
Beberapa hari ini dibuat kewalahan oleh tim audit yang tidak puas dengan presentase yang di sampaikan oleh perwakilan dari beberapa bagian departemen.
"Lea sepertinya kamu harus turun untuk mewakili departemen kita mempresentasikan departemen kita "
"Bapak percaya saya kan anak baru, biasanya anak baru anak bawang "
Canda Lea pada atasnya yang ternyata orangnya suka sekali bercanda tapi tahu tempat dan kondisi.
"Anak bawang,bawang Bombay ga ada anaknya"
Balas atasan Lea yang membuat Lea ikut tersenyum karena benar adanya bawang Bombay sendirian tidak memiliki rumpun.
"Kalau tidak sesuai harapan bapak ya..yang tanggung "
Canda Lea lagi pada atasnya hanya terlihat serius membaca berkas.
"Tanggungjawab maksud mu,saya ga bikin hamil anak orang Lea, kalau soal kerjaan pasti saya akan tanggung jangan takut kita pikul bersama "
"Pak..pak,sudah seumuran bapak masih berkeinginan menghamili anak gadis orang kebangetan pak..ingat tanah kubur sudah menunggu bapak siap di azab "
"Hey.. kamu doain saya cepat mati gitu,kurang asem "
Balasnya dengan tersenyum masam karena bawahannya hanya bercanda tanpa ada maksud lain.
"Pak kalau kurang asem cium ketek bang Jali baru saja bersihin kamar mandi karyawan "
"Kamu dulu baru yang lain saya ga, ketek bini saya saja ga pernah saya cium"
"Oh.. ternyata bapak tidak romantis,enak pak berlindung di ketek bini tuh"
Ujar salah satu bawahan lain dengan terkekeh tapi tidak dengan Lea yang masih singel,mana tahu Lea soal beginian.
"Maaf ada yang masih ting ting"
"Ga, masalah pak belajar dikit-dikit dari senior"
Ucap yang lain membuat Lea hanya tersenyum tipis sebab mau bagaimana lagi kalau ngobrol bareng cowok pasti ujung-ujungnya menyerempet ke arah vulgar,Lea sedikit banyak tahu sebab Lea bukan anak baru untuk mengenal dunia laki-laki yang sering di berada di bengkel motor.
"Ok..pak saya bantu semampu saya "
"Gitu dong anak bawang, semangat"
Goda atasan Lea yang sering di sapa bang Dik bila dalam keadaan santai,tidak formal.
"Memang waktunya kapan pak ?"
"Selepas makan siang "
Ucap atasan Lea santai tapi tidak dengan Lea yang langsung terkejut karena memintanya datang tiba-tiba tanpa persiapan.
"Pak kalau minta tolong kira-kira apa pak..ini mah bukan minta tolong tapi minta di habisin sama tim audit pak..,bapak kira saya mesin fotocopy yang langsung cetak jadi,saya perlu mempelajari dulu pak makalah untuk dipresentasikan.."
Lea menepuk jidatnya sedikit keras karena atasannya membuat kepalanya langsung berdenyut tiba-tiba.
"Kamu pasti bisa "
"Langsung bisa dari mananya ?, bapak aneh-aneh aja "
__ADS_1
Balas Lea yang tidak menunggu jedah langsung membalas ucapan atasannya.
"Buktinya semua pria singel di perusahaan ini menaruh harapan pada mu Lea.. karena kamu memiliki pesona,jadi manfaatkan persona mu dalam persentase nanti dengan pesona kepandaian mu, maksud saya "
"Untung bapak tidak menjelaskan pesona yang aneh-aneh, kalau saja bapak menjelaskan pesona yang aneh-aneh saya minta pindah bagian saja "
"Bagian yang mana saja, dengan alasan bapak suka menggoda saya "
"Eh.. busyet,kapan saya menggoda kamu anak bawang "
"Sekarang bapak lagi menggoda saya untuk mewakili departemen presentase "
"Siapa juga yang menggoda kamu hanya meminta mewakili anak bawang,sini mana telinga kamu "
Semua yang ada dalam satu ruangan tertawa terpingkal-pingkal karena Lea selalu membuat suasana hangat tidak kaku dalam satu departemen.
"Anak nakal kamu ya.."
Omel atasan Lea yang menahan tawa karena ulah Lea, sedangkan Lea sendiri sudah keluar membawa berkas untuk presentase.
"Bang.. kita-kita merasa senang setelah kehadiran Lea di sini "
"Iya.. padahal yang saya tahu orang tuanya memiliki perusahaan..emang tua anak bedah bener"
"Kalau punya saudara laki-laki,kenalin tuh sama Lea..ga bakal ketemu seperti itu lagi"
"Saudara gue pasti mau tapi belum tentu Lea mau bang,anak sultan masa sama kita orang.. seperti bumi dan langit bang"
"Tapi gue lihat Lea ga seperti itu kok "
"Memang dia anaknya asyik sih..bahkan ga pelit dalam apapun "
"Bener itu bang "
Beberapa laki-laki senior membicarakan Lea selepas membahas persentase yang akan diwakili Lea didalam ruangan yang masih sama hanya Lea yang keluar dari ruangan itu.
