My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Pesonanya mencuri hati


__ADS_3

Sejak pertemuan dengan Lea membuat lelaki yang sebenarnya telah memiliki calon istri itu ingin berbelok haluan,sosok lelaki ini terlihat dingin dan bicara hanya seperlunya saja kini sering terlihat senyum-senyum sendiri membuat asistennya curiga.


"Hari ini ga ada pertemuan penting yang harus gue hadiri"


Tanya lelaki yang bertubuh tinggi atletis pada asistennya yang tidak lain teman sekolahnya dahulu,bila berdua mereka menggunakan bahasa yang lazim digunakan seperti teman sebaya.


"Seingat gue sih tidak ada coba aja loe tanya sekretaris loe ?"


"Apa loe udah bosan kerja bareng gue "


"Lah,kenapa jadi sewot sih..loe,kan gue ngomong bener "


Ujar lelaki itu yang lebih memilih duduk di sofa dari pada di kursi depan bosnya yang menurutnya tidak nyaman mudah kena amuk bila dekatnya.


"Apa gunanya gue gaji loe gede kerja loe hanya duduk-duduk aja"


Lelaki yang sering di sapa Mr.Arsena itu melempar kertas yang sudah di bikin bulatan kecil dan meluncur hampir mengenai hidung mancung asistennya.


"Kalau hidung gue sampai lecet loe harus ganti rugi,ini aset kebanggaan gue "


"Ketimbang hidung gue bisa ganti..apa perlu gue bikin hidung loe seperti pelatuk burung Betet keren kan"


Ujarnya dengan tertawa kecil membuat si pemilik hidung mancung cemberut, begitulah candaan keduanya tanpa orang lain tahu.


"Panggil sana sekretaris loe,biar jelas.. ujung-ujungnya gue yang harus datang sialan loe,paling enak bikin gue naik darah "


"Iya,iya..daki "


"Sialan loe nama gue cakep loe panggil daki,bokap gue bikin nama mikir sampai nunggu wangsit dari mimpi tapi loe ganti seenak jidat loe..ga kasihan amat sama bokap gue setidaknya ada sedikit empati gitu"


"Memang gue nyakitin bokap loe gue kudu punya empati,kan loe yang gue sakiti bukan bokap loe"


"Ini salah satu bos dzolim terhadap bawahan perlu di rukiyah biar setannya ngacir "


Lelaki pemilik nama Diki Gumilar ini memang sering menjadi objek yang tersakiti oleh bosnya yang tidak lain teman satu sekolah menengah atas,yang dilanjutkan sekolah keluar negeri tepatnya Amerika.


"Rukiyah..memang gue kerusakan jin.."


"Sepertinya,apalagi dalam beberapa hari ini,gue lihat loe sering senyum-senyum sendiri apa itu namanya kalau bukan kerasukan jin"


"Ada juga kerasukan jinta..bro, bukan jin seperti biasanya"


Ucap lelaki pemilik nama Arsena dengan tersenyum yang membuat Diki berpikir mana ada jinta apa sudah berganti nama pikir Diki lagi dengan memperhatikan Arsena serius.


"Cepat panggil sekretaris loe "


"Iya,lah loe mau kemana?"


Tanya Arsena yang melihat Diki yang bersiap keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Kerja memang gue disini makan gaji buta.."


"Ada yang mau gue tanyain sama loe "


"Tanya aja..tumben bener loe permisi tidak seperti biasanya, tinggal mangap biasanya juga "


Belum sempat Arsena bertanya pada Diki sosok yang di klaim sebagai kekasih masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu bahkan sempat berdebat lebih dulu dengan sekretaris Arsena yang melarangnya masuk dengan alasan ada Diki didalam sebab biasanya ada hal penting yang keduanya bicarakan.


"Sayang bilang sama sekretaris mu,ga usah larang aku untuk masuk ke sini untuk menemui mu"


Diki yang merasa tidak ingin ikut campur memilih keluar tanpa pamit pada bosnya karena akan ada perdebatan yang tidak berfaedah membuat sakit kepala karena ujung-ujungnya dirinya yang jadi tumbal.


"He.. Dik,gue belum selesai dengan urusan loe "


"Bisa lanjut nanti bos "


Ujar Diki dengan melenggang pergi tanpa ingin tahu urusan keduanya yang pasti ada barang baru yang di inginkan kekasih bosnya.


"Itu salah satu tugasnya.. jadi jangan protes"


Ucap Arsena tampa memperhatikan gadisnya yang langsung memeluk leher Arsena dari belakang.


"Duduklah dengan baik,disini tempat kerja tidak enak kalau ada yang datang "


Benar saja tidak lama pintu diketuk dari luar dan masuk setelah Arsena yang mengijinkannya masuk ke ruangannya.


"Mr...pak Dika dan Bu Lea sudah menunggu di depan apa diijinkan masuk ?"


"Suruh masuk saja,saya sudah menunggu"


"Baik Mr. permisi "


Wanita itu keluar dengan sikap sopan pada atasnya walaupun sedikit tidak suka dengan sikap pacar bosnya yang suka memerintah seenaknya.


"Duduklah yang sopan.."


Perintah Arsena pada wanitanya yang terlihat tidak suka kehadirannya di ganggu dengan urusan kerja saat ini.


"Siang Mr.."


Sapa Dika dan Lea bersamaan dengan membawa map berisikan berkas di tangannya.


"Siang.. silakan duduk"


Pinta Arsena pada Dika dan Lea yang langsung duduk sesuai perintah tanpa menunggu dan tidak memperhatikan sekelilingnya hanya fokus pada pertemuan yang diminta Arsena.


"Mr,ini laporan yang anda minta untuk penjelasan boleh anda minta langsung pada Lea yang lebih tahu bagaimana di lapangan"


Dika menjelaskan pada Arsena yang langsung hilang fokus begitu melihat Lea yang duduk dihadapannya,bagaikan terhipnotis tatapan mata hanya pada Lea bukan setumpuk dokumen yang diminta pada awalnya.

__ADS_1


"Mr,ada yang perlu saya jelaskan..dan bagian mana yang Mr tidak mengerti"


Tanya Lea yang masih terlihat sabar walaupun tidak nyaman dengan tatapan mata Arsena yang tak fokus pada isi laporan melainkan fokus padanya saat ini.


"Ehm.."


Dika yang cukup paham berinisiatif mengeluarkan suara walaupun hanya suara Nisa sabyan yang hanya terdengar tapi mampu mengembalikan fokus Arsena.


"Maaf..bisa saya pelajari terlebih dahulu untuk penjelasan lebih lanjut saya akan tanyakan langsung kepada kamu, bagaimana?"


Dengan santai Arsena kembali seperti biasanya bahkan terlihat normal tidak menunjukkan kegugupannya langsung berbicara pada Dika dan Lea.


"Itu lebih baik, berhubung tidak ada yang Mr tanyakan kami pamit undur diri, permisi "


Arsena tidak menjawab yang sebenarnya ingin melarang Lea keluar dari ruangannya tapi dirinya tidak mungkin untuk melakukan itu apalagi ada seseorang yang dari awal masuk Lea kedalam ruangannya sudah dalam keadaan siaga satu.


"Siapa wanita tadi sepertinya cukup penting sampai-sampai kamu tidak berkedip memperhatikannya ?"


"Hanya karyawan biasa,masa..aku merasa biasanya saja padanya.. mungkin perasaan kamu saja "


"Awas saja kalau sampai ketahuan selingkuh saya habisi tuh anak"


"Ha..ha, sebegitu cemburunya kamu sampai berkata seperti itu padahal dia hanya bocah biasa saja "


"Bocah kamu bilang,dia satu spesies dengan ku yang bisa membuat kamu tergoda "


"Sudah ga penting juga,ada hal apa yang membuat mu ingin menemui ku..sebab tidak mungkin kamu datang tanpa tujuan karena kamu bukan kerja di tempat ini "


"Memang aku ga boleh kangen pada kekasih ku"


"Boleh,tapi biasanya hanya lewat telepon sudah cukup..katakan ada apa aku sibuk tidak hanya duduk menemani kamu saja "


Sebenarnya Arsena malas untuk bicara dengan kekasihnya saat ini, karena hubungan keduanya bukan lagi saling membutuhkan tapi lebih di butuhkan kekasihnya dan dirinya yang dimanfaatkan untuk kepuasan dengan tercukupi kebutuhan barang-barang mahal yang dia mau.


"Temani aku jalan,aku bosan di rumah terus.. ayolah "


"Tidak bisa, lihatlah laporan ini harus secepatnya di periksa sebelum akhir bulan..kamu bisa jalan dengan teman mu, pakai ini apa yang kamu butuhkan "


Arsena memberikan benda paling disukai kaum hawa bila berjalan-jalan dengan benda itu bisa membeli apa yang kita mau tanpa harus membawa sejumlah uang tunai.


"Aku inginnya kamu,bukan ini "


Dengan bergelayut manja pada Arsena wanita itu menolak pemberian Arsena,yang sebenarnya dia hanya pura-pura dan Arsena tahu itu sebab ini bukan yang pertama di berkunjung ke perusahaannya dan meminta hal yang sama dengan suka cita Arsena memberikan benda pipi itu sebagai ganti dirinya tidak bisa menemani jalan.


"Kalau aku jalan,siapa yang akan menyelesaikan tugas ini..asal kamu tahu ini semua tugas ku,jadi mohon mengertilah "


Pinta Arsena masih dengan senyum menyakinkan pacarnya akan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.


Padahal hati Arsena bercabang antara mengusir kekasihnya dan memikirkan Lea yang terlihat berbeda dari wanita pada umumnya, pesonanya begitu memikat hatinya walaupun masih bisa di hitung dengan jari pertemuannya tapi begitu cepat hati Arsena meresponnya.

__ADS_1


Bahkan sangat berbeda saat pertama melihat kekasihnya dulu,hanya suka biasa tapi dengan Lea ada pesona yang ingin langsung dimiliki.


__ADS_2