My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Montir cantik idaman


__ADS_3

Sebenarnya mudah saja untuk Lea memiliki bengkel sendiri tapi perlu pemikiran yang matang apalagi dia belum lama tinggal di kota yang bukan membesarnya.


Dia harus mencari tempat yang strategis untuk menjangkau semua kalangan, belum lagi mencari karyawan yang sudah berpengalaman dan harus tahu juga diman dirinya harus membeli suku cadang motor.


Menurut Lea saat ini mencari informasi dan pengalaman dulu akan lebih baik baginya.


Berbekal mudahnya bergaul Lea memilih ikut bergabung dengan seorang kenalan yang memiliki bengkel motor terbilang sangat besar dan cukup terkenal di kota besar ini.


Perkenalan keduanya tak sengaja karena salah mengartikan niat baik Lea yang dikiranya mengejek dirinya.


#Flash back on#


Seperti kejadian lalu Lea selalu menolong orang yang membutuhkan bantuan diwaktu yang bertepatan dirinya melintas dijalan itu.


"Mogok mas ?"


Tanya Lea yang menghentikan laju motornya, tanpa bermaksud mengejek tapi sudah disalah tafsirkan oleh pemilik motor yang langsung membalas dengan kesal dan membalas balik.


"Sudah tahu malah bertanya,bisa ga sih.. kalau tidak bisa membantu jangan mengejek !"


Ujarnya yang melanjutkan mendorong motor miliknya dengan sedikit kesal terlihat dari raut wajahnya,tanpa menghentikan langkahnya.


"Maaf mas,saya tidak bermaksud untuk mengejek..ehm bila dari ucapan saya terdengar mengejek saya minta maaf"


Lea pun sama mendorong motornya dan berniat meminta maaf, sesaat lelaki itu memperlihatkan Lea yang mengulurkan tangannya untuk meminta maaf.


"Is..ok,ga masalah kok mungkin gue terlalu baper bawaan capek "


Ucap lelaki itu setelah melepaskan tangan Lea yang meminta maaf padanya.


"Sebelumnya maaf mas kenapa motornya..boleh saya tahu ?"


Tanya Lea dengan hati-hati, sedikit tahu kalau pembawaan lelaki yang berada disampingnya mudah sensi dan baper.


"Bensin saya habis makanya saja dorong saya pikir akan ada penjual bensin eceran disepanjang jalan ini,ga tahunya sampai ditempat ini tidak ada satupun penjual bensin eceran"


Dengan malu lelaki itu berkata jujur mengungkapkan isi hatinya yang tanpa Lea meminta menjelaskan detailnya.


"Oh..mas kehabisan bensin,biar saya belikan mas tunggu disini,ga lama kok "


Tanpa menunggu lama Lea langsung ngacir, sedikit banyak Lea hafal daerah ini karena setiap hari dilaluinya.


Tidak lama Lea sudah membawakan bensin dua botol besar bekas air mineral kemasan,yang kini beralih fungsi berisikan cairan bensin, Lea begitu cekatan menuangkan bensin yang membuat lelaki itu cukup bingung sekaligus kagum kok bisa ya.. dengan banyak pertanyaan di otaknya.


"Terimakasih sudah merepotkan..ini uang yang kamu pakai untuk membeli bensin"


"Uang untuk mas saja,dari awal saya memang ingin menolong..mohon jangan salah mengartikan maksud saya"

__ADS_1


Lea cukup paham maksud lelaki itu tapi memang Lea suka melakukan hal itu tanpa ingin balasan.


"Aduh..saya makin ga enak nih,maafin saya sudah salah mengartikan ucapan kamu diawal".


Dengan malu sekaligus tidak enak hati lelaki itu berucap,hanya senyuman tipis balasan dari Lea.


"Oh..ya kenalkan saya Aji Arkana"


Lelaki itu memperkenalkan nama dirinya, begitu juga Lea memperkenalkan nama dirinya.


"Leandra.., cukup Lea saja "


"Sebelumnya maaf..gue perhatiin loe sepertinya cukup tahu tentang motor "


Aji sudah lebih mulai sedikit lunak setelah melihat ketulusan Lea memberikan bantuan padanya.


Singkat cerita akhirnya Aji menjelaskan kalau dirinya memiliki bengkel dan menawarkan pada Lea kalau ingin bekerja di bengkel miliknya saja dengan menunjukkan kartu nama miliknya.


