
Lelah masih belum hilang dari tubuh Lea yang berniat mandi sepulang kerja tapi terdengar pintu kamar diketuk dari luar.
"Mba,di tunggu diruang kerja tuan besar "
Ternyata salah satu art yang mengetuk pintu kamar Lea dan meminta dirinya menghadap papinya yang tidak biasanya pikir Lea.
"Terimakasih mba..yang aku akan di sana"
Lea lebih memilih membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memenuhi panggilan papinya.
"Ehm..seger banget"
Ucap Lea yang berpakaian santai khas rumahnya celana pendek di bawah lutut dan kaos oblong bergambar Mickey mouse yang besar memenuhi kaosnya.
"Assalamualaikum..ada yang bisa Lea bantu Pi.."
"Waalaikumsalam..ga hanya ingin ngobrol santai saja,kita pindah tempat ke taman samping saja sepertinya lebih adem "
"Bukan adem Pi..tapi dingin kali,ini jam berapa memang ga banyak nyamuk di sana ?"
Lea memberikan saran pada Deandra yang mengandeng tangan Lea untuk ikut dengan dirinya.
"Soal nyamuk ngampang,kita tangkap saja rajanya nanti yang lain ikut mati"
"Papi ini ada-ada saja memang lagi main catur,rajanya kena mati semuanya habis permainan "
"Sudah lupakan soal nyamuk ada yang lebih penting "
"Masa, sepenting apa sih.. sampai mengajak diskusi "
"Penting banget ini soal masa depan mu nak.."
Lea langsung diam begitu mendengar masa depan, yang terpikir pasti pernikahan, perjodohan, lelaki asing dan sejenisnya.
"Bisa ga Pi..nanti dulu untuk hal itu "
"Papi bisa tapi Romo tidak bisa untuk menunggu, tolong nak lihat kondisinya yang sudah sering keluar masuk rumah sakit "
"Bukankah masih banyak cara untuk membuat Romo bahagia Pi.."
"Ya..papi tahu tapi,ini permintaan Romo nak..tolong pertimbangkan karena papi tidak mau kamu menyesal dikemudian hari "
"Tapi ini berat buat Lea Pi..harus cari kemana pasangan hidup yang sesuai Lea mau"
"Romo dan papi tidak bermaksud menjodohkan tapi memperkenalkan seseorang yang menurut Romo dan papi sesuai dengan mu nak.."
"Apa bedanya Pi.. tinggal bilang saja mau menjodohkan Lea titik"
"Tidak nak, lelaki itu meminta kamu mengetahui latar belakangnya terlebih dahulu setelah itu kamu boleh memutuskan mau melanjutkan atau tidak "
"Lelaki yang aneh.."
"Tidak aneh menurut papi,dia lelaki yang berpikir ke depan, mungkin dengan lebih mengetahui latar belakangnya kamu akan mempertimbangkan dan sebagai bukti dia tidak memaksakan kehendak "
Bener juga pikir Lea, dalam perjodohan biasanya salah satu memaksakan keinginannya.
__ADS_1
"Sepertinya Romo dan papi cukup mengenalnya "
"Sangat..dia lelaki yang taat akan tuhan dan orang tua,pribadi yang sopan santu, bertanggungjawab dalam pekerjaan dan keluarga,mudah berbaur dengan masyarakat sekitar hampir sama dengan mu nak..dia juga punya perusahaan sendiri yang tidak banyak orang tahu "
"Ha..ga salah papi menilai orang "
"Ga,papi cukup tahu dari dia sebelum kamu lahir nak..umur dia dibawah Abimana tapi di atas Arya "
"Pi..setua itu belum menikah ?"
"Hus..tua,kamu lihat saja nanti,dia menghabiskan waktu dengan kuliah dan membangun perusahaannya sendiri, hati-hati kalau bicara"
"Awas cinta loh.."
Sambar Arya yang sedari tadi menjadi pendengar dari jarak yang cukup bisa mendengar dengan jelas.
"Ih..suka menguping pembicaraan orang,awas kupingnya jadi seperti kelinci "
"Takut..tolong kuping ku panjang dan lebar seperti kelinci "
Arya pura-pura ketakutan dan memegangi telinganya dengan kedua tangannya.
Lea tertawa bersama Deandra melihat tingkah lucu Arya seperti anak kecil padahal sudah memiliki dua anak.
"Ga..lucu "
Ucap tidak jujur Lea yang menahan tawa dengan pura-pura bermuka masam.
