
Ada rasa berat hati yang Deandra rasakan untuk melepaskan kepergian Lea yang akan ikut serta Sigit untuk tinggal di perkebunan lebih tepatnya Lea akan tinggal di kediaman Romo bersama Sigit.
Mbok nah memilih tinggal di kediamannya yang sesekali akan ditemani Chalis Pradipta bila libur berdinas, sebenarnya Lea meminta mbok nah untuk tinggal bersama dengan berat hati mbok nah menolaknya dengan halus dengan alasan dirinya ingin menempati rumahnya.
"Jadi istri yang baik,ingat surga Ade ada pada suami "
Deandra mengusap lembut punggung Lea dalam pelukan Deandra yang malam ini meminta ijin untuk berpamitan.
"Ya..Pi "
"Jangan suka lupa waktu dek..kamu sudah punya suami "
Goda Arya pada Lea yang semua tahu Lea akan lupa waktu bila sudah bertemu dengan motor yang akan dibantainya.
"Jaga nama baik suami dan keluarga"
Ucap Abimana yang juga merasa berat melepaskan kepergian Lea karena baru merasakan Lea ada diantara mereka.
Lea hanya bisa mengangguk karena dia juga merasa berat untuk meningkatkan keluarga besarnya yang terhitung baru merasakan dekat beberapa waktu ini.
"Aku titipkan tanggungjawab ini jangan pernah sia-sia kepercayaan kami karena sekali saja kepercayaan itu ternodai akan sulit untuk meraih kembali kepercayaan itu "
Kalimat itu terdengar biasa saja tapi besar makna dan sangat dalam hampir seperti peringatan keras bagi yang peka.
Seperti itulah Abimana sedikit bicara tapi bila bicara langsung tepat ke jantung yang mendengarkan.
"Siap mas akan aku jaga amanah besar ini "
Ucap Sigit yang langsung mendapatkan pelukan dari abimana yang kali ini tersenyum tipis.
"Git..kalau nakal lempar aja ke kolam ikan Romo "
"Jahat kali mas "
Dengan muka cemberut Lea membalas ucapan Arya yang terlihat terkekeh geli melihat Lea cemberut.
"Hus..mas,memang Ade mu makanan ikan "
Tegur Deandra yang tidak terima putri cantiknya dimasukkan kedalam kolam ikan.
"Siapa yang mau masukkan cucu cantik ku kedalam kolam ikan "
Romo yang tiba-tiba mendengar langsung merespon dan langsung mencari biang onar.
"Tuh..mas Arya jahat mo "
Rengek Lea pada Romo yang langsung menjewer telinga Arya spontan putri kecil Arya menangis melihat papinya telinganya di jewer Romo.
"Jangan ini papi aku "
Dengan menangis Alleia meminta Romo melepaskan tangannya dari telinga Arya.
"Maafkan papi aku aunty..papi ga nakal lagi kan ?"
Ucapnya dengan polos bertanya pada Arya berharap papinya tidak melakukan kenalan pada Lea, secara otomatis semua yang ada terhibur dengan tingkah polos Alleia.
"Maaf papi ga akan bakal lagi "
Ucap Arya bersikap seperti memohon pada Alleia kalau dirinya tidak akan melakukan kenalan lagi.
"Sini aunty peluk sayangnya aunty.."
"Maafin papi aunty.. sebenarnya papi ga nakal kok"
Alleia menjelaskan pada Lea dengan tangan kecilnya memegang kedua pipi Lea sehingga kedua mata Lea nampak jelas terlihat dimata Alleia.
"Iya..sayang "
__ADS_1
Lea merasa kasihan pada satu-satunya keponakan perempuan yang sangat perasa sekali.
"Romo maafkan papi..ya sebenarnya papi baik kok,ga nakal "
Romo langsung meraih tangan kecil cucu buyutnya dan untuk duduk dipangkunya.
"Sayang banget ya,sih sama papi ? "
"Iya.. karena aku cuma punya satu papi, kalau ga sayang kasihan papi Romo "
Kini Lea langsung membalas Arya dengan celetukan kecil tapi membuat Arya jadi geram.
"Kode nih mau papi baru "
"Hus..itu mulut ingin mas kasih bon cabe "
"Ya..pedes dikit mah boleh lah"
Dengan tersenyum jail Lea merasa senang telah membalas Arya, keduanya memang seperti kucing dan tikus tapi ada waktunya mereka akur tapi tidak lama.
"Lagi mode balas nih "
Goda Arya dengan memegang kaki Lea yang dibuat geli secara otomatis Lea langsung meronta.
"Ih..mas Arya geli tahu "
"Aku ga melakukan apa-apa kok"
Bohong Arya dengan pura-pura mengangkat tangannya keatas secara otomatis membuat Alleia menghampiri Arya.