Seperti biasanya Lea selalu menyembunyikan siapa dirinya berasal,dia lebih menunjukkan dirinya secara pribadi tanpa embel-embel keluarganya.


#Flash back off#


Kesempatan tidak datang dua kali pikir Lea, pengalaman adalah ilmu yang berharga tidak ingin disia-siakan Lea yang langsung mau menerima tawaran dari Aji tapi Lea selalu menjelaskan kalau dirinya tidak bisa full time karena mengejar skripsi yang harus sesuai harapan.


Aji yang merasa tertolong tidak mempermasalahkan baginya sebagai balas budi atas kebaikan Lea.


"Bro..montir baru ?"


Tanya salah satu pelanggan pada rekan sesama montir yang kebetulan memperbaiki motor miliknya.


"Ya..bang,kenapa gitu ?"


Sebenarnya rekan Lea di bengkel langsung tertuju pada dirinya walaupun berpakaian montir Lea masih bisa terlihat manis dan cantik.


"Kok mau ya.. cantik-cantik kok jadi montir, cocoknya jadi model"


Puji lelaki itu yang tidak lepas memandang Lea yang terlihat sibuk membongkar mesin.


"Memang ga boleh bang.. kalau montir cantik?"


Ujar lelaki lain yang kebetulan duduk tidak jauh yang sama-sama menunggu motornya di servis.


"Boleh sih..cuma sayang aja,pacar gue aja ga mau kalau kepanasan sedikit katanya mahal perawatannya..lah ini malah kotor-kotor sama oli,bensin pokoknya laki banget deh"


"Bener tuh..bang,cewek sekarang takut banget sama matahari,debu pokoknya kudu ditempat yang adem "


Hampir semua lelaki yang berbeda di sana yang turut mendengar satu frekuensi mengiyakan pernyataan lelaki itu.

__ADS_1


"Kalau mau tuker aja mang sama si Eneng itu"


Pungkas yang lain dengan terkekeh yang jadi sumber pembicaraan asyik saja dengan dunianya.


"Kalau gue sih mau tapi gimana dengan si Eneng,mau neng sama Abang ?"


Tanyanya dengan tersenyum jail pada Lea yang pura-pura tidak mendengar, sebab baginya tidak penting.


"Laki mana yang nolak, model yang kaya gini,udah cantik,manis ga bakal minta itu perawatan mahal"


Lelaki yang lain ikutan menambahkan dengan memperhatikan Lea walaupun dari jauh.


"Udahlah bang, abangnya mau tapi belum tentu si Enengnya mau, pastinya udah ada yang lebih dulu jadi pacarnya..model gini mah bang"


Pada akhirnya bener juga pikir yang lain, siapa yang nolak untuk dekat dengan seorang Lea.


Menjelang bengkel tutup mereka membersihkan diri dan berbincang santai sebelum pulang ke rumah masing-masing.


"Mbak Lea..dapat salam dari pelanggan"


Goda lelaki yang usianya masih belasan sepertinya baru lulus sekolah menengah kejuruan.


"Salam baliknya untuk loe aja yang gue kenal"


Balas Lea dengan tersenyum manis yang lain ikut mendengar tertawa lepas bahkan ada yang sampai keluar air matanya karena tertawa.


"Gue serius mbak "


Ucap lelaki muda itu dengan malu karena dikira dirinya menggoda Lea.


"Iya..gue juga serius salam balik untuk loe, pelanggan kan gue ga kenal kalau loe gue kenal bener ga "


Balas Lea yang membuat lelaki muda itu makin keki tapi suka sih,kapan lagi dapat salam balik dari wanita secantik Lea.


"Seneng kan dapat salam balik dari mbak Lea"


Goda Aji yang kebetulan ikut merapat bersama karyawannya untuk memberikan uang makan.


"Jangan cuma senyum-senyum "


Lelaki muda itu makin malu karena digoda pemilik bengkel karena siapa yang tidak suka dengan Lea yang cantik.


"Sebenarnya gue seneng bang,cuma ga percaya aja mbak Lea ngucapin salam buat gue "


Ucapnya jujur dengan salah tingkah yang membuat Aji semakin tertawa lepas.


"Tapi jangan geer dulu,mbak Lea hanya salam pertemanan bukan salam lain ya.."

__ADS_1


Tutur Aji menjelaskan, sebenarnya sebagai lelaki normal dirinya juga suka dengan Lea tapi Lea sendiri bersikap biasa-biasa saja walaupun dirinya menunjukkan sinyal kalau dirinya menyukai Lea.


__ADS_2