¥¥¥¥
Pesona Lea bukan hanya di kagumi oleh lelaki di departemennya saja hampir semua lelaki yang normal mengagumi Lea yang ramah dan mudah beradaptasi.
Untuk sifat jail Lea hanya departemennya saja yang tahu,di luaran Lea lebih dikenal sopan dan ramah dimata senior.
Saat ini Lea berada dalam ruangan pertemuan mewakili departemennya untuk mempresentasikan hasil kerjanya,Lea tidak sendirian bersama atasan dan beberapa seniornya.
"Ada yang bisa di tanyakan ?"
Tanya Lea selepas mempresentasikan hasil kerja departemennya yang langsung dihadiri pemilik perusahaan yang Lea tidak tahu.
"Saya puas dengan penjelasan kamu,ehm.. sepertinya saya baru pertama kali melihat kamu ?"
Tanya lelaki yang seumuran Arya yang Lea lihat, mungkin lebih diatasnya sedikit.
"Ya..Mr. saya baru beberapa bulan disini "
Jawab Lea tegas tanpa ragu,Lea selalu menunjukkan rasa percaya diri kepada siapa pun selama dirinya benar dan tidak bermaksud menyombongkan diri tentunya.
"Bisa saya meminta kamu untuk menjelaskan langsung di lapangan?"
__ADS_1
'Siapa takut,tapi tanggung resikonya bila terkena kotoran pabrik..apa ga sayang tuh jas keren anda '
Dalam hati Lea ingin mengerjainya karena paling enak jadi atasan yang tanpa tahu lelahnya memenuhi keinginan pasar dan komplain dari beberapa pihak,pemilik hanya tahu beres.
"Siap..saya bisa jelaskan kapan pun Mr.ada kesempatan,saya akan temani Mr..."
'Jangan marah,bila aku kerjain "
Ingin rasanya Lea tertawa tapi mana berani di hadapan petinggi perusahaan yang terkenal seantero negeri ini.
Atasan Lea merasa senang karena presentase sesuai harapan dan hasilnya pemilik perusahaan merasa senang.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Lea..Lea cepat datang ke ruangan,di tunggu bang Dik "
Lea yang terlihat bingung langsung menghabiskan sisa minumannya yang sebenarnya belum selesai menghabiskan makan siangnya.
"Ada apa sih bang Dik ?"
Lea menggerutu sepanjang jalan menuju ruangan atasannya dengan langkah terburu-buru.
Setelah mengetuk pintu Lea langsung mengeluarkan kekesalan dalam hatinya yang dia pikir hanya ada atasannya saja,tanpa bertanya apa tujuannya memanggilnya.
"Bang..ga bisa apa kasih saya waktu untuk menghabiskan sisa makan siang saya.. kebiasaan,memang kalau mau jadi kakek-kakek itu hobinya memaksa "
Lea banyak tahu soal atasan juga keluarganya yang sudah menikahkan anaknya dan sudah hamil.
"Stt..Lea bicara yang sopan saya ini atasan kamu"
Lelaki yang lebih disapa bang Dik itu memberikan kode agar Lea berbicara sopan sebab di belakang Lea duduk dua orang lelaki yang sangat di hormati di perusahaan.
"Ada apa sih,ih..Abang genit "
Balas Lea yang melihat bang Dik memberikan kode dengan matanya yang dimainkan yang menurut Lea bang Dik genit padanya.
Dua lelaki yang duduk di sofa berasa tidak nyaman karena Lea dan bang Dik terus berdebat tanpa menjelaskan kalau ada dirinya didalam ruangan itu.
"Ehm.."
Suara itu menghentikan keduanya berdebat terutama Lea yang langsung membalikkan badan dan bukan hanya terkejut tapi juga malu bukan main.
Tapi tidak dengan satu lelaki yang diketahui sebagai pemilik perusahaan,dia terlihat menahan senyumnya.
"Bisa nanti kalian lanjutan perdebatan kalian,saya butuh kamu untuk menjelaskan langsung sesuai presentase kamu beberapa jam lalu"
'Gila nih orang memang ga ada kerjaan apa,ga bang Dik,ga dia semuanya serba sekarang ga bisa nanti,main dadakan saja dikira aku sama seperti tahu bulat di goreng dadakan anget-anget dimakan '
Lea hanya bisa memaki dalam hatinya karena tidak mungkin seorang bawahan memarahi atasannya.
"Bisa Mr. sekarang atau.."
Belum sempat Lea menyelesaikan ucapannya lelaki itu sudah lebih dulu memotong ucapnya.
"Kalau bisa besok saja musim durian runtuh..ya, sekarang lah"
Ucapan dengan muka biasa saja tanpa terlihat kemarahan diwajahnya, walaupun menurut karyawan wanita lelaki ini paling tampan tapi menurut Lea biasa saja bahkan lebih tanpa kedua kakaknya maklum saja Lea sudah terbiasa dikelilingi lelaki berwajah tampan jadi untuk lelaki yang saat ini ada di hadapannya baginya biasa saja.
__ADS_1
Berbeda dengan lelaki yang meminta meninjau langsung ke lapangan saat ini juga,entah ada rasa penasaran pada Lea sejak melihatnya di ruangan persentase pagi tadi.