My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Busyet, ternyata loe anak sultan


__ADS_3

Tak perlu memiliki banyak teman yang hanya ujung-ujungnya menikam dari belakang,sedikit teman tapi selalu ada dalam keadaan apapun dirimu.


"Hai..rose "


Sapa Lea pada Mawar yang kebetulan baru saja turun dari mobil yang mengantarkan dirinya,asal tahu saja Mawar selalu diantar sopir.


"Hai,kapan loe balik..ga kabarin gue sih,tumben loe telat "


Balas Mawar sebab Lea selalu on time,sudah bawaan dari orok, baginya menghargai waktu itu penting.


"Bisa ga sih non ngomong satu-satu,ga borongan..apa ga lihat mulut gue satu"


Lea menunjukkan mulutnya, berlanjut memegang jidat Mawar.


"Loe kira gue sakit,sialan loe "


Mawar langsung ngomel karena sikap Lea yang tanpa basa basi langsung memegang jidat tanpa ijin.


"Kali aja loe lagi demam makanya mengigau"


Lea terkekeh dengan menutup mulutnya, walaupun pada akhirnya mendapatkan cubitan di pipi mulusnya.


"Aduh..gue bakal bilang ayang by pipi gue loe cubit,hik.hik sakit"


Lea terlihat pura-pura ngambek dengan muka cemberut dengan tangan mengusap pipinya.


"Gayanya sok-sokan punya ayang by..ga usah malu dengan gelar jomblo loe Lea.. seantero kampus juga tahu loe itu ga mau terikat yang namanya pacaran "


Mawar tertawa terpingkal-pingkal sampai airnya tanpa sadar keluar.


"Udah-udah perut gue sakit,kapan loe nyampe?"


Tanya Mawar lagi karena pertanyaannya belum juga Lea jawab.


"Emang gue..gitu ya,Ros.."


Lea sepertinya berpikir dengan apa yang Mawar jelaskan tentang dirinya.


"Lupakan..ga penting juga kapan loe nyampe sis ?"


Mawar semakin tidak sabar menunggu penjelasan dari Lea yang terlihat menunda memberikan jawaban.


"Semalam gue nyampe rose.. sebenarnya gue dikasih ijin untuk istirahat tapi gue bosen ya.. mendingan gue ngampus aja walaupun ga pagi banget sih"


"Hai..by..gue kangen loe tahu"


Arjuna Langsung berlari mendekati kedua temannya yang menurutnya bestienya.


"Jirajut..ingat jangan peluk "


Lea mengingatkan Juna yang terkadang suka khilaf,harap dimaklumi pembawaan Juna yang kemayu jadi suka nemplok.


"Ok..maaf, kelepasan by"


Mawar hanya tersenyum melihat kebiasaan Juna suka kebablasan tapi Lea selalu mengingatkannya.


"Gue tahu loe pada kangen gue tapi sayang gue ga tuh..tapi bohong"


"Ih.. kamu gitu deh "

__ADS_1


Juna langsung mencubit lengan Lea yang hanya bisa meringis karena panas bekas cubitan Juna.


Tidak lama mereka bubar jalan dengan urusannya masing-masing.


🌸🌸🌸🌸🌸


Lea memilih menemui pada Willy untuk memberikan beberapa surat-surat yang harus diserahkan kepada pihak kampus.


Tidak lama Lea bertemu dengan pak Willy karena ada beberapa kating yang memerlukan konsultasi dengan pak Willy,Lea sadar dan berpamitan.


"Ye..makin manis aja sih,baru juga beberapa minggu kita ga jumpa "


Sapa kak Bimo yang kebetulan baru saja keluar dari kantor salah atau dosen.


"Hai kak, gimana kabar ?"


Tanya Lea ramah seperti biasanya kepada orang yang merasa kenal dengan dirinya.


"Baik seperti biasanya walaupun sedikit merindu karena kehilangan loe "


Entah sekedar basi basi atau dari hati yang jelas tidak masuk kedalam hati Lea.


"Alhamdulillah kalau kabarnya baik.. bagaimana dengan yang lain masih aktif di sirkuit?"


Pandai sekali Lea mengalihkan alur tanpa menyakiti lawan bicaranya,semakin bikin penasaran bagi lawan jenismu tanpa berniat tarik ulur tapi mengelak dengan halus.


"Masih seperti biasa cuma kurang puas aja dalam performa, karena di tinggalkan montir cantiknya"


Ucap Bimo dengan tersenyum manis alami tanpa gula pemanis tambahan.


