
Nilai sidang skripsinya yang diperoleh Lea begitu memuaskan dirinya dan tanpa di duga pengajuan beasiswa yang diajukan didapat lebih cepat dari dugaannya.
"Serius loe akan ambil tuh beasiswa ?"
Tanya Mawar yang terlihat sedih, jelas-jelas Lea akan pergi jauh selepas wisuda nanti.
"Ya,gue serius.. kesempatan ini yang gue tunggu"
Lea terlihat begitu senang membayangkan dirinya akan banyak mempelajari ilmu baru yang memacu rasa keingintahuannya.
"Kenapa ga disini aja sih ?"
Rengek Mawar pada Lea yang masih terlihat senang dengan mendekap erat amplop yang berisikan persetujuan dirinya sebagai penerima beasiswa.
"Akan bedah sis..di sana universitas terbaik dalam bidang otomotif yang akan gue pelajari"
Mawar memang sangat awam dengan apa yang Lea bicarakan tapi cukup tahu kalau Lea sangat mengenal otomotif.
"Nanti gue kangen sama loe "
Terlihat wajah Mawar yang sedih tapi dibalik kesedihannya dia senang Lea bisa mencapai apa yang selama ini dia idam-idamkan.
"Tidak lama kok..aku akan cepat menyelesaikan studi gue biar cepat pulang "
Lea berkata dengan bersungguh-sungguh karena dai juga ingin ilmu yang dia dapat untuk cepat dia realisasikan di daerah yang membesarkannya.
π»π»π»π»π»π»π»π»
Kabar bahagia itu cepat sekali menyebar hingga ke telinga keluarga besarnya.
"Kamu serius dek..akan mengambil beasiswa itu ?"
Arya cukup penasaran karena universitas itu incaran anak-anak berotak jenius dan favorit juga kebanggaan bila sampai bisa terpilih apalagi lewat jalur beasiswa sesuatu hal yang membanggakan.
"Serius lah mas,mas mau main-main siapa yang tidak ingin bersekolah di tempat itu"
Ucapan Lea seratus persen memang benar adanya Universitas Texas,Austin Amerika serikat, sebagai salah satu sekolah teknik terbaik terutama tentang teknik otomotif, university of Texas dikenal sangat selektif dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan sains dan teknik.
"Kamu tuh perempuan tapi otak kamu lebih dari laki"
Arya mengusap kepala Lea dengan rasa sayang sekaligus bangga karena kemampuan dan kerja kerasnya.
"Entahlah mas,aku juga bingung sama diri aku sendiri kok bisa ya.. padahal awalnya coba-coba tapi kok dapat"
Abimana ikut tersenyum melihat Lea yang menceritakan keberhasilannya.
"Rejeki anak Sholehah kali dek.."
Ujar Abimana yang sebenarnya ingin memuji Lea tapi dengan caranya yang tidak ingin Lea besar kepala.
"Papi bangga ada mu nak..tetap rendah hati dan jadi diri sendiri..dan jangan lupa selalu bersyukur atas semua nikmat yang kamu terima"
Deandra selalu jadi yang paling terdepan untuk mengingatkan semua anaknya akan siapa dirinya,ada sang pencipta dibalik keberhasilan sebab semua kejadian tidak ada yang namanya kebetulan dalam hidup.
"Pi..boleh ijin untuk ke tempat Romo,aku mau minta dia restu sama Romo biar tenang aja di sana"
__ADS_1
Pinta Lea dengan menjelaskan keinginannya pada Deandra yang pasti akan di perbolehkan.
"Ya.. pergilah,pesan papi hati-hati sebab kamu perlu persiapan sebelum pergi dan lekas pulang bila restu sudah didapat"
"Ok.. Komandan,satu lagi Pi..ehm boleh rekomendasikan dokter keluarga untuk ikut serta aku ke perkebunan"
Deandra cukup terkejut dengan permintaan putrinya yang tidak biasanya meminta,ini untuk pertama kalinya Lea meminta pada Deandra.
"Boleh papi tahu untuk apa nak ?"
Deandra terlihat serius menunggu jawaban dari Lea begitu juga dengan kedua kakak lelakinya.
"Aku bersama kawan kecilku akan mengadakan pengobatan gratis beberapa hari di perkebunan semua sudah aku disiapkan jauh-jauh hari Pi..hanya saja belum ada dokter penanggungjawab..boleh ya,Pi.. dokter keluarga yang jadi penanggungjawab "
Deandra tidak bisa menolak permintaan Lea karena semua yang Lea lakukan selalu menunjukkan kebaikan dan dalam persiapan yang matang terbukti Lea menunjukkan proposal yang sudah tanda tangani pihak-pihak yang terkait secara resmi.
"Ya..kamu selalu saja membuat kejutan untuk papi mu tidak jantungan "
"Papi akan selalu sehat untuk melihat aku sukses, terimakasih Pi..love you"
Lea memeluk dan mendaratkan ciuman di kedua pipi Deandra penuh cinta kasih.
"Kalau ada maunya baik-baikin jangan mau Pi"
Goda Arya dengan tertawa lepas membuat Lea cemberut.
"Ih..iri bilang bos "
Balas Lea dengan muka masam dan menjulurkan lidahnya pada Arya.
Balas Arya tidak mau kalah dengan Lea,yang sembunyi di balik lengan Deandra.
"Mas..kasihan adik mu,sudah "
Tegur Deandra pada Arya,Lea yang mendapatkan perlindungan merasa bangga dan kembali meledek Arya di balik tubuh Deandra dengan kembali menjulurkan lidahnya melek.
Arya hanya bis terkekeh senang dengan ledekan Lea pada dirinya serasa jadi anak-anak lagi.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Lea tidak lupa meminta ijin pada mbok nah sebelum pergi ke perkebunan selepas sholat subuh yang memintanya membuatkan bekal untuk di perjalanan.
"Bu..mau titip salam buat siapa nanti aku sampaikan"
Tanya Lea yang bersiap masuk kedalam mobilnya dengan ditemani sopir dan satu mobil lagi dokter keluarga yang dipercayakan Deandra.
"Salam buat semua orang di perkebunan dan buat mas Han bilang padanya ibu kangen"
Permintaan mbok nah membuat Lea membulatkan matanya seakan tidak percaya mbok nah mengenali mas Han seperti kawan kecilnya.
"Insya Allah akan aku sampaikan kalau bertemu orangnya "
Seandainya saja waktu tidak mendesak ingin rasanya Lea meminta penjelasan pada mbok nah siapa sebenarnya mas Han tapi sayang waktu tak lagi berpihak pada Lea saat ini.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Setiba di kediaman Romo Lea kembali kecewa karena Romo tidak berada di tempat baru satu hari yang lalu Romo pergi untuk memenuhi undangan dan ada pertemuan beberapa perusahaan yang harus Romo hadiri.
"Mbok..tolong siapkan kamar untuk dokter Rudi selama ada di sini "
"Akan saya siapkan cah ayu.."
Dengan penuh hormat wanita yang lebih muda dari mbok nah memenuhi permintaan Lea yang di bantu beberapa wanita lainnya yang lebih muda.
"Dok..jangan sungkan di sini dokter bebas samakan aaja seperti rumah dokter sendiri jangan terlalu formal disini tidak ada papi "
Rudi yang usianya hampir sama dengan Arya dan memang sahabat Arya hanya tersenyum mendengar penuturan Lea.
"Dok,aku tinggal dulu ya.."
Lea langsung cabut untuk keluar rumah Romo untuk menyiapkan persiapan besok,sudah pasti kawan kecilnya yang lebih dulu ada di lapangan.
"Assalamualaikum..!"
Suara Lea langsung dapat dengan mudah di kenali oleh kawan kecilnya yang langsung menghampiri terutama putih yang langsung memeluk tubuh Lea penuh kerinduan.
"Waalaikum salam..kangen"
Balas putih dengan erat memeluk Lea begitupun Lea membalas pelukan putih dengan erat.
"Semua sudah bereskan..oh ya.. obat-obatan yang di perlukan sebagai tambahan masih ada di mobil aku,besok aku bawah bersama dokternya "
"Beres jenderal.. sesuai instruksi "
Bujang memberikan laporan dengan menunjukkan beberapa lembar kertas dan menunjuk lokasi yang sudah telah tertutup tenda dengan beberapa meja dan kursi yang siap digunakan.
"Pak yai.. untuk pemberitahuan warga gimana ?"
Tanya Lea pada Lukman yang paling sering berinteraksi dengan semua kalangan karena Abi Lukman sangat berpengaruh dalam keagamaan.
"Alhamdulillah.. mereka menyambut dengan gembira acara ini dan mereka sangat antusias untuk datang bahkan dari desa tetangga juga "
Lea merasa senang keinginan dapat terealisasikan dalam waktu dekat sebelum dirinya pergi menggapai mimpinya.
"Untuk dokumentasi gimana Gul..ga ada kendala kan ?"
"Tentu aku siapkan yang terbaik untuk jenderal beserta kendaraan gratis untuk penjemputan warga ditempatkan di titik strategis jenderal "
Gunawan tidak sendirian untuk menyiapkan semua keinginan Lea dibantu anak-anak remaja karang taruna.
"Bagaimana dengan persiapan konsumsi untuk warga yang telah berobat ?"
Pertanyaan itu tertuju pada putih sebagai penanggungjawab telah siap menjawab pertanyaan Lea.
"Untuk konsumsi siap..sebelum warga datang sudah kami siapkan baik yang akan di makan di sini maupun yang untuk di bawah serta pulang berupa bingkisan sembako dan makan siap saji untuk anak-anak "
Kawan kecil Lea terlihat bahagia sebab misi besar mereka terealisasikan karena ada dukungan Lea yang paling berperan dalam hal ini, mereka hanya bermodalkan tenaga sedangkan Lea tidak hanya mendonasikan uang tapi juga menyiapkan petugas kesehatan baik dari puskesmas sekitar perkebunan,rumah sakit yang sedikit jauh dari perkebunan juga dokter penanggungjawab acara besar ini.
**Note...
Mohon beri masukan untuk perbaikan isi cerita biar lebih seru, di tunggu ππ**
__ADS_1