
Siang ini didalam kanti ada yang berbeda tapi apa pikir Arjun yang lebih dulu masuk kedalam dari pada kedua bidadari yang selalu dia prioritaskan dalam hal apapun.
"Apa sih bang..?"
Lea menabrak punggung Arjuna yang masih berdiri di depan pintu masuk kantin.
"Kamu tidak berasa aneh dengan suasana kantin ?"
Arjun meminta pendapat Lea dan Keiora yang masih berdiri di luar pintu masuk kantin.
"Abang yang aneh ya..ni "
Protes Lea pada Arjuna yang belum memberikan jalan masuk untuk keduanya.
Lea sedikit mendorong tubuh Arjun dengan paksa untuk dapat masuk kedalam,dan benar adanya didalam tidak biasanya terdengar canda tawa bebas karyawan sekedar untuk menghilangkan penat setengah hari bergulat dengan rutinitas yang cukup menguras pikiran atau tenaga.
"Bang.. jangan-jangan ada mahluk kasar mata jadi mereka pada diam"
Ucap pelan Lea pada Arjun yang mencari-cari perubahan yang terjadi dan dia mendapatkan seseorang yang cukup disegani bahkan sangat dihormati keberadaannya.
"Sst..pantas ada bos besar "
Ucap Arjun pada kedua bidadari yang sudah menempati posisi untuk makan siangnya.
Seperti biasanya Arjun yang akan memesan makanan untuk makan siang mereka,dia tidak merasa direpotkan malah lebih senang karena merasa bisa dekat dengan kedua bidadari yang menurut banyak karyawan mengakui kedua bidadari itu cantik dan manis.
Selalu saja ada obrolan ringan disela makan siang mereka, terlihat kedekatan hubungan mereka terutama Lea yang mendominasi candaan siang hari ini.
"Bang coba tebak, terlihat manis tapi tidak bisa dimakan tapi bisa dinikmati"
Arjun bersusah payah untuk memikirkan jawaban dari tebak tebakan yang Lea berikan, sampai-sampai Arjun memegang jidatnya untuk mendapatkan jawaban, begitu juga dengan Keiora yang pemalu dia terlihat bingung seperti ikut mencari jawaban pertanyaan Lea yang sebenarnya hanya pertanyaan receh.
"Lama amat sih bang..itu sih gampang, Abang yang tidak peka dengan sekitar "
Ujar Lea dengan melek Arjun yang terlihat tidak mau di remehkan tebakan receh Lea.
"Kamu aneh-aneh saja bikin tebakan..ah,aku menyerah..awas kalau jawaban mu tidak masuk akal "
Sebelum menjawab Lea tertawa kecil karena ancaman dari Arjun yang cuma gertak semata.
"Mau tahu..apa jawabannya,siap satu,dua..tiga..,Uni boleh minta senyum paling manis"
Ucap Lea dengan meminta pada Keiora yang langsung tersenyum dengan malu-malu,dan Lea mengambil gambar dengan ponsel milik Lea.
"Coba Abang lihat..manis bukan tapi sayang tidak bisa dimakan cuma bisa dinikmati"
Arjun langsung mengangguk mengerti,benar apa yang dikatakan Lea tapi tidak dengan Keiora yang makin tertunduk malu.
Lea terkekeh geli suaranya sedikit memecah keheningan dan Lea tetap dengan cueknya tapi tidak dengan orang yang kebetulan masih berada di dalam kantin.
Termasuk lelaki petinggi pemilik perusahaan dimana Lea magang,padangan lelaki itu dan satu lelaki di depannya memandang Lea dengan penuh arti.
'Bukankah..dia gadis yang berada di bengkel waktu itu'
__ADS_1
Ucap lelaki terkejut dengan keberadaan Lea di perusahaannya, jelas saja dia tidak tahu siapa Lea hanya seorang karyawan biasa pikirnya yang tidak tahu kapan dia di terima di perusahaan miliknya.
Berbeda dengan lelaki yang duduk didepannya,dia sangat senang bisa melihat Lea lagi baginya ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk mengetahui lebih banyak tentang Lea.
"Bang**t jadi kamu yang selama ini menyembunyikan dia. !"
Maki lelaki yang duduk didepan pemilik perusahaan yang terlihat bingung dengan makian temannya.
"Mana aku tahu kalau dia ada disini..memang siapa dia,kamu sudah gila ya..main sewot aja ?"
Balas lelaki pemilik perusahaan dengan menunjukkan rasa tidak bersalah.
"Dia cewek yang aku cari "
Lelaki pemilik perusahaan terbelalak karena terlalu terkejut sekaligus penasaran.
