
Berhati lamanya Lea menikmati liburan panjang hingga membuat dirinya enggan kembali tapi harus di paksaan sebab tinggal selangkah lagi mencapai garis finis.
"Kalau masih merasa enggan pulang,ya sudah biar papi minta tolong mas Abi mengabari pihak kampus"
Ucap Deandra beberapa waktu yang lalu sebelum Lea mempersiapkan tiket pesawat untuk kembali ke Amerika.
"Ga..usah Pi,aku harus lekas balik karena jadwal sidang sudah ditentukan, kalau diundur lagi sayang..kapan beresnya "
Lea berusaha menyakinkan dirinya bahwa harus lekas mengambil sikap karena ingin cepat berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya.
"Papi yakin kamu bisa sayang.."
Deandra memberikan semangat pada putrinya dengan memeluk erat dan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Terimakasih Pi.."
Bagi lea keluarga adalah inspirasi terbesarnya seperti Romo yang selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada pegawai dan orang sekitarnya, Deandra yang tegas tapi penyayang keluarga dan semua orang yang bernaung di bawah tanggungjawabnya begitu juga dengan kedua kakak laki-lakinya, keduanya berbeda cara dalam mengungkapkan rasa sayang dan perhatian padanya maupun ke pasangan juga kepada buah hatinya.
Termasuk Mbok nah,yang bukan ibu yang mengandungnya tapi dengan keikhlasan serta tulus membesar dirinya, walaupun ada balasan dari keluarga besar Romo untuk keluarga mbok nah yang Lea tidak tahu soal itu,yang pasti kehangatan keluarga dapat Lea rasakan sehingga membentuk pribadi seperti saat ini.
Bila mengingat semua itu Lea enggan keluar dari lingkungan keluarga besarnya tapi di luaran sana banyak yang tidak merasa seperti Lea rasakan dan menggugah jiwa sosialnya untuk berbagi kebahagiaan yang miliki pada sesama.
Sepertinya Lea salah memesan jadwal penerbangan saat ini, membuat Lea ingin terjun bebas saja dari pesawat.
"Sepertinya papi salah pilih class nih "
Gumam Lea dengan menutup dua telinganya dengan headset karena malu dan malas mendengar ucapan mesra dari sebelah kursi duduknya pada pasangannya.
"Ada yang kurang nyaman honey?"
Tanya lelaki yang berkulit sawo matang pada pasangannya yang terlihat kurang nyaman yang kebetulan duduk samping Lea.
"Ga..tahu ga enak aja "
Balasnya dengan pelan membuat lelaki itu berusaha mencari cara agar pasangannya nyaman dalam perjalanan.(itu baru pasangan yang di samping Lea).
"Yang..bisa minta sesuatu yang segar tidak sama mba pramugari"
Pinta seorang wanita yang Lea dengar dari suaranya yang terdengar lembut tapi sedikit meminta diperhatikan oleh pasangannya.
"Ya.. tunggu sebentar,cuma itu saja sayang ?"
Sepertinya lelaki itu menuruti permintaan pasangannya terbukti lelaki berjalan di depan Lea menuju pramugari berada seperti meminta sesuatu yang diminta pasangannya.(yang ini pasangan di belakang kursi Lea).
"Masih mual.. sweetie ?"
__ADS_1
Terdengar suara lelaki bertanya pada wanita yang sepertinya mengalami mabuk perjalanan.
"Ya..dikit,biarkan aku tidur saja biar tidak mual lagi"
Ucap wanita sebagai balasan yang membuat Lea berpikir ini perjalanan paket bulan madu apa, hampir semua penumpang pesawat pasangan muda membuat Lea merasa geli dengan kata-kata panggilan dan pujian yang mereka lontarkan pada pasangannya yang terlalu berlebihan kalau kata anak kekinian lebay.
Merasa tidak nyaman Lea meminta tukar kursi tapi sayang tidak ada kursi kosong di class yang Lea pesan ada juga di beda class yaitu class bisnis.
Dari Lea merasa tidak nyaman Lea memilih pindah class tidak masalah buat Lea yang terbilang santai orangnya.
"Bukankah lebih nyaman di sana nak..?"
Tanya seorang ibu yang kebetulan duduk disebelah Lea, beliau duduk seorang diri.
"Bagi saya pribadi dimana pun saya akan nyaman bersama orang yang nyaman, nyonya.. walaupun tempat itu biasa saja "
Dengan menunjukkan senyum manisnya Lea menjawab pertanyaan ibu yang duduk disebelah Lea.
"Kamu memang bena..kemana tujuan mu nak ?"
Tanya ibu itu pada Lea,yang sepertinya tahu Lea bukan dari keluarga biasa-biasa saja.
"Texas nyonya, sedangkan nyonya sendiri mau kemana ?"
