
Bahasa hati adalah bahasa kejujuran tanpa penghianatan,Lea bukan gadis yang tidak peka akan semua tindakan yang Nathan lakukan untuknya.
Dari hal terkecil sampai yang paling Lea tidak mungkin lakukan, seorang Nathan akan sanggup lakukan untuk Lea mungkin bisa jadi untuk bertukar nyawa pun akan mau karena bucinnya seorang Nathan.
"Kamu harus jujur pada hati mu Lea "
Pinta Arjun yang sengaja menemui Lea bersama kekasih hatinya Keiora,sepulang dari tempat kerjanya,sebab lea sudah tidak lagi magang di tempat kerja Arjun dan Keiora.
"Jujur seperti apa lagi Abang..,dengan sehalus mungkin saya sudah menolak segala hal yang dia berikan pada saya,boleh Abang tanyakan barang atau hal apa yang sudah saya terima darinya..bagi saya selama masih mampu tidak akan meminta dan saya masih mampu untuk itu"
Arjun yang memang belum banyak mengenal Lea tapi selama bersama memang Lea tidak pernah memanfaatkan orang lain termasuk dirinya dalam hal apapun.
"Ya..Abang tahu kamu,tapi kamu harus ambil keputusan jangan seperti memberikan harapannya"
Arjun tidak ingin melihat Lea seperti di kejar-kejar oleh Nathan, karena dia banyak tahu dari Keiora yang selalu mendengarkan cerita Lea walaupun tidak sepenuhnya karena Lea juga bukan tipikal gadis yang mudah mengumbar cerita pada orang lain.
"Siapa juga bang yang memberikan harapan"
"Saya juga lagi cara dan waktu yang tepat bang.. untuk menyampaikan kepadanya dengan baik-baik tanpa menimbulkan salah paham dan sakit hatinya"
Arjun sebagai laki-laki normal bisa menilai seorang Lea memang sempurna tanpa cacat dari sudut mana pun,tapi di balik itu Arjun tidak tahu sebab tidak ada manusia yang sempurna.
"Kamu sudah cari tahu kapan waktu yang tepat itu "
Kedua orang yang sudah dianggap kakak oleh Lea terlihat penasaran,apa dan kapan Lea akan menyelesaikan urusannya itu.
"Mohon doa kan saja,soal waktu Abang tahu beres,jangan khawatir saya baik-baik saja kok"
Terdengar mudah tapi Arjun merasakan ketakutan yang langsung dapat dia rasakan padahal sesuatu itu baru rencana belum terjadi.
Wajar seorang Arjun khawatir sebab siapa yang tidak tahu seorang Nathan pemilik kekuasaan pasti akan dengan mudahnya untuk mencapai sesuatu keinginan tanpa penolakan.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Jangan bilang Lea gadis yang lemah dan dengan mudah untuk ditaklukkan itu tidak ada dalam kamus Lea, sebagai bukti saat ini tepatnya taman kota Texas sengaja Lea pilih untuk berjumpa dengan Nathan.
"Hai..maaf menunggu"
Ucap Lea dengan tersenyum semanis mungkin dia tunjukkan pada Nathan yang entah sudah beberapa lama beranda di sana yang jelas Lea merasa tidak terlambat waktu yang sudah dia janjikan untuk bertemu,masih ada 15 menit lagi waktu yang dijanjikan Lea.
"Tidak..masih ada beberapa menit lagi waktu yang kamu berjanji untuk bertemu"
__ADS_1
Nathan merasa mahkluk paling bahagia di hari ini karena Lea memintanya bertemu, biasanya dirinya yang menghampiri Lea.
"Jujur aku bahagia kamu meminta untuk bertemu dengan ku, apalagi di tempat seperti ini..serasa bertamasya bersama pasangan"
Ujar Nathan tanpa merasa ragu bahkan terlampau percaya diri sekali.
'Tamasya bersama pasangan..ih, mungkin kamu iya..aku ga tuh'
Lea membatin karena ucapan Nathan mengganggu gendang telinganya.
"Tidak ada maksud terselubung di balik permintaan kamu untuk bertemu di tempat ini..jujurlah,aku tidak suka main teka teki"
Apa karena jiwa bisnis sudah begitu melekat dalam jiwa Nathan sampai tindakan yang akan Lea lakukan dapat dengan mudah terendus oleh Nathan.
"Sebegitu dangkalnya pemikiran kakak pada saya..,jujur saya tidak suka orang yang suka su'udzon (berburuk sangka) pada orang lain,curiga boleh untuk sekedar mawas diri tapi tidak harus su'udzon kak tidak baik terutama untuk kesehatan hati"
Nathan merasa malu karena sudah berpikir buruk pada Lea, orang yang sangat ingin di milikinya.
