My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Magang..i'm coming


__ADS_3

Sesuai rencana Lea tidak ingin waktu liburan kuliahnya dihabiskan dengan pulang ke negaranya tapi dia akan isi dengan magang disalah perusahaan otomotif yang telah di rekomendasikan oleh dosen secara random.


Suatu kebetulan atau Lea yang beruntung,dia mendapatkan perusahaan yanng besar dan sangat terkenal di bidang otomotif,ada nilai plusnya pemiliknya adalah keturunan Asia tepatnya negara Jiran Malaysia dari penjelasan yang Lea dengar dari dosen yang merekomendasikan.


Di kesempatan magang kali ini ada yang paling Lea suka dia di tempatkan di bagian perencanaan awal dan didominasi karyawan asli negeri Jiran Malaysia,disini Lea tidak harus direpotkan dengan kendala bahasa karena sangat tipis perbedaan bahasa Indonesia dengan negeri Jiran.


"Kamu suka di tempatkan di bagian ini ?"


Tanya lelaki seumuran mas Abimana selaku asisten penanggungjawab departemen pada Lea.


"Dimana pun saya ditempatkan saya suka..sebab semua ada ilmu yang akan saya dapat"


Balas Lea dengan tersenyum ramah pada lelaki yang di panggil Mr.Azhar yang memiliki tubuh tidak terlalu tinggi berkulit tidak putih, standar orang Asia pada umumnya.


"Kalau kamu kurang nyaman akan saya bantu untuk dipindahkan di bagian lain yang lebih ringan kerjanya "


Mr.Azhar memberikan pilihan pada Lea, untuk memilihnya sesuai keinginan Lea.


"Sebenarnya saya lebih suka turun langsung ke lapangan Mr. dari pada harus duduk manis didepan keyboard komputer bikin bosan dan sakit mata"


Penuturan Lea membuat Mr.Azhar tersenyum lebar, dipikirannya Lea gadis yang aneh sebab kebanyakan gadis lain lebih suka kerja di tempat yang tidak berinteraksi dengan mesin takut dengan tangannya yang akan kasar dan berkeringat.


"Ya, sudah kalau kamu nyaman di sini "


Mr. Azhar meninggalkan Lea yang sejak kedatangan Mr.Azhar sedang mengecek kecepatan mesin.


Sebagian besar karyawan di departemen penempatan Lea laki-laki hanya bisa di hitung yang berjenis kelamin perempuan.


Lea di pertunjukan dengan dua orang yang secara usia dia atas Lea kurang lebihnya yang membuat Lea semakin nyaman berada di tempat ini.


"Mau selamanya kerja ?"


Tegur lelaki campuran India Malaysia pada Lea yang terlihat fokus dengan mesin didepannya.


"Abang mengejutkan saja "


Lea menunjukkan muka terkejutnya, berbeda dengan lelaki yang mengejutkan dirinya yang memiliki nama Arjun terlihat senang melihat wajah Lea yang terlihat lucu menurut dirinya.


"Ada yang lucu bang ?"


Tanya Lea karena Arjun semakin tertawa lepas bahkan tidak menunjukkan muka bersalahnya pada Lea.


'Sudah jauh-jauh aku meninggalkan tanah air tetap saja dunia ku tidak jauh-jauh seputar nama Jun menempel di dekat ku'


Gumam Lea dalam hati yang teringat dengan Juna yang sudah menyelesaikan sidang skripsinya.

__ADS_1


"Malah bengong"


Tegur Arjun pada Lea yang terlihat diam seperti orang termenung sejenak.


"Makan siang yuk.."


Dengan suara pelan bahkan hampir tidak terdengar mengajak keduanya untuk makan siang.


Suara itu berasal dari gadis pendiam yang seusia dengan Arjun, Keiora nama gadis itu dia satu kewarganegaraan dengan Arjun.


Keiora anak dari persilangan ibu Malaysia dan ayah Jepang,dia berkulit putih dengan mata sipit serta tidak terlalu tinggi tubuhnya sedang saja.


Memiliki sifat pendiam dan bicara secukupnya saja,dia bisa bekerja di perusahaan ini atas rekomendasi dari salah satu kerabatnya yang sudah lama bekerja di perusahaan ini, tidak hanya itu Keiora cukup memiliki kepandaian di bidang otomotif.


"Kamu mengajak kami ?"