Tanya balik Lea pada ibu yang terlihat seumuran dengan mbok nah tapi masih terlihat cantik,mungkin karena perawatan sedangkan mbok nah mana kenal perawatan tapi menurut Lea mbok nak tetap cantik di banding wanita seumuran dengannya yang hidup dilingkungan perkebunan milik Romo.
Jawab ibu itu dengan tersenyum pada Lea yang sudah duduk lebih santai.
"Hanya sekedar jalan-jalan atau mengunjungi famili nak?"
Ibu itu kembali bertanya pada Lea yang mengeluarkan buku dari tas punggungnya yang kebetulan masih dalam pangkuannya.
"Kuliah ibu.."
"Kalau saya mengunjungi menantu ku yang baru saja melarikan"
Lea terlihat ikut bahagia padahal siapa dia tapi Lea ikut senang dengan penjelasan ibu itu.
"Sudah beberapa lama di sana ?"
Ibu itu merasa senang dalam perjalanan ada teman untuk bicara karena akan. jenuh bila menempuh perjalanan lama tidak ada teman bicara.
"Mungkin tahun ini tahun terakhir buat saya karena saya sudah persiapkan sidang nyonya"
"Oh..ya,tapi kamu masih terlihat sangat mudah nak.."
__ADS_1
"Tidak nyonya usia ku hampiri 26 tahun selepas wisuda nanti "
Ibu itu terlihat kagum dengan Lea yang cantik juga sopan tidak seperti kebanyakan anak gadis yang suka tidak menyukai orang yang lebih tua bila di ajak bicara.
"Tidak diantar keluarga atau pacar ?"
"Saya lebih suka sendiri nyonya akan lebih bebas dan kebetulan keluarga saja sibuk..soal pacar sepertinya saya lebih nyaman sendiri dulu karena ingin fokus kuliah saat ini "
Rasa tidak percaya yang ibu itu rasakan,Lea yang cantik berkepribadian baik tidak punya lelaki yang dekat dengannya.
"Akan ada waktu yang tepat untuk gadis sebaik mu nak"
"Terimakasih untuk doanya tapi saya tidak sebaik yang nyonya lihat "
Ibu itu bisa melihat dari kerendahan hati Lea melalui tutur kata dan bahas tubuh yang Lea perlihatkan di depan ibu itu.
"Ibu bisa melihatnya tapi harus kamu tunjukkan,jangan panggil saya nyonya sebab saya bukan nyonya mu nak.. panggil ibu seorang menantu dan anak ku,aku lebih nyaman di panggil seperti itu dari pada nyonya seperti ada jarak diantara kita"
Tutur ibu itu yang membuat Lea teringat akan mbok nah yang selalu memberikan cinta kasih padanya.
"Apa ada yang lucu,ibu lihat kamu tersenyum sendiri ?"
Lea merasa salah tingkah karena di perhatikan oleh ibu yang menurut Lea asyik jadi teman bicara dalam perjalanan ini.
"Saya teringat ibu ku yang baru saja berpisah beberapa jam lalu "
"Oh..ya,pasti ibu mu sedih karena kamu harus kembali ke kampus"
"Ya..tapi ibu juga yang meminta ku kembali ke kampus secepatnya biar cepat pulang katanya"
Lea dan ibu itu tertawa bersama seakan-akan keduanya teman lama yang saling berbagi cerita padahal secara usia perbedaan keduanya jauh seperti anak dan ibunya saja.
"Sepertinya ibu mu mendidik mu dengan keras sehingga terlihat kamu begitu mandiri dan pekerja keras"
"Sebenarnya ibu sangat lembut, penyayang tapi di sisi lain dia tidak ingin melihat anaknya ditindas ya..mau tidak mau ibu akan tegas diwaktu tertentu "
Ucap Lea sebenarnya tidak semua bohong dan dia hanya menggabungkan antara didikan yang di berikan mbok nah,Romo dan papinya.
"Oh..senangnya memiliki ibu seperti itu,kamu harus bersyukur nak memilikinya"
Sudah pasti saya bersyukur karena ibu saya ingin cepat ke lulus biar cepat dekat dengannya,sudah lelah jauh dari ibu dan selalu rindu pelukan dan makan yang ibu masak walaupun hanya tumis kangkung"
Keduanya kembali tertawa bersama, untuk Lea nyaman ada tempat bicara untuk ibu itu dia berasa ngobrol dengan putrinya yang sebenarnya tidak memiliki seorang putri.
Akan selalu ada cerita yang berbeda dalam perjalan yang sama,boleh tanya pada siapapun pasti akan sama jawabnya.
__ADS_1
Perjalan yang kita tempuh tetap sama tapi orang lain yang akan ada duduk di sebelah kita bila kita menggunakan fasilitas umum.
Adakah kisah lain yang akan sedikit mengusik relung hati paling dalam Lea dari sosok yang belum pernah hadir walaupun hanya dalam mimpi ? see..you.