
Seandainya Lea tahu mbok nah pulang ke perkebunan bukan untuk bertemu anaknya 100%,lebih tepatnya memenuhi permintaan Romo untuk menemuinya secepatnya.
"Assalamualaikum Romo"
Ucap mbok nah yang langsung menyalami tangan Romo dengan takzim seperti orang tuanya.
"Waalaikumsalam,kapan kamu sampai nah ?"
Tanya Romo yang menepuk salah satu bangku sofa untuk mbok nah duduk,lebih tempatnya bersampingan dengan Romo hanya berjarak dua sofa.
"Terimakasih Romo "
Romo hanya mengangguk dan tersenyum seperti biasanya ramah kepada siapapun.
"Kamu tahu kenapa aku minta untuk menemui ku disini,bukan aku yang menemui mu ?"
Mbok nah hanya diam menyimak semua yang Romo ucapkan tanpa berani menjawab sebelum Romo mempersilakan dirinya bicara.
"Nyuwun sewu Romo,aku tidak tahu dan aku tidak berani untuk bertanya pada Romo "
Romo yang mendengar tersenyum karena mbok nah tidak pernah membantah semua perkataan dan tidak pernah menolak, karena semua tahu suami mbok nah orang kepercayaan Romo yang besarkan oleh Romo dan almarhum istri Romo sedari kecil tanpa tahu keluarganya.
"Kamu sama seperti almarhum suami mu,nah..selalu patuh dan menurut "
"Nyuwun sewu Romo..mas Hardi sama saya sudah menganggap Romo orang tua kami"
"Hardi memang anak ku nah..siapa yang bilang Hardi bukan anak ku"
Terlihat mimik muka Romo berubah baginya dan almarhum istrinya Hardi adalah anaknya adik dari Deandra, tidak ada perbedaan dalam mendidik dan memberikan pendidikan hanya saja Deandra lebih memilih tinggal di kota sedangkan Hardi tidak ingin meninggalkan Romo yang sudah sendiri karena almarhum istrinya sudah lebih dulu meninggal.
"Nah..bila aku meminta sesuatu dari mu, apakah akan kamu berikan ?"
"Nyuwun sewu Romo..saya akan berikan sebab saya ingat akan pesan mas Hardi,Romo tidak akan meminta sesuatu bila Romo sendiri bisa melakukannya dan Romo tidak akan meminta diluar batas kemampuan kita..itu pesan mas Hardi Romo, insya Allah..saya akan memenuhi keinginan Romo semampu saya "
"Nah..kamu dan suami mu, sudah banyak membantu keluarga ku.. sedangkan aku tidak bisa membalas kebaikan Hardi dan kamu nah.."
__ADS_1
Terlihat kesedihan dimata Romo yang sudah berkaca-kaca, sepertinya banyak yang dia pikirkan tapi mbok nah tidak berani bertanya lebih.
"Apa kamu tidak menyesal dengan memenuhi keinginan ku,nah.."
"Tidak Romo,kami akan senang bisa memenuhi keinginan Romo semampu saya dan keluarga "
"Kamu tahu apa keinginan saya nah.."
"Tidak tahu Romo "
"Ehm..boleh aku minta salah satu putra mu untuk menjadi cucu menantu ku ?"
Mbok nah sangat terkejut sekaligus shock tidak terpikirkan dalam hati kecilnya untuk masuk kedalam keluarga besar Romo dan Deandra.
"Nyuwun sewu Romo..apakah putra saya pantas untuk bersanding dengan cah ayu.. sedangkan kami hanya orang biasa yang Romo tahu siapa mas Hardi, begitu juga dengan saya yang hanya anak dari buruh perkebunan milik Romo "
"Nah.. apakah selama ini aku memandang orang lain untuk dekat dengan ku dan keluarga ku harus sederajat.."
"Nyuwun sewu Romo,tidak Romo..tapi,apakah tidak akan menimbulkan pertanyaan orang lain Romo...saya hanya tidak ingin membuat Romo malu sebab kami sadar siapa kami "
"Aku lebih tahu siapa yang pantas untuk cucuku, selama bukan aib mengapa harus malu.."
"Nyuwun sewu Romo,putra ku ada dua yang mana yang pantas untuk bersanding dengan cah ayu ?"
