My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Mengenal secara pribadi


__ADS_3

Hari libur ini Lea habiskan waktu untuk istirahat di dalam kamarnya setelah kemarin dia habiskan untuk berbagi dengan sesama.


"Cucu cantik ku mana,dra "


"Sepertinya di kamar Romo..biasa kalau libur Lea akan mengurung diri kecuali keponakannya membujuknya dia akan keluar"


"Anak gadis kok senang mengurung diri"


"Lea paling tidak suka jalan Romo, kecuali hal yang penting"


"Ya.. setidaknya tidak di kamar terus-terusan"


Tidak lama Lea keluar dari kamarnya berniat mengambil minuman ke dapur.


"Cah ayu..sini donk"


"Iya..Romo,ada yang bisa Lea bantu Romo "


"Ada yang mau Romo kenalkan sama kamu donk "


"Siapa Romo, tunggu aku ganti baju dulu "


"Ga usah ini juga sudah rapi..lagian yang mau Romo kenalkan sudah ada disini "


"Tapi Romo.. takut ga sopan nanti Romo juga yang malu "


"Sudahlah, kalau ga sopan pasti akan Romo tegur dari awal "


Lea hanya pasrah dan duduk di samping Romo begitu juga dengan Deandra duduk diantara mereka,tidak lama mbok nah masuk bersama seorang lelaki berperawakan tinggi, berkulit putih khas Indonesia, berhidung mancung dengan potongan rambut rapi.


"Nyuwun sewu Romo.."


Mbok nah dan lelaki yang berparas tampan itu berdiri di hadapan keluarga Romo dengan sedikit membungkuk tanda hormat pada keluarga Romo.


"Duduklah nah,le.."


Pinta Romo pada mbok nah dan lelaki tampan yang Lea tidak mengenalnya tapi masih bisa Lea ingat pernah melihatnya beberapa kali dalam ingatannya.


"Cah ayu..ini lelaki yang akan Romo kenalkan pada mu "


Lea dibuat terkejut sekaligus penasaran dengan lelaki yang duduk bersampingan dengan mbok nah.


"Namanya Sigit Hanenda,putra pertama ibu mu "


Lea di buat shock dengan penuturan dari Deandra,seakan tidak percaya ternyata lelaki yang sudah beberapa kali dia lihat adalah putra mbok nah.


Baik mbok nah maupun Sigit lebih memilih diam karena tahu kebiasaan keluarga Romo, mereka akan di berikan kesempatan bicara bila diperlukan.


"Dan dalam dua hari ini dia yang mengantar jemput kamu nak "


Lea makin shock karena sudah memperlakukan lelaki itu seperti sopir, muncul rasa bersalah Lea pada lelaki itu, karena merasa tidak pantas memperlakukan putra mbok nah seperti sopir.


"Gimana ?"


"Apa..nya ?"

__ADS_1


Lea tidak bisa menjawab pertanyaan dari salah satu orang yang sangat Lea hormati, yang dia tampakkan hanya kegugupan di depan keluarga dan mbok nah juga lelaki itu,yang membuat Romo dan Deandra tertawa kecil sebab Lea tidak biasanya bersifat seperti ini.


"Di tanya kok balik nanya sih"


"Biasa aja dek "


Baru kali ini Lea tidak membalas candaan Arya yang sudah ikut bergabung bersama Abimana,padahal ingin rasanya melempar bantal kursi yang ada di atas pangkuannya.


"Le..aku ijinkan kalian bicara berdua "


Deandra memberikan kesempatan pada Sigit untuk berbicara dengan Lea sebab Sigit sudah lebih dulu meminta pada Romo dan Deandra untuk memperkenalkan dirinya pada Lea,Sigit berharap Lea tahu terlebih dahulu siapa dirinya.


"Mumpung hari minggu,bisa jalan kemana gitu ?"


Arya kembali menggoda yang Sigit tahu ini cara Arya mencairkan suasana yang sedikit tegang.


"Nah..kamu tidak keberatan jika Sigit jadi mantuku ?"


"Tidak tuan.."


"Nah..disini tidak ada orang lain kenapa kamu panggil tuan"


"Nyuwun sewu mas,aku tidak keberatan bahkan aku sudah menganggap cah ayu seperti putri ku "


"Kalau kamu bagaimana le..?"


Sigit ingin berkata jujur tapi dia juga pria normal ada perasaan akan kecewa bila ditolak setelah menyampaikan perasaannya tapi dia juga berpikir positif wajar bila lelaki di tolak yang terpenting sudah jujur kalau dirinya menyampaikan maksud baiknya.


"Dengan kerendahan hati,aku mohon ijin untuk meminta putri tuan besar untuk menjadi pendamping hidup aku "


"Aku ijinkan putri ku untuk mendampingi mu le,jangan panggil tuan..kamu sudah seperti putra ku.. panggil papi seperti mas mu "


"Kalian berdua boleh bicara berdua untuk saling mengenal "


"Git..aja Lea jalan sana, mumpung libur dia biasanya juga bertapa di kamar mencari wangsit "


Lea mengepalkan tangannya yang langsung di tunjukkan pada Arya,balasan dari Arya hanya tersenyum tipis tanpa ingin menjawab.