'Tuhan datangkan penolong untuk gue saat ini.. please'


"Lea..jadikan kita pergi !"


Juna datang sebagai penolong yang membuat Lea tersenyum bahagia dan berucap terimakasih pada Tuhan dalam hatinya.


"Maaf banget nih kak bukan ga menghargai tapi sudah terlanjur janji"


Lea menangkupkan kedua tangannya di dadanya sebagai bentuk permintaan maaf pada Bimo.


"Is ok..masih ada lain kali kan "


Ucap Bimo penuh harap pada Lea tapi Lea hanya tersenyum tipis,tanpa ingin memberikan harapan lebih.


"Bay kak.."


Ucap Juna bukan Lea, seperti Juna tahu Lea enggan berkata ada Bimo yang masih memperhatikan walaupun keduanya telah melangkah mulai menjauh darinya.


"Gimana nih..mau ngopi cantik atau ngemall ?"


Tanya Juna yang sangat tahu kebiasaan kedua cewek cantik yang sudah lebih satu tahun ini berteman.


"Sebenarnya gue masih lelah tapi gue masih kangen sama loe pada.. gimana ya ?"


Mawar dan Juna tahu apa yang dirasakan Lea, mereka berdua juga sama masih kangen enggan untuk berpisah saat ini.


"Gimana kalau kita ngobrol banyak di rumah gue..ehm ada sedikit oleh-oleh buat loe berdua"


Kedua tangannya langsung memeluk Lea tapi langsung Lea tahan saat Juna hampir memeluk.

__ADS_1


"Sorry.. thanks you,loe emang the best "


Ungkap Juna dengan malu tapi senang kembali bertemu Lea setelah beberapa minggu Lea ke negeri sakura.


"Mana sopir loe..?"


Tanya Mawar yang melihat Lea hanya berdiri di gerbang kampus dengan santainya.


"Kita nebeng Juna.."


Tidak lama Juna nongol dengan mobil miliknya dan keluar dari mobilnya.


"Nunggu siapa by ?"


Juna terlihat bingung karena kedua cewek itu membuka mobil miliknya tanpa penjelasan.


"Nunggu loe lah..siapa lagi "


Tutur Mawar dengan menepuk pundak Juna untuk langsung menjalankan kendaraan milik Juna.


"Gue jadi sopir nih..ya nasib,tega ya loe pada "


Ujar Juna dengan mulut mengomel tanpa berhenti yang membuat Lea meledeknya.


"Ga.. ikhlas nih,kita turun nih..ayo rose yang punya mobil ga ikhlas "


"Ikhlas..ko,ikhlas maaf jangan marah cuma loe berdua bestie gue "


Terlihat ucapan memelas Juna, berbeda dengan Lea yang terkekeh melihat Juna murung.


"Ke arah mana nih gue ga tahu alamat rumah loe..?"


Tanya Juna meminta penjelasan dari Lea, maklum ini pertama kalinya keduanya berkunjung ke rumah Lea.


Pas berhenti di depan gerbang rumah besar dengan penjagaan yang terbilang ketat, membuat keduanya terperangah tidak percaya sebab penampilan Lea yang selalu bersahaja dalam keseharian berbanding terbalik dengan kediaman yang di milikinya yang merupakan istana yang sangat mewah.


"Siang pak.."


Sapa Lea menyapa dengan sopan pada satpam karena mobil Juna tertahan karena harus tahu terlebih dahulu,apa tujuannya dan berniat bertemu siapa.


"Eh..mbak Lea,siang mbak maaf saya kira tamu"


Ucap satpam yang langsung membukakan pintu gerbang utama dengan ramah pada Lea memberikan senyum.


"By.. serius ini rumah loe..?"


Juna masih belum percaya, untuk memastikan kembali bertanya pada Lea.


"Bukan punya gue tapi bokap gue yang punya..gue cuma numpang hidup ok..ayo turun,katanya mau main "


Ajak Lea dengan santainya langsung membuka pintu mobil miliknya Juna.


"Gue kira rakyat bisa ga tahunya sultan bro "


Timpal Mawar sebelum turun dari mobil Juna ,juna pun langsung mengangguk satu pendapat dengan Mawar.


Selama pertemanan tidak ada selintas pun Lea membicarakan kehidupan keluarganya apalagi membahas kekayaan yang dimiliki keluarganya.


Keduanya semakin kagum pada Lea yang tulus tanpa ada embel-embel kalau dirinya sultan pemilik segalanya.

__ADS_1


__ADS_2