"Nah..kamu yang lebih tahu,mana yang paling pantas bersama cucuku yang keras kepala dan suka semaunya sendiri "
Romo tertawa kecil sebab tahu bagaimana karakter Lea yang susah untuk paksakan bila tidak sesuai dengan jalan pikirannya.
"Sebenarnya keduanya memiliki karakter yang sama cuma yang pertama lebih sabar dan lebih mengayomi dan hampir sama dengan cah ayu lebih suka bersama dengannya orang sekitarnya Romo..saya bingung "
Romo kembali terlihat tersenyum melihat mbok nah yang terlihat mempertimbangkan kedua putranya untuk bersanding dengan Lea.
"Coba ajak bicara kedua putra mu,siapa diantara keduanya yang lebih menyerahkan kepada mu nah..dia yang ikhlas menerima cucu ku"
"Baik Romo"
__ADS_1
"Nah.. apakah permintaan ku membuat mu terbebani?"
"Nyuwun sewu Romo,tidak Romo.. kami senang bisa membantu Romo "
"Rasanya aku sudah terlalu banyak meminta pada mu dan keluarga mu nah..aku malu untuk mengangkat kepala ku untuk sekedar memandang mu dan kedua putra mu.. terimakasih Hardi untuk mu yang telah banyak membantu keluarga ku"
Romo terisak dan sudut matanya berair yang membuat mbok nah juga ikut sedih, baginya Romo dan keluarga adalah orang yang berperan terpenting dalam kehidupan keluarga mbok nah khusus suami dan kedua putranya.
"Nah..bila ini permintaan terakhir ku,mohon maafkan aku yang sudah menyusahkan mu"
"Nyuwun sewu Romo..tidak ada Romo dan keluarga menyusahkan kami,yang ada kami yang sudah Romo dan keluarga bantu bahkan sejak mas Hardi mengenal dunia "
"Nah..bimbing cucu ku,dia harapan satu-satunya yang paling keras kepala"
"Baik Romo..cah ayu bukan keras kepala Romo dia hanya menyampaikan maksud dengan caranya sendiri "
Tawa Romo terlihat yang membuat mbok nah bingung, sekaligus senang sebab Romo tidak bersedih lagi.
"Belum juga jadi menantu mu..sudah kamu bela makin keras kepala dia nah.."
"Tidak Romo..cah ayu tidak pernah aku bela kalau cah ayu bikin kesalahan "
"Nah..nah,kamu yang lebih tahu cucu ku wajar bila kamu tahu lebih banyak dari ku dan papinya "
Mbok nah tertunduk malu,Romo tahu mbok nah sudah menganggap Lea seperti putrinya bukan hanya seorang yang mengasuhnya.
Pembicaraan ini cukup lama sebab Romo tidak ingin mbok nah merasa terpaksa dengan permintaannya yang tidak biasa.
Begitu juga dengan mbok nah yang tidak ingin menyinggung perasaan Romo yang telah banyak membantu suami dan keluarganya.
Menurut mbok nah mungkin ini waktu yang tepat untuk sedikit membalas kebaikan Romo dan keluarganya yang sudah banyak membantu.
Walaupun ada kekhawatiran pada mbok nah yang berpikir apa kata orang lain yang tahu siapa dia dan keluarganya,sebab kehidupan Romo bagaimana matahari yang menyinari bumi sedangkan keluarga hanya butiran debu yang tidak terlibat.
Bagi orang yang tidak mengenal Romo dan keluarga mbok nah akan biasa saja sebab kedua putra mbok nah bukan pemuda biasa-biasa saja,putra pertama lulusan luar negeri tepatnya Amerika dalam ilmu teknik informatika dan agrobisnis, sedangkan putra keduanya seorang dokter bedah yang cukup terkenal walaupun hanya di kota kecil yang tidak jauh dari perkebunan.
__ADS_1
Keberhasilan keduanya atas campuran tangan Romo dan Deandra yang merasa telah terbantu karena mbok nah yang mau mengasuh Lea dan tinggal dengan Romo, meninggalkan kedua putra yang saat itu sudah memasuki sekolah menengah pertama.
Pergolakan batin mbok nah yang kini dirasakan mbok nah,bukan penolakan oleh salah satu putranya tapi apa yang akan dia dengar dari orang sekitarnya yang mengira dia dan keluarganya menginginkan masuk kedalam keluarga besar Romo.