Akhirnya keduanya pergi di salah satu Cafe dan memilih meja yang tidak private sebagai pilihan untuk bisa bicara secara pribadi.


"Boleh saya.."


"Maaf untuk.."


Keduanya bicara bersamaan layaknya orang berebut,dengan malu senyum menghiasi keduanya dan tertunduk.


"Silakan perempuan lebih dulu"


"Terimakasih,saya minta maaf untuk yang kemari sudah memperlakukan anda tidak sopan.. padahal anda bukan sopir saya dan soal nasi kotak akan saya ganti "


Bukannya menjawab Sigit malah tersenyum yang membuat Lea bingung sekaligus penasaran dengan sikap Sigit.


'Memang ada yang salah dengan perkataan aku, kenapa sih ini orang'


"Maaf ada yang salah dengan perkataan saya ?"

__ADS_1


Sigit kembali tersenyum karena Lea bersikap formal kepadanya berbeda dengan kemarin yang santai walaupun menurut Lea tidak sopan.


"Mengapa harus minta maaf anda tidak berbuat salah "


Balas Sigit berbicara dengan formal pada Lea sebagai balasan,Lea bersikap biasa saja yang Sigit lihat.


"Tapi kemarin saya sudah memperlakukan anda seperti..maaf"


"Tidak apa-apa,malah saya senang bisa membantu sebisa saya "


Lea yang di perlukan sopan dan ramah bahkan tidak ada kesan dipaksa membuat Lea nyaman berada bersama lelaki yang baru diketahui baik nama maupun putra dari seorang ibu yang sangat dia kenal.


Keduanya saling diam untuk beberapa saat tapi tidak lama kemudian Sigit lebih dulu berbicara.


"Apakah boleh saya memperkenalkan diri saya secara pribadi dengan anda ?"


"Ehm..apakah harus memperkenalkan diri kembali ?"


"Sepertinya harus karena anda hanya tahu sedikit tentang saya "


"Memang anda seperti apa ?"


"Tidak seperti apa-apa,hanya lelaki kampung tidak berpenghasilan tetap..lebih tepatnya hanya seorang kuli di perkebunan "


Sigit menjelaskan latar belakang dirinya pada Lea dengan penuh keyakinan,baginya lebih baik Lea mengetahui lebih awal dirinya yang sebenarnya soal Lea terima atau tidak itu urusan belakangan pikir Sigit.


"Memang salah dengan pekerjaan anda ?"


"Tidak,bagi saya.. mungkin bagi anda,maaf saya menjelaskan tentang siapa saya dan untuk lamaran yang sudah saya sampaikan di hadapan tuan besar bagaimana apakah Anda menerimanya ?"


Lea merasa tidak nyaman berbicara dengan formal dengan lelaki yang telah dia hari bersamanya,serasa janggal yang dia rasakan.


"Bagaimana?"


Tanya Sigit lagi karena Lea masih diam belum menjawab pertanyaan dirinya.


"Ehm.. memang ada yang salah dengan pekerjaan itu,dimata saya semua pekerjaan sama saja asalkan berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu yang baik dan halal, saya tidak merasa malu dengan itu.. karena saya juga seorang kuli "


Sigit ingin tersenyum dengan penjelasan Lea sebab dua hari ini dia sangat tahu siapa wanita dihadapannya.


"Kalau untuk soal... lamaran anda, saya kembalikan kepada anda sebab anda,apakah anda tidak ingin tahu siapa saya ?"


"Apakah itu bisa diartikan sebagai penolakan dari anda ?"


"Tidak seperti itu, saya tidak ingin anda menyesal setelah mengetahui siapa saya itu maksud saya"


'Bilang aja terima gitu,ribet amat..kamu terlalu gengsi nona'


Ucapan itu hanya bisa Sigit ucapkan didalam hatinya, karena tidak ingin Lea merasa tidak nyaman dengan ucapan seperti itu pasti akan menyakitkan pikir Sigit.


"Kalau menurut saya.. sedikit banyak saya sudah banyak tahu tentang anda, mungkin ada yang belum mengetahui tentang saya "


Kini situasi berbalik membuat Lea bingung sebab baru pertama kalinya Lea bisa mati gaya didepan lelaki yang terlihat sederhana dengan style casual tapi tidak bisa di bohongi oleh mata kalau yang di pakainya barang bermerk.


'Gila nih laki seorang Nathan bisa gue bikin mati gaya begitu juga dengan Arsena, ah yang ini gue yang mati gaya apa gue kena karma..mati gue,terus gue kudu gimana nih..lidah gue seakan keluh begitu juga dengan isi kepala gue seakan kosong.. untuk mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan darinya'

__ADS_1


Saat ini Lea bagaikan orang bodoh,dia lebih banyak mikir untuk mencari jawaban setiap kali Sigit bertanya, berbeda saat dengan Nathan dan Arsena lidah serta isi kepala Lea langsung dengan gamblang membalas tiap kata yang keduanya ucapkan.


Apakah ini pertanda pintu hati Lea terbuka untuk seorang lelaki bernama Sigit Hanenda ?..see you..


__ADS_2