"Lagian suka banget sih curi dengar.."
Arya menunjukkan tempat dimana dirinya berada sebelum papi dan Lea datang.
Sepertinya Arya membawa pulang pekerjaan kantornya ke rumah terbukti di meja kecil itu ada beberapa map berkas dan lektop miliknya.
"Jangan suka berburuk sangka kalau belum lihat faktanya dek "
Lea merasa malu dengan apa yang Arya ucapkan mau bagaimana lagi selain meminta maaf pada Arya.
"Maaf.. aku pikir mas cuti dengar "
"Sudah,sudah.. jadi bagaimana kapan kamu siap untuk bertemu dengannya nak ?"
"Loh..kok tanya aku,bukankah dia yang ingin bertemu "
"Maksud papi kapan kamu ada waktu sebab kasihan juga dia sudah datang dari jauh kamu ga ada waktu kasihan loh dek"
Bukan Arya membela tapi memang faktanya seperti itu dia bukan lelaki pengangguran, kesibukannya melebihi dirinya dan Abimana.
"Sok sibuk..,gimana dengan aku dia, kesibukannya begitu banyak "
"Untuk saat ini belum jadi prioritas sebab kamu belum jadi istrinya.. nanti kamu akan tetap jadi prioritasnya bila sudah menikah "
Kini Abimana ikut menambahkan yang tidak diketahui kapan sosok duduk diantara mereka saat ini.
"Memang mas juga saling kenal "
__ADS_1
"Kami saling mengenal "
Jawab kedua saudara Lea kompak yang membuat Lea semakin bingung kenap mereka saling mengenal sedangkan dirinya tidak mengetahui sosok sama sekali.
"Dia hampir seperti mas mu Abimana, bicara secukupnya lebih banyak kerja tapi dia mudah membaur seperti mu dimasyarakat "
Lea semakin penasaran seperti apa sih sosoknya, sebab dia begitu dikagumi oleh keluarga besarnya.
"Makin penasaran nih ?"
Goda Arya yang melihat Lea seperti melamun membayangkan bagaimana sosoknya.
"Dari pada penasaran cepat kasih kepastian kapan waktu biar cepat bertemu"
"Ih..yang sebenarnya penasaran itu siapa sih "
Sewot Lea pada Arya yang tidak berhenti menggoda Lea dengan tersenyum jail.
"Lah..aku hanya sekedar mengingatkan dari pada kamu dihantui rasa penasaran "
"Siapa juga yang dihantui yang ada.. kesurupan kali "
"Maksud aku dari pada kamu terus membayangkan sosok lebih baik secepatnya bertemu gitu dek "
"Sepertinya ga bisa dalam waktu dekat ini Pi..aku ada proyek baru "
"Aku lihat kamu sibuk banget sih dek.."
"Ga,juga sih cuma ada beberapa produk baru yang akan di luncurkan dan aku bagian pengujiannya mas "
"Memang selamanya kamu akan kerja ?"
"Ga..hanya ingin tahu aja dunia kerja seperti apa,aku ada proyek sendiri yang ingin aku wujudkan "
"Gimana kalau suami kamu ga mendukung proyek kamu?"
"Makanya aku mau cari pasangan yang satu misi sebab ku ga mau dilarang untuk sesuatu yang aku suka apalagi berhubungan dengan membantu orang banyak "
"Benarkan..kalian berjodoh,sama dia juga seperti mu nak selalu memenuhi keinginan untuk membantu orang lain "
"Sudahlah Pi..bisa besar kepala dia kalau selalu memberikan pujian "
Ujar Lea yang terlihat tidak begitu suka dengan Deandra yang terlihat suka memuji sosok yang belum Lea tahu.
"Memang seperti itu dek, faktanya jadi ga aneh bila papi memujinya "
Kini giliran Abimana yang ikut menambahkan semakin membuat Lea sedikit kesal akan sosok yang masih misterius itu.
"Sebenarnya kamu tahu hanya saja kamu kurang peka saja dengan kehadirannya "
"Udahlah mas,bikin aku malas saja..sakit telingaku mendengar pujian untuk dia "
Lea pun pergi tanpa berpamitan kepada Deandra dan kedua kakak laki-lakinya memilih masuk kamar.
Sebenarnya Lea memikirkan sosok itu,apa sesempurna itu,mengapa semua begitu mengangumi sosoknya seperti tanpa celah dimata keluarga besarnya.
__ADS_1