Canda Arjun dengan menunjuk dirinya dan Lea yang sebenarnya ingin menggoda Keiora yang selalu bicara seperlunya dan pendiam.


"Terus kepada siapa lagi cuma ada kalian di sini "


Ucap Keiora yang terlihat malu dengan pipi yang bersemu kemerahan.


"Bang..Arjun,ih kebiasaan deh "


Tegur Lea pada Arjun yang langsung merangkul bahu Keiora beranjak menuju kantin perusahaan untuk makan siang.


Tawar Arjun pada Keiora dan Lea yang bingung melihat antrian yang mengekor, seperti biasanya Arjun yang akan memesan makanan untuk dua bidadari berbeda usia dan karakter.


"Saya seperti biasanya bang,Uni mau makan apa ?"


Lea memanggil Keiora dengan panggilan Uni, Keiora tidak menolak baginya sapaan itu spesial dari Lea dan dia merasa senang dengan panggilan itu.


"Ehm.. sepertinya makan yang kmu pesan enak,saya mau samain saja "


Setelah lama berpikir Keiora memberi jawaban membuat Arjun hanya mengelus dadanya.


'Sabar.. untung aku suka'


Sebenarnya Arjun memendam rasa pada Keiora sudah lama hanya saja sikap Keiora yang pendiam membuat Arjun kurang yakin cintanya akan di balas Keiora,Arjun takut cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Ayo.. sampai kapan terus disini "


Tegur Lea pada Arjun yan langsung cabut setengah berlari kecil menuju tempat pemesanan yang terlihat sudah sedikit senggang.


Ponsel milik Lea bergetar dan mengambil untuk diaktifkan,tidak lama Lea terlihat tersenyum sendiri entah apa yang membuat Lea tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kei..teman sebelah mu sakit ya..?"


Ujar Arjun yang baru saja kembali membawakan nampan berisikan makanan pesanan mereka bertiga.


"Sst,Lea tidak sakit dia baik-baik saja "


Balas Keiora berharap Arjun mengecilkan suaranya karena tidak enak dengan yang lain.


"Cie..kakaknya marah adiknya di bilang sakit "


Goda Arjun pada Keiora yang kembali membuat pipi Keiora memerah karena malu.


"Sakit,sakit Abang mau punya teman sakit "


Protes Lea yang sebenarnya ingin menggoda Arjun yang kini terlihat bersalah.


"Maafkan Abang mu adik ku"


Arjun memohon pada Lea yang membuat Keiora ingin tertawa tapi malu, dengan tertunduk Keiora tertawa terlihat wajah Keiora kembali memerah karena Keiora memiliki kulit putih.


"Saya maafkan Abang ku.."


Balas Lea menirukan ucapan Arjun yang membuat Keiora kembali ingin tertawa tapi malu dan menutupi mulutnya dengan tangannya.


"Uni..kenapa harus ditutupi,Uni cantik terlihat cantik bila tersenyum malu-malu"


Bukan hanya Keiora yang terlihat terkejut dengan ujian dari Lea bahkan Arjun pun senang dengan penuturan jujur Lea.


Benar adanya Keiora memang terlihat cantik saat tersenyum, semakin manis wajah Keiora bila tersenyum.


"Kamu dengar,adik mu itu berkata jujur "


Arjun ikut menambahkan membuat Keiora tertunduk diam,bukan marah tapi dia tidak terbiasa melakukan hal itu.


Lea berasa berada di tanah air bila bersama kedua manusia yang saling malu untuk mengakui memiliki rasa yang sama,suka tapi malu untuk menyatakannya.


"Kamu terlihat serius bahkan lupa dengan sekitar bila bertemu dengan setumpuk pekerjaan tapi sedikit menjauh dari itu..keluar sisi lain dari kamu suka bikin orang lain senang dengan cara kamu yang tidak kamu duga "


Arjun menjabarkan definisi Lea dengan sangat jelas,Lea hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum, sedangkan Keiora terdiam menyimak penjelasan Arjun yang panjang.


"Berapa saya harus memberikan penilaian pada Abang..?"


Kini Lea yang kembali menjaili Arjun,belum juga lama Arjun menjelaskan sudah terjadi hal yang tidak diduga.


Arjun hanya bisa menepuk jidatnya karena ulah Lea yang sebenarnya bikin suasana hangat tidak membosankan.

__ADS_1


Ya.. seperti Lea untuk orang terdekatnya selalu hangat dan nyaman serta menginspirasi.


__ADS_2