"Ha..ha,kamu sudah gila atau..bener gila, seorang Nathan bisa jatuh hati secepat ini,dunia mau kiamat seperti "
Lelaki pemilik perusahaan tertawa dengan sesekali menepuk jidatnya karena tidak yakin dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Sudahlah,kamu jelaskan di kantor..ayo ikut "
Lelaki pemilik perusahaan dengan memaksa menarik tangan Nathan yang masih ingin memandang Lea.
"Mi..aku bukan kambing main tarik-tarik aja"
Protes Nathan pada lelaki yang memiliki nama Hilmi, lelaki berketurunan Malaysia.
"Bang, kita harus hormat banget ya..sama pemilik perusahaan sampai-sampai ngomong saja ada aturannya"
Tanya Lea dengan rasa ingin tahu serta ada rasa tidak nyaman dalam dirinya.
"Tidak, mereka hanya segan saja bagaimana pun dia pemilik perusahaan wajar kita sedikit hormat,bukan kau di atasi untuk berbicara setidaknya kita juga menghargai tamu yang bersama Mr.Hilmi "
Kini Lea sedikit paham dengan penjelasan Arjun dan Lea jadi tahu nama dari pemilik perusahaan.
"Seandainya saya memiliki perusahaan saya mau semua karyawan seperti memiliki perusahaan jadi semua jadi bos.."
Arjun dan Keiora bingung dengan penuturan Lea satu perusahaan dan semua karyawan merasa memiliki perusahaan,bos yang paling aneh pikir keduanya.
"Perusahaan macam apa yang akan kamu buat adik ku?"
Arjun membalas dengan candaan yang dia tahu Lea hanya anak magang biasa tanpa embel-embel keluarganya yang memiliki sejumlah aset kurang lebih sama dengan pemilik perusahaan dimana tempatnya magang.
"Perusahaan anak kancil "
Jawab Lea asal sebab tidak ingin memancing rasa penasaran Arjun juga Keiora,akan ide gilanya yang ingin terwujud selepas lulus kuliah nanti.
Kenapa Lea menyebutkan ide gila karena tidak akan seorang pun satu pemikiran dengan dirinya mengenai usaha yang akan di realisasikan untuk memakmurkan tidak hanya karyawannya saja tapi orang sekitarnya.
"Kancil ?"
Yang terlintas di pikiran Arjun hanya binatang cerdik dalam dongeng, di dunia nyata kancil hewan sejenis rusa dengan tubuh kecil.
__ADS_1
"Kamu mau jadi peternak.. kalau mau jadi peternak kenapa harus susah-susah kuliah yang jauh"
Arjun seakan tidak percaya dengan ide Lea yang ingin jadi pengusaha peternakan.
"Ih..Abang kepo "
Ujar Lea yang membuat kedua orang berbeda usia dengan Lea bingung dengan kata kepo.
"apa kepo ?"
Lea kelepasan mengucapkan kata itu seingat dia berbicara dengan Juna dan Mawar.
"Kepo.. artis Abang mau tahu aja "
Arjun bukan mengerti dengan penjelasan Lea,dia semakin ingin tahu kata kepo.
"Iya.. maksud kamu apa kepo "
Lea terjebak dalam jebakannya sendiri,kini Lea mencari cara untuk menjelaskan kata kepo.
"Abang cari tahu lewat google akan ada penjelasan yang lebih di pahami Abang..ok"
Akhirnya Lea menemukan cara mudah untuk menjelaskan arti kepo pada Arjun tanpa susah payah.
"Ayo..kita kembali, sebelum jam makan siang habis"
Ajak Arjun pada kedua mahluk cantik yang langsung mengekor di belakang Arjun Sling bergandeng tangan.
"Aku ceritanya jadi pengawal nih.."
Canda Arjun yang melangkah didepan seorang diri sedangkan Lea dan Keiora berjalan di belakangnya.
"Bukan pengawal tapi bodyguard"
Ujar Lea dengan menepuk pundak Arjun cukup keras membuat Arjun menahan sakit.
"Payah bodyguard kok lemah"
Ucap Keiora pelan karena melihat reaksi Arjun yang kesakitan.
"kuat ko..lihat, mengangkat kamu juga aku mampu,mau aku angkat "
Keiora langsung berlari kecil menghindari Arjun yang berniat mengangkat dirinya.
Lea tertawa melihat Keiora dan Arjun saling berkejaran,Lea berharap mereka bisa disatukan karena keduanya orang baik.
Note
Terimakasih yang tidak terhingga saya ucapkan untuk yang sudah berkenan membaca sepenggal kisah yang hanya angan-angan semata si penulis.
Maaf bila masih ada kesalahan dan mohon maaf bila gambar tidak bisa di buka sepertinya dari pihak novelnya.
Boleh kasih masukan untuk membuat seru isi cerita,maaf bila tidak membalas pesan pembaca.
__ADS_1