"Maaf.. aku hanya merasa tidak percaya saja karena untuk pertama kalinya kamu meminta untuk bertemu"
Nathan menunjukkan rasa bersalahnya pada Lea tapi sudah membuat Lea berkesimpulan Nathan bukanlah lelaki yang tepat untuk berjuang bersama dirinya, seandainya berjodoh.
"Sudahlah kak.. sepertinya tidak penting untuk dibesar-besarkan"
Kebaikan hati seorang Lea sepertinya semesta mendukung, untuk menjauh dari Nathan dengan cara yang baik tanpa menimbulkan rasa sakit di hati keduanya.
"Bang..Nathan "
Sapa seorang wanita yang lebih muda dari Nathan,yang tiba-tiba menghampiri Nathan bahkan langsung memeluk dan mencium pipi Nathan tanpa merasa malu didepan Lea yang kebetulan duduk sedikit berjarak dengan Nathan disalah satu bangku taman.
"Davina.."
Ucap Nathan yang merasa risih karena Davina seperti ulat bulu langsung nempel duduk diantara Lea dan dirinya.
"Tadi aku ke rumah kata mommy..Abang di kantor kok ada disini sih.."
Davina melihat Lea dengan tatapan sinis bahkan merasa dirinya terancam dengan keberadaan Lea yang duduk bersama di taman bersama Nathan.
"Terus apa masalahnya,aku mau dimana itu urusan ku"
Nathan merasa kehadiran Davina mengganggu pertemuan dirinya dengan Lea sebenarnya sangat ditunggu-tunggu momennya kapan lagi pikir Nathan.
__ADS_1
"Ih..Abang kok gitu sih, bukankah sebentar lagi kita akan bertunangan"
Kata yang terucap dari mulut Davina yang tidak terpikirkan olehnya akan menimbulkan kemarahan besar seorang Nathan.
"Itu maunya kamu bukan mau ku !"
Dengan lantangnya Nathan membalikan ucapan Davina, Nathan menunjukkan rasa tidak suka dengan kehadiran Davina apalagi dengan mengatakan dirinya akan bertunangan.
Lea yang awalnya hanya diam tanpa bereaksi kini harus mengambil keputusan, sebaiknya harus apa dan bagaimana.
"Maaf..kak, sepertinya saya harus pergi kakak selesaikan dahulu masalah kakak dan..., permisi,kak terimakasih untuk waktunya"
"Lea..Lea, tunggu,Lea..!!"
Teriak Nathan bukan marah pada Lea tapi dengan kehadiran Davina yang masih belum beranjak dari tempatnya saat ini.
Lea langsung mengambil langkah seribu sebelum Nathan mengejarnya dan membuat Nathan semakin marah besar pada Davina.
Rasa syukur menyelimuti relung hati Lea sebab tanpa harus bersusah payah Lea mencari cara untuk jauh dari Nathan, keberuntungan kembali Lea dapatkan dengan cara tanpa Lea duga datangnya.
Di tempat awal Nathan dan Lea berada terjadi adu mulut antara Nathan dan Davina yang berdebat hebat tanpa merasa malu, terutama Davina merasa Nathan yang paling bersalah saat ini.
"Stop.. keluarga mu dan kamu juga mommy yang ingin bertunangan bukan aku..jadi silakan bertunangan dengan mommy bukan dengan ku "
"Abang jangan egois..ini semua sudah kesepakatan kedua keluarga,aku ga mau di batalkan"
"Tidak masalah kamu tidak ingin membatalkan pertunangan itu,tapi kamu yang akan bertunangan dengan mommy bukan dengan ku "
"Akan aku kasih tahu mommy kamu selingkuh dari aku.."
"Silahkan kasih tahu mom..tidak masalah dengan ku, jelas-jelas kamu yang rugi "
"Jadi dia selingkuhan Abang "
"Kalau iya..masalah buat kamu "
"Jelas masalah,dia yang menyebabkan Abang menolak ku"
"Bukan menolak memang ga minat dekat dengan kamu apalagi untuk hidup bersama"
"Ih..Abang jahat "
__ADS_1
Davina menangis dengan keras merasa disakiti Nathan bahkan dengan sengaja Nathan meninggalkan begitu saja,yang saat ini jadi tontonan banyak orang yang berada di taman.
Nathan terlihat tidak bersemangat lagi sepertinya harapan pupus begitu saja, bagaimana caranya lagi untuk mendekati Lea yang pasti sudah menilai dirinya dan Davina sepasang kekasih yang akan bertunangan.