
Mbok nah tidak ingin dianggap memanfaatkan apalagi siapa dirinya hanya seorang dari pembantu yang orang tahu,sadar akan siapa dirinya untuk menolak pun rasanya susah ini yang dirasakan mbok nah.
Rumah keluarga mbok nah yang terbilang sederhana tapi elegan maklum saja kedua anak mbok nah bukan lagi anak perkebunan yang dulu yang belum memiliki kemampuan tapi kini keduanya tidak lagi di pandang sebelah mata karena kemampuannya.
Mbok nah meminta kedua putranya duduk bersama dengannya diruang tengah untuk membicarakan hal penting.
"Apa sih Bu, tumben ngajak kita-kita duduk bersama"
"Kamu mulai cerewet ya..apa karena pasien mu semua tertidur jadi tidak ada yang mengajak mu bicara "
"Ibu bisa saja "
"Bu.. kalau pasien ku bangun,ibu mau putra mu disebut pembantaian atau lebih sadis lagi pembunuh berdarah dingin"
"Kamu ngomong apa sih ah..ngomong mu ngelantur kemana aja "
"Diam sebentar dek.. pasti ada yang ingin ibu sampaikan sama kita "
Kedua putra mbok nah pun duduk terdiam menunggu ibu mereka bicara tapi sebelum itu terlihat mbok nah memperhatikan kedua putranya satu persatu,entah apa yang dipikirkan yang pastinya kedua putranya terlihat bingung.
"Ibu mau ngomong apa sih?"
"Diam dulu apa dek"
Pinta putra pertama yang memang selalu menjaga bicaranya dan selalu sopan tidak banyak bicara hanya seperlunya saja.
"Sebelumnya ibu minta maaf kepada kalian berdua "
"Maaf..memang ibu melakukan kesalahan apa sampai meminta maaf apalagi kepada kita putra ibu,yang ada kami berdua yang minta maaf sama ibu"
Ujar putra kedua mbok nah yang melihat keanehan dari sikap dan bicara ibunya yang tidak biasa.
"Kalian berdua tidak ada salah sama ibu,tapi ibu yang sudah salah karena harus meninggalkan kalian berdua "
"Ibu,kami paham kenapa harus ibu membahas kembali.. sudahlah Bu,ini demi kebaikan kita dan keluarga Romo kami tidak merasa ibu bersalah dalam hal ini dan tidak ada yang harus disalahkan benarkan mas"
"Sudahlah Bu..kami baik-baik saja kenapa ibu harus merasa bersalah"
"Ehm.. sebenarnya ibu bingung harus bagaimana menyampaikan ini pada kalian berdua "
"Memang ibu mau ngomong apa sih.. sampai bingung memangnya ibu mau ngomong sama presiden harus dipikirkan dulu takut salah "
"Dek.."
"Iya..maaf mas "
"Bicaralah Bu.. bagaimana kami tahu maksud ibu kalau ibu hanya diam tidak bicara "
__ADS_1
Mbok nah cukup paham dengan ucapan putra pertamanya yang selalu bijaksana dalam berpikir.
"Sebenarnya ini permintaan Romo tapi..Romo meminta kepada ibu untuk menyampaikan kepada kalian berdua, apakah diantara kalian akan ada yang memenuhi permintaan Romo ?"
Kedua putra mbok nah saling memandang dan terlihat bingung dengan beberapa pertanyaan didalam pikiran mereka masing-masing.
"Memang Romo meminta ibu untuk apa ?
Akhirnya putra kedua mbok nah memberanikan diri untuk bertanya pada mbok nah karena penasaran.
"Romo tidak meminta ibu untuk apapun,hanya meminta dari satu diantara kalian yang akan menjadi.."
Mbok nah tidak melanjutkan ucapannya seakan lidahnya keluh untuk mengutarakan permintaan Romo kepada kedua putranya.
"Menjadi suami dari cucunya Bu ?"
Ucap putra bungsu mbok nah dengan asal tebak tapi mbok nah menganggukkan kepalanya bisa diartikan bahwa benar apa yang diucapkan putra kedua mbok nah.
"Serius Bu..!!?"
Kembali putra bungsu mbok nah bertanya sekaligus terkejut hingga meninggikan volume suaranya.
"Iya..benar "
"Apa pantas kita bersanding dengan cah ayu Bu ?"
