My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Akibat nila setitik rusak susu Sebelanga.


__ADS_3

Kemarahan terlihat dari wajah Romo setelah mendengar penuturan Lea baginya ini harga diri keluarga yang tidak boleh di injak-injak.


"Apa yang cah ayu lakukan itu sudah benar sebagai bentuk pembelaan diri"


Romo sedikit bersyukur Lea bisa melakukan perlawanan terhadap tindakan Satria yang menurutnya tidak pantas.


"Kalau saja tidak melihat Romo sudah aku habisi tuh anak !"


Terlihat kekesalan di wajah Arya dengan tangan mengepal kuat seperti akan memukul lawan.


"Awalnya aku pikir dia lelaki sopan walaupun tidak bisa di pungkiri dia lama tinggal di Eropa ternyata lingkungan berperan penting dalam hal ini"


Ujar Deandra yang juga sama ada kemarahan dalam ucapannya, tidak terima putrinya diperlukan tidak baik.


"Jangan salahkan lingkungan Pi.. kembali pada pribadi sebagai benteng utama"


Kini Abimana ikut bicara yang sama merasa kesal dan ingin sekali meremukkan rahang lelaki bernama Satria.


"Nama Satria kelakuan bang**t, beraninya sama perempuan lemah !!"


Arya kembali menunjukkan muka marahnya walaupun masih skala kecil masih bisa ditahan.


"Rusak sudah pertemanan kami akibat kesalahan kecil yang tidak seharusnya terjadi"


Ucap Romo dengan mengusap mukanya asal menandakan dirinya tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Sudahlah Romo masih banyak teman baik Romo di luaran sana tidak harus disesali,kita bersyukur Lea bisa menjaga dirinya dengan kemampuan bela diri yang dia punya"


Abimana menenangkan Romo dengan mengusap punggungnya.


"Ya..kamu benar,Bisma masih bisa berteman dengan ku tapi tidak dengan keluarganya"


Akhirnya Romo mengambil keputusan untuk kebaikan dirinya dan keluarganya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sebelum kembali ke Eropa Bisma datang ke kediaman Deandra bermaksud berpamitan, Romo masih menyambut dengan baik tapi tidak dengan keluarga Deandra yang memilih tidak menemui Bisma dengan alasan ada keperluan lain.


"Mas Adi apa bisa pertemanan kita lanjutkan dengan perjodohan kedua cucu kita ?"


Tanya Bisma dengan tersenyum penuh harap tapi tidak dengan Romo yang terlihat kesal.


"Awalnya mungkin bisa untuk kejenjang itu tapi untuk sekarang tidak"

__ADS_1


Ucap Romo dengan tegas yang membuat Bisma diam sesaat seperti berpikir keras apakah cucu Adiwangsa sudah di jodohkan atau memiliki pacar pikirnya.


"Lea sudah punya pacar atau Deandra telah menjodohkannya?"


Dari pada penasaran Bisma memilih bertanya pada Adiwangsa yang terlihat tidak suka dalam pembicaraan ini.


"Tidak dengan keduanya"


Ucapan Adiwangsa membuat Bisma semakin bingung tapi kenapa menolak permintaannya.


"Kamu bisa tanyakan pada cucu mu, kamu akan lebih paham kita orang timur yang memegang adat istiadat kesopanan walaupun kamu sudah lama di negeri orang,aku yakin kamu akan paham arah pembicaraan ku setelah menanyakan pada cucu mu sebagai jawaban permintaan mu"


Bisma semakin bingung tidak mengerti arah pembicaraan Adiwangsa yang biasanya to the poin,saat ini seperti teka teki yang harus dia cari tahu jawabannya.


"Aku tidak mengerti maksud kamu apa,tapi akan aku cari tahu"


Pada akhirnya Bisma tidak ingin memaksa lelaki yang sudah lama berteman dengannya.


Tidak lama Bisma undur diri karena melihat gerak gerik Adiwangsa yang tidak nyaman dengan kehadirannya tidak seperti awal pertemuan, dirinya sekaligus berpamitan untuk kembali ke Eropa bersama keluarganya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Terlihat perubahan mimik wajah Bisma sepulang dari kediaman Deandra membuat seluruh keluarganya sedikit takut.


"Jawab jujur apa yang sudah kamu lakukan pada cucu dari sahabat ku ?"


Tanya Bisma tanpa basa-basi, anggota keluarga tahu pertanyaan ini tertuju pada siapa sebab hanya Satria cucu Bisma yang ikut serta dalam pertemuan keluarga besar Romo saat itu.


