
Apa sudah menjadi fitrah kalau manusia itu suka mencari-cari aib orang lain, sebenarnya ini tidak baik tapi memang itu faktanya.
Suasana hati Lea kembali tidak baik-baik saja akibat omongan orang yang terus membahas kalau dirinya belum di berikan keturunan.
"Sudahlah tidak berpengaruh buat ibu omongan seperti itu " ucap mbok nah yang diminta Sigit untuk datang ke rumah Romo untuk menemani Lea yang kembali murung.
"Tapi Bu..kasihan mas Sigit pasti menginginkan tangis bayi sebagai penerus"
Lea bersandar di bahu mbok nah dengan muka yang sedih.
"Ibu yakin mas mu bukan lelaki seperti itu cah ayu..yakin sama ketentuan Allah kalau kalian akan di berikan pasti akan datang diwaktu yang tepat "
"Apa ