My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Bisik-bisik


__ADS_3

Saat ini Lea berada di benua Eropa tepatnya di Jerman,bukan maunya dia kembali mewakili kampusnya untuk kembali mengikuti program kreativitas mahasiswa atas kemampuannya di bidang otomotif padahal ilmu yang dia ambil teknik mesin tapi kemampuan otomotifnya lebih menonjol pada dirinya.


Sebenarnya tanpa sengaja Lea mengikuti program kreativitas mahasiswa secara pribadi, karena keisengan dirinya melalui situs online yang dia pikir tidak akan pernah terpikirkan akan terpilih.


Dengan terpaksa Lea merelakan penundaan mengajuan sidang skripsinya,tapi atas rekomendasi juga dari pihak kampus tentunya.


"Bilang tuh sama bestie loe,jangan suka cari muka, sok-sokan nunjukin kalau dia bisa "


Cibir salah satu mahasiswa pada Arjuna dan Mawar yang kebetulan berada di kantin kampus.


"Lagian sana sini mau "


"Jangan-jangan jual.."


Ucap yang lain tidak melanjutkan cibirannya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


"Sok..jual kemampuan padahal tebar pesona Sam semua laki-laki"


Bisik yang lain yang membuat Arjuna mengepalkan tangannya karena kesal.


"Siang pak"


Sapa mahasiswa dengan tersenyum malu pada pak Willy yang kebetulan masuk kantin tidak biasanya.


"Siang..kalian ga ada kelas masih di kantin"


Tegur pak Willy dengan memberikan senyuman,tapi terlihat kurang suka.


"Kebetulan kita selesaikan ketemu dosen pembimbing pak "


Jawab salah satu mahasiswa dengan malu sekaligus gugup karena dipertanyakan keberadaannya di kantin disaat jam belajar berlangsung.


Tidak beberapa lama ponsel pak Willy bergetar sepertinya ada panggilan masuk.


"Halo..hai, apakah terlalu nyaman di sana hingga kamu lupa dengan dosen mu?"


"....."


"Ya,saya tahu kamu memang mudah beradaptasi, apakah ada masalah"


"...."


"Ha..ha,itu hal yang mudah bagi kamu,Lea "


Mendengar nama Lea semua yang berada di kantin mulai berbisik-bisik, sebegitu dekatnya kah hubungan pak Willy dengan Lea sebagai dosen pembimbingnya,pikir mereka.


"Ok..saya tunggu oleh-olehnya ya.."


"...."


"Ga,saya ga mau disini juga banyak"


"...."


"Ha..saya bukan ingin bangun rumah"


"...."

__ADS_1


"Semua tembok sama Lea,sudah jaga diri kamu..akan saya sampaikan "


Pak Willy terlihat tersenyum sendiri, entahlah apa yang membuatnya tersenyum.


Tidak lama pak Willy meninggalkan kantin setelah membayar dan menghabiskan makanan yang di pesannya.


"Kamu dengar sendiri kan, kelakuan Lea.. memalukan "


Belum selesai yang lain memberikan tanggapan yang lain ikut menambahkan.


"Sok bersembunyi di balik topeng cueknya ternyata.. kalian bisa mengira-ngira sendiri seperti apa dirinya"


Dengan sesuka hati mereka membicarakan Lea tanpa tahu kebenarannya, Arjuna dan Mawar terlihat sedih sekaligus kesal karena mereka hanya melihat Lea dari luarnya saja.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Yang saat ini jadi bahan gosip di kampus tengah menikmati kesempatan langkah dan tidak semua orang di berikan kesempatan seperti dirinya.


"I see you are quite happy to be here "


(saya lihat kamu cukup senang berada di sini).


Lea berbincang santai dengan salah satu orang yang kebetulan duduk disebelahnya.


"Of course i'm glad this is a rare opportunity because not opportunity"


(Tentu saja saya senang ini kesempatan yang tidak semua orang dapatkan).


Lelaki itu tersenyum seperti mengerti dengan apa yang Lea ucapkan.


"You deserve the opportunity because have extraordinary abilities and i believe you Will be a successful person"


"I can have a big head because you praise too much,even though i can only damage..i can't repair"


(Saya bisa besar kepala karena anda terlalu memuji, padahal saya hanya bisa merusak tidak bisa memperbaiki).


"Ha..ha..you are really good at making other people happy,but i know your ability"


(Ha..ha..kamu memang pandai membuat orang lain senang tapi saya tahu kemampuan kamu).


"You are really good at complimenting"


(Anda memang pandai memuji).


"I'm not praising,it's like that's afact that i see..you are always red"


(Saya tidak memuji,memang seperti itu faktanya yang saya lihat..kamu selalu merendah).


Lea memang cewek yang selalu rendah hati tidak ingin menyombongkan dirinya didepan siapapun.


Tidak lama keduanya berpisah tapi tidak lama lelaki yang baru saja berbicara dengan Lea bertemu dengan rekannya.


"What are you talking about,looks familiar?"


(Apa yang kalian bicarakan, terlihat akrab?).


"Just talking casually nothing serious,not as you can see..she's a cool women in my opinion"

__ADS_1


(Hanya berbincang santai tidak ada yang serius, tidak seperti yang kamu lihat..dia wanita yang asyik menurut ku)


"I think tha's now i see it,why don't you just come closer..instead of yourself right now ?"


(Sepertinya seperti itu yang saya lihat, kenapa tidak kamu dekati saja..bukannya kamu sendiri saat ini?).


"I don't know..i don't dare because she is so special unlike other women who are easy to approach"


(Entahlah.. saya tidak berani karena dia begitu spesial tidak seperti wanita lainnya yang mudah didekati).


"I just found out that you can't be confident in front of women..it's not like you"


(Aku baru tahu kalau kamu bisa tidak percaya diri didepan wanita ini.. seperti bukan kamu).


Keduanya tertawa selepas puas mengejek temannya yang membuat rekannya mereka ikut penasaran.


Di belahan dunia yang lain Arjuna semakin merindukan Lea karena gosip yang beredar di kampus semakin santer saja padahal mereka tidak tahu kebenaranya.


"War..gue sedih sebagai teman,tapi gue harus gimana ?"


Arjuna terlihat tidak bersemangat belum lagi dirinya belum mendapatkan jadwal sidang.


"Sudahlah Jun..kuat bisa apa,mulut mereka banyak kita hanya berdua "


Mawar tidak memiliki keberanian untuk meredam gosip yang beredar saat ini.


"Lea..Lea loe memang berbeda"


Puji Juna dengan tersenyum membayangkan wajah ayu lea yang selalu santai dalam menghadapi masalah.


"Loe yakin dengan semua yang mereka omongin Jun?"


Tanya Mawar dengan menepuk pundak Juna yang sepertinya melamun.


"Eh..kodok,apa sih loe War..bikin jantung gue copot "


"Apa sih yang loe lamunin Jirayut ?"


Panggil kesayangan Lea untuk Juna terucap dari bibir Mawar karena kesal tidak direspon.


"Gue kangen lea kak Rose "


Balas Juna dengan tersenyum tanpa menunjukkan rasa bersalahnya pada Mawar.


"Bodoh..amat gue kesel sam loe"


Ujar Mawar dengan menunjukkan muka kesalnya, berbeda dengan Juna yang hanya tersenyum tanpa bersalah.


"Sedang apa ya dia di sana, apakah seperti kita yang rindu padanya "


Ucap Juna dengan berbicara sendiri tanpa memperhatikan Mawar yang mulai melangkah meninggalkan dirinya.


"Eh.. busyet gue di tinggalkan sendiri..kak Rose tungguin gue !!"


Teriak Juna yang mengejar Mawar yang terlihat terkekeh setelah melihat Juna berlari kecil mengejar dirinya yang sudah jauh.


"Emang enak.."

__ADS_1


Ucap Mawar pelan dengan sesekali melirik kebelakang dimana Juna masih mengejarnya.


Sebenarnya keduanya terlihat tidak bahagia sepeninggal Lea, walaupun Lea sedikit bicara tapi tanpanya dunia mereka hampa.


__ADS_2