara apa yang kau katakan!" ucap Risa kesal, mukanya memerah. Nadia hanya tersenyum melihat itu.


"Bagas mau minta berapa adek?" tanya Kara lagi, Nadia menahan tawa.


"Bagas minta 2, dari bunda 1, dari mama Risa 1." lagi lagi Febriyan hanya menggelengkan kepala dan mendekati Bagas.


"heh anak nakal, siapa yang mengajarimu hm.." ucap Febriyan menggendong Bagas.


"temen Bagas papa, temen Bagas punya adek perempuan lucu terus katanya kalau Bagas pengen minta aja sama mama sama papa." mereka semua tertawa dengan pernyataan Bagas.


"ya jadi akan ada 2 anak yang lahir nanti disini!" ucap ibu Kumala, mereka semua tersenyum.


"bagaimana bulan madu kalian apa ada hasilnya?" ucap ibu Kumala lagi.


"gatau tuh tanya mas Riyan." celetuk Kara, Nadia memukul lengan Kara.

__ADS_1


"heh ya kamu itu gimana, udah isi belum?" saut Febriyan, Kara menatap Nadia lalu beralih keperut Nadia.


"iya Nad, dicek yuk." Nadia memegangi perutnya.


"iya lain kali saja, oke?" Kara mengangguk dan mengiyakan, Risa tampak muak dengan mereka semua.


***


Nadia dan Kara berkunjung kerumah sakit dimana tempat Nadia bekerja sebelum sakit, mereka berniat hanya untuk mampir sebentar. saat bertemu David, Kara menceritakan semua yang terjadi pada Nadia. David terlihat sangat bahagia mendengar itu, David membawa mereka pada ruangannya.


"aku yakin pasti sembuh, dengan perlahan." ucap David, Nadia tersenyum.


"iya David, oh iya aku tinggal dulu buang air kecil." Nadia mengiyakan kemudian ia pergi meninggalkan Nadia dan David yang sedang mengobrol.


"jadi..." ucap David, Nadia masih tidak mengerti.


"jadi apa David?" belum David menjawab suara Dewi mengejutkan mereka.


"sayang aku bawa makan si... ang..." Dewi terkejut melihat Nadia diruangan David, Nadia terkejut saat Dewi memanggil David sayang.


"sayang?" ucap Nadia melihat kearah David lalu pindah ke Dewi.


"Nadia.. aku merindukanmu!" ucap Dewi memeluk Nadia, Nadia masih berpikir saat Dewi memanggil sayang.


"jadi kalian?"


"iya Nad, aku sudah melamarnya dan dia mau menikah iku." jelas David, Dewi hanya meringis.


"menyebalkan aku ini temanmu!" ucap Nadia merajuk, Dewi mendekati Nadia


"jadi ini udah isi belum, hm..?" Nadia terkejut saat Dewi mengatakan itu dengan memegang perutnya.


"aku tidak tahu." jawab Nadia menggelengkan kepala.


"mari kuperiksa." ucap Dewi, Nadia hanya pasrah.


"sayang pinjam ini!" ucap Dewi, David hanya mengangguk.


"oke selesai, akan kuberitahu hasilnya besok!" ucap Dewi, Nadia hanya tersenyum.


"jangan bilang Kara, bilang hanya padaku." David dan Dewi pun mengangguk.


"bilang apa?" tanya Kara tiba tiba, Nadia hanya menggelengkan kepala.


"hm.. tidak ada, Kara ayo kembali sudah hampir malam." ucap Nadia mengalihkan pembicaraan.


"iya ayo, David kita pamit ya."

__ADS_1


"Dewi kami pamit iya." ucap Nadia.


"iya, besok aku hubungi ya.." Nadia mengangguk, mereka pun keluar dari ruangan David.


"hm.. David ayo taruhan!" David mendekat ke arah Dewi.


"taruhan apa?"


"positif atau negatif?"


"positif!" ucap Singkat David.


"aku yang pilih positif, kamu negatif." Dewi mengerucutkan bibirnya, David mencium bibir itu sekilas.


"tidak perlu taruhan, apa pun yang kamu mau bilang padaku. dan ini pasti positif." Dewi tersenyum, ia berdiri dari duduknya dan memeluk David.


"iya semoga saja.." David membalas pelukan Dewi.


"hm.. aku lapar sayang, jam makan siang akan berakhir."


"oh iya aku lupa, aku bawa nasi goreng. mari makan bersama." ucap Dewi, David pun mengiyakan.


****


keesokan paginya Nadia bangun dipagi hari, terlihat Kara memeluknya dari belakang. perlahan Nadia melepaskan pelukan itu, saat ingin mencium Kara Nadia merasakan mual.


"Kara.. mmm.. Kara..." ucap Nadia menutup mulutnya, Kara langsung terbangun.


"ada apa?" tanya Kara, ia langsung menggendong Nadia dan membawanya kekamar mandi.


"hoek... hoek... uhuk.. uhuk.. hoek.." Nadia muntah muntah, Kara memijat pelan leher Nadia.


"apa masuk angin?" tanya Kara, Nadia menggelengkan kepala.


"sudah enak?." tanya Kara lagi, Nadia mengangguk. Kara pun membawa Nadia duduk dikursi roda.


"minum ini dulu, aku akan mandi dulu setelah itu kita turun sarapan." Nadia mengangguk, Kara pun masuk dalam kamar mandi.


"hm.. perutku merasa tidak enak." gumam Nadia memegangi perutnya.


Nadia mengarah kearah jendela, tiba tiba hp nya berbunyi terlihat nama Dewi disana, Nadia pun mengangkat nya.


"halo?"


"Nadiaaaa..."


"hei masih pagi sudah teriak teriak!"

__ADS_1


"positif!"


"apa!"


__ADS_2