Sedari awal mereka berkumpul putra bungsu mbok nah yang mendominasi bicara sedangkan putra kedua mbok nah hanya menyimak dan diam hanya sesekali bicara.
"Apakah Romo sudah bertanya terlebih dahulu pada cah ayu Bu ?"
Pada akhirnya putra pertama mbok nah bicara yang cukup masuk akal menurut mereka,Lea harus tahu terlebih dahulu siapa calon suaminya.
"Ibu tidak berani untuk bertanya itu mas "
"Seharusnya ibu bertanya"
Ujar putra pertama mbok nah yang masih tidak percaya dengan ucapan mbok nah soal keinginan Romo.
"Jangankan untuk bertanya soal itu mendengar permintaan Romo saja ibu sudah gemetaran "
"Terus ibu harus bagaimana ?"
"Ibu tentukan saja siapa diantara kita yang pantas untuk bersanding dengan cah ayu "
Jawab putra kedua mbok nah yang melihat kakak tertuanya yang terlihat biasa-biasa saja reaksinya.
"Ibu tidak ingin menentukan siapa diantara kalian yang pantas untuk mendampingi cah ayu,tapi kalian yang lebih tahu siapa diantara kalian yang pantas "
__ADS_1
Keduanya saling memandang tanpa berkata-kata sepertinya pikiran keduanya yang bicara.
"Bu.. sepertinya mas yang tepat untuk cah ayu,sebab ibu tahu keduanya hampir bergulat dalam dunia yang sama dan mas lebih penyabar dibandingkan aku "
Mbok nah tersenyum mendengar penjelasan putra keduanya yang memang satu pendapat dengan dirinya, sebaliknya bila bersama putra keduanya yang sama-sama anak bungsu akan banyak perdebatan pikir mbok nah bila disatukan.
"Gimana mas ?"
"Aku kembali kepada ibu saja "
"Kamu tidak suka dengan permintaan Romo nak ?"
"Tidak seperti itu Bu,aku hanya ingin cah ayu tahu lebih dulu dengan siapa dirinya akan bersanding sebab dia juga berhak mengetahuinya dan berhak menentukan pilihannya "
Mbok nah paham dengan penjelasan putranya sebab Lea gadis yang cerdas dan penuh pertimbangan wajar bila dirinya menolak dengan permintaan Romonya.
"Jadi intinya kamu mau kan,nak ?"
"Iya..Bu, karena bagaimanapun Romo mempunyai andil besar pada keluarga kita Bu"
"Tapi ibu tidak mau kamu merasa terpaksa nak,jika kamu memiliki seseorang yang kamu cintai kamu berhak mengejar mimpi mu nak..soal permintaan Romo biarlah jadi tanggungjawab ibu yang akan menjelaskannya pada Romo "
"Aku tidak merasa terpaksa Bu dan untuk seseorang aku pastikan tidak ada Bu.."
"Tenang Bu,anak ibu tidak ada yang pacaran "
"Bukan begitu, kalau ada gadis yang kalian suka ibu siap melamarnya untuk kalian asalkan anaknya baik dan memiliki akhlak baik.. serta keluarga nya menerima keadaan kita,bagi ibu tidak masalah "
"Cie..cie,yang sudah siap punya mantu"
"Lah.. seumuran kalian wajar ibu berkata seperti itu, apalagi yang di tunggu pekerjaan kalian punya,umur sudah terbilang sangat cukup.."
"Cari calonnya Bu yang susah "
"Kalau jodoh ga ada yang susah menurut Allah "
"Ibu benar sejauh kita melangkah kalau memang jodoh akan disatukan juga "
Mereka terdiam untuk beberapa saat, masing-masing dalam memikirkan sesuatu.
"Bu.. kalau diijinkan aku ingin bertemu cah ayu, setidaknya aku ingin menjelaskan siapa aku "
"Akan ibu sampaikan pada Romo,jadi kmu tidak menolak permintaan Romo mas ?"
"Tidak Bu.., Sebenarnya ibu lebih tahu dari isi hatiku"
Mbok nah langsung memeluk putranya dengan rasa bersalah yang dalam,bukan karena permintaan Romo tapi tidak bisa mendampingi keduanya di masa perkembangannya.
__ADS_1
"Doakan saja Bu..ini mungkin yang terbaik untuk semuanya"
Mbok nah sadar kedua putranya bukan lagi anak kecil tapi mereka sudah dewasa secara pemikiran,jadi tahu kekhawatiran ibunya saat ini.