"Tidak melakukan hal aneh..dasar pengadu "


Ucap Satria santai tanpa sedikitpun merasa bersalah yang dia tunjukkan.


"pengadu apa maksud kamu,coba jelaskan ?!!"


Suara Bisma terdengar cukup lantang karena dia mencium gelagat aneh yang bisa dia lihat dari mimik muka Satria.


"Saya hanya menciumnya,memang ga boleh.. dasar aneh"


Ucap Satria lagi dengan biasa saja malah cenderung memperolok Lea gadis aneh dimatanya.


"Mencium..anak kurang ajar,bagi kamu yang tinggal di Eropa itu biasa tapi tidak dengan di sini apalagi dia terlahir dari keluarga ningrat darah biru..kamu yang aneh terbiasa mengikuti budaya barat "


Bisma marah besar dengan muka memerah karena sudah di buat malu oleh cucunya dan berpikir bagaimana hubungan pertemanannya nanti yang selama ini dia jaga dengan baik.

__ADS_1


"Memang salah hanya sekedar mencium..ga harus di barat saja Eyang hal ini sudah lumrah,dia saja yang kolot terlalu memegang teguh tradisi "


Satri seperti menyalakan sikap Lea yang terlalu berlebih-lebihan sehingga dirinya salahkan.


"Salah.. karena kamu sudah melewati batas,kamu beruntung Lea tidak mengadukan hal itu saat kamu masih ada di rumahnya bisa ditaruh dimana muka ku..anak kurang ajar"


Bisma sudah ingin menampar Satria tapi diurungkan niatnya karena masih bisa meredam emosinya.


"Hanya menciumnya Eyang bilang kelewat batas,di luaran sana lebih dari sekedar ciuman jadi jangan terlalu dibesar-besarkan Eyang "


Bisma tidak habis pikir dengan ucapan yang keluar dari mulut Satria, mungkin untuk gadis lain tidak masalah tapi tidak dengan Lea yang dia tahu siapa Adiwangsa.


"Untuk gadis yang kamu kenal selama ini di luaran sana itu aku tidak ambil pusing tapi untuk Lea tidak karena aku tahu siapa Adiwangsa,kamu sudah berani bermain api dengan keluarganya..aku malu dengan tindakan yang kamu lakukan !!"


Bisma tertunduk sambil diam seakan menahan kekesalan yang tidak bisa dianggap remeh.


"Tidak cukupkah kamu mendidik putra mu hingga putra mu mempermalukan aku dengan tindakan yang dia lakukan !!"


Bisma bertanya pada putranya dengan rasa kesal yang menyelimuti dirinya saat ini.


Satria tidak terima Bisma mempertanyakan cara didik orang tuanya,dia angkat bicara untuk pembelaan.


"Apakah Eyang tahu, apa yang Lea lakukan kepada ku ?"


Bisma terdiam seperti ingin memastikan apa yang Lea lakukan pada cucunya sehingga cucunya berani menciumnya.


"Dia jual mahal padaku dan dia sudah menendang milik ku setelah aku menciumnya"


Bisma bukan menyalahkan Lea malah tertawa puas dengan tindakan yang Lea berikan kepada cucunya.


"Bukan jual mahal..gadis timur memang masih memegang tradisi tidak vulgar asal nyosor aja wajar milik mu Lea tendang, untung tidak di buat tidur selamanya"


Ucapan Bisma membuat Satria dan beberapa lelaki bergaris keturunan Bisma memegang miliknya seakan takut miliknya tidak bisa bergerak lagi.


"Dasar cewek bar-bar "


Gerutu Satria yang masih bisa didengar Bisma yang langsung menatap tidak terima Lea dibilang bar-bar.


"Jaga ucapan mu,wajar Lea melakukan itu karena menjaga harga dirinya dan kamu harus terima dengan apa yang telah Lea lakukan..bukan bar-bar namanya tapi kamu yang bang**t sebagai lelaki tidak bisa menjaga napsu bejad mu"


Satria merasa kesal dimata Bisma dirinya tidak ada benarnya bahkan terlihat jelas Lea yang selalu dibelanya, begitu pun dengan anggota keluarganya tidak ada yang bersuara seakan tahu dengan kemarahan Bisma yang tidak seperti biasanya yang bisa di tolerir.


"Aku tahu kamu marah pada ku tapi aku lebih marah lagi karena ulah mu pertemanan kami akan renggang"

__ADS_1


Bisma merasa orang yang paling bersalah dalam hal ini karena tidak bisa mendidik dengan baik cucunya yang di besarkan di lingkungan negara bebas yang tidak bisa di pungkiri berpengaruh padanya.


__ADS_2