
Terlihat wajah lesu dan mata yang terlihat masih mengantuk yang kini dirasakan oleh Lea,yang dengan terpaksa harus bersiap masuk kerja karena akan ada audit yang tidak bisa diwakilkan.
"Lemes bener,ga tidur semalam ?"
Lea tidak menjawab hanya mengaduk susu hangat yang disiapkan untuk diri untuk sarapan pagi.
"Mas Bian,moci (kucing) semalam keluar ya..?"
Biantara seperti mengingat-ingat, karena dia semalam yang main bersama moci sebelum masuk kamar.
"Mas masukin kandang aunty,memang kenapa ?"
"Lalu kucing siapa yang semalam suaranya mengganggu sampai aunty tidak bisa tidur.."
"Paling kucing luar nak..naik pagar "
Deandra menjelaskan pada Lea yang dia tahu sebab hanya kamar Lea yang berbatasan dengan tembok luar.
"Kenapa juga harus manjat tembok kalau ujung-ujungnya tidak bisa turun"
"Mana ada kucing ga bis turun dek"
Jawab Arya yang melihat aneh pada Lea karena kucing pandai memanjat sudah pasti pandai juga turun.
"Memang suaranya masih ada ?"
Tanya Deandra pada Lea yang terlihat kesal karena kurang tidur semalam merasa terganggu.
"Sebelum subuh sudah hilang suaranya"
"Itu mah kucing mau ngapelin moci dek.."
Ujar Arya yang membuat Lea mengerutkan keningnya seperti tidak percaya dengan ucapan Arya yang biasa suka asal ngomong.
"Bener itu dek..kucing kan ada musim kawinnya.."
Abimana menjelaskan yang sebenarnya tapi tetap tidak diterima oleh pikiran Lea baginya kedua kakaknya mengada-ada.
"Masa mas pasti bohong,bisanya juga menggada-ada "
"Lah..malah di bilang bohong,tanya yang paling tua disini"
Secara otomatis menunjuk pada Deandra yang paling usianya tua diantara tapi tidak membuat Arya bersalah karena semaunya yang saat ini berada dimeja makan.
"Mas Arya ga bohongin aku kan Pi.."
"Bener dek..kalau membuat kamu terganggu nanti papi suruh salah satu art memasang pagar pembatas tambahan biar kucing ga naik lagi "
"Pi..Pi, setinggi apa memasang pagar wong di rumah ini ada kucing betina ya..pasti akan di ketahui kucing jantan..ini masa kawin Pi, susah,biarkan saja"
Arya menjelaskan dengan logikanya karena bagaimanapun tidak mungkin melarang kucing melewati masa kawin itu.
"Bukan kah,moci belum nikah kok langsung kawin ?"
Semua mata tertuju pada Erlangga seakan tidak percaya anak lelaki yang sudah mulai masuk ABG itu berbicara yang seharusnya belum waktunya tahu,membuat orang dewasa yang berada di dekatnya terheran sekaligus kaget.
"Mas, siap-siap anak mu sudah mulai banyak tahu"
Ucap Arya pada Abimana yang masih bisa tenang padahal hanya sebenarnya ketar ketir,anaknya udah banyak tahu apalagi Erlangga hobi sekali baca buku.
__ADS_1
"Jangan masukkan kandang biar moci bertemu pasangannya "
Ujar Arya seperti memberikan solusi tapi di tolak dengan tegas oleh putranya yang tidak menyukai usulan Arya.
"Ga mau Pi..moci ga boleh ketemu kucing lain"
"Tidak boleh seperti nak..kucing juga punya hak bebas untuk berkembang biak"
"Ga,mau nanti moci pergi sama kucing luar itu"
"Ga..nak,moci tetap disini"
"Bagaikan dengan kucing luar ?"
"Kita lihat dulu kucing luaran mas Bian suka atau tidak ok.., kalau suka kita biarkan dai juga bisa tinggal bersama moci "
Lea merasa iba pada Bian yang menyayangi moci walaupun tidak seratus persen dia merawatnya,ada bantuan dari art yang merawatnya.
"Benarkah aunty ?"
"Bolehkah Pi ?
Biantara meminta kepastian dari Lea dan meminta ijin pada Arya sekaligus meminta persetujuan darinya.
"Asalkan tidak menggangu sekolah dan kegiatan tugas-tugas mas boleh,jika mengganggu papi akan minta maaf lepaskan moci "
"Iya..Pi,mas janji tidak menggangu sekolah juga tugas-tugas mas "
Makan pagi berjalan seperti biasanya hanya obrolan santai sebelum menikmati sarapan karena aturan Deandra saat makan harus hening tapi selepas itu mereka membebaskan karena interaksi pagi perlu untuk mempererat hubungan.
"Sebaiknya jangan naik motor,biar diantara pak Komar nak "
Deandra mengkhawatirkan Lea yang masih terlihat mengantuk, apalagi jalanan pagi seperti biasanya akan macet.
Sudah menjadi rutinitas pak Komar mengantarkan Deandra ke kantor dan menunggunya sampai pulang.
"Masih ada Hadi, tidak perlu khawatirkan papi nak.."
Memang benar di kediaman Deandra memiliki beberapa sopir yang siap mengantar penghuni istana Deandra.
"Baiklah "
Lea masih terlihat enggan untuk beranjak dari sofa dimana dirinya masih duduk bersebelahan dengan Deandra.
"Bareng Papi saja gimana ?"
Ajak Deandra yang sepertinya tahu Lea malas untuk beranjak dari sofa,bahkan memeluk satu tangan Deandra dengan manja.
"Sepertinya masih malas gerak nih "
Lea semakin bergelayut manja pada Deandra,yang membuat Arya ingin mencubit hidung mancung Lea karena gemas pada Lea yang menempel pada Deandra.
"Sakit,Pi..mas Arya "
"Mas..kasihan adik mu "
"Habis ngegemesin"
"Itu..tuh yang ngegemesin"
__ADS_1
Lea menunjuk kearah Alleia yang baru saja bangun dalam gendongan Kinan untuk dimandikan.
"Sayangnya aunty"
Lea menghampiri Alleia yang membalas sapaan Lea dengan tersenyum senang seperlunya dia mengerti.
"Aduh cantiknya keponakan aunty..ikut yuk"
"Sudah sana pergi nanti kena pipis Alleia loh.."
Tegur Arya yang berdiri diantara mereka,sama dengan Lea Arya pun ingin menyapa putri cantiknya sebelum berangkat kerja.
"Ga.. asem-asemnya nih si cantik "
Ucap Lea yang kembali mencium pipi Alleia yang hanya tersenyum tidak menangis.
"Kalau yang ini asem ga "
Arya mendaratkan ciuman di pipi Lea yang membuat Lea sewot karena malu, sebaliknya Arya malah senang Lea marah padanya.
"Mba,mas Arya "
Kinan hanya tersenyum bukan marah pada suaminya yang suka sekali jail pada adiknya.
"Makanya cepat cari pasangan biar mas Arya ga cium-cium kamu lagi dek"
Ujar Titi yang kebetulan lewat menggoda Lea yang terlihat bingung dengan ucapan Titi.
"Emang ada hubungannya mba?"
"Ada mas Arya akan malu sama pasangan mu dek"
Kinan yang menjawab pertanyaan Lea bukan Titi, karena Titi sudah lenyap dari pandangan mereka.
"Ga nyambung kali mba "
"Nyambung lah..dek, karena mas Arya ga mungkin juga mencium kamu didepan pasangan,mas Arya akan malu dek"
"Makanya cepat cari pasangan "
"Senang banget jomblo "
Goda Arya lagi yang membuat Lea cemberut dan memukuli Arya dengan muka masam.
"Auw.. ampun,sakit dek"
"Mas Arya nakal "
"Ayo..kapan kalian akan pergi kalau saling menggoda "
Deandra menegur keduanya berbeda dengan Abimana yang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya memperhatikan keduanya yang saling membalas,nampak tidak akur tapi bukan seperti sebenarnya.
"Ayo..malah senyum-senyum "
Tegur Deandra lagi pada anak-anaknya yang masih betah di rumah,padahal tidak masuk kerja pun tidak masalah perusahaan milik mereka siapa juga yang akan memarahinya.
Lea masih terlihat kesal karena moodnya belum kembali akibat kurang tidur semalam.
"Kucing kawin yang meresahkan.."
__ADS_1
Sewot Lea seorang diri terdengar oleh Deandra yang memberikan ucapan lembut di kepala Lea.
.