"Papi..kan aku sudah bilang papi jangan nakal, ih susah ya.."
Protesnya dengan bertolak pinggang menunjukkan muka masam pada Arya tapi terlihat lucu mengemaskan.
"Ih..jadi ingin aunty bawa "
"Jangan aunty nanti mami sedih"
"Mami kan ada mas Bian "
"Mas Bian sibuk les aunty"
"Masih ada papi "
"Papi sibuk..ehm,gimana kalau aku libur baru ketempat aunty"
"Ih..pintarnya "
Alleia dihujani ciuman oleh Lea yang membuat Alleia geli dan meminta Lea menyudahi ciumannya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Lea berdiri didepan jendela kaca besar kamarnya, terlihat melamun dengan pandangan kosong melihat kearah luar jendela dia dapat melihat dari sana Deandra dan cucu-cucunya berinteraksi.
"Kita batalkan saja kepergian kita "
Sigit memeluk dari belakang Lea dan menempatkan dagunya di pundak Lea.
"Dengan alasan apa kita membatalkan kepergian kita ?"
Lea bertanya pada Sigit yang tiba-tiba berucap pembatalan kepergian mereka tanpa ada alasan yang mendasarinya.
"Sepertinya istri cantik ku masih enggan jauh dari keluarganya "
"Ih..itu bukan aku ya mas "
"Kok bukan kamu ?"
__ADS_1
"Iyalah mas,aku sudah terbiasa menahan rindu pada keluarga"
"Oh..ya,selama apa kamu bisa menahan itu "
"Ehm..akan ada momen yang tepat untuk melepaskan rindu itu "
"Berarti ga masalah dong bila mas tinggal untuk urusan kerja "
"Tidak masalah asalkan kerja yang sebenarnya"
"Memang ada kerja yang tidak sebenarnya?"
"Tidak perlu aku jawab ya..mas, karena setiap lelaki sudah pasti tahu jawabannya"
"Tidak semua laki-laki loh.."
"Bisa jadi ada pengecualian tapi secara garis besarnya semua sama "
"Waduh..udah main pukul rata aja "
"Gimana kita ga usah pergi atau.."
Belum sempat Sigit berucap Lea lebih dulu protes karena merasa tidak ada alasan yang mendasar untuk membuat dirinya harus tidak bersama suaminya yang notabene memegang tanggungjawab besar untuk menjalankan roda perusahaan perkebunan milik Romo dan beberapa usaha skala menengah di perkebunan yang di milikinya.
"Ih..mas ga asyik deh "
"Yang asyik gimana dong ?"
"Auh.."
Lea berniat melepaskan diri dari pelukan Sigit tapi sebaliknya Sigit makin mempererat pelukannya dengan sesekali mencium rahang milik Lea dengan lembut.
"Jangan ngambek nanti makin bikin gemes "
"Ih..mas aneh deh "
"Kok aneh sih,ga boleh dekat dengan istri.. bukannya ibadah"
"Bukan yang itu "
"Terus yang mana cantik "
"Geli deh dengernya mas menggombal "
"Mana ada mas menggombal,kapan coba ?"
"Lah..tadi barusan apa ?"
"Biar mas yang bolak balik aja deh, kalau masih ingin disini "
Kata yang terucap dari Sigit seperti menyayat hati Lea bukan tidak rela tapi di pikiran Lea lelaki yang kini menjadi suaminya seakan enggan membawanya turut serta bersamanya.
Lea diam tapi tanpa bisa ditahan air matanya menetes dan membuat Sigit langsung memeluknya,ada rasa bersalah yang menghantam dinding hatinya karena ucapannya telah menyakiti Lea.
"Maaf mas tidak ada maksud untuk membuat mu terluka sayang "
Sigit memegang kedua rahan Lea dengan kedua tangannya dan ditatapnya mata Lea dengan intens.
"Mas tidak ada maksud untuk menyakiti mu sayang,mas hanya ingin kamu merasa nyaman dimana pun itu saja,bila sayang merasa nyaman dengan dekat dengan mas akan mas bawa kemana pun mas melangkahkan kaki ini terkecuali ke kamar mandi takut bau "
Diujung perkataan Sigit membuat Lea tersenyum tipis sebab menurutnya lucu.
"Ini lebih baik dari pada sedih,mas takut mas melukai mu sayang "
"Mas janji akan ajak kemana pun mas melangkahkan, kalau mas lupa mengajak ikut saja ya.."
Lea kembali tersenyum, karena ucapan Sigit terdengar receh tapi bagi Lea terdengar lucu dan memberikan rasa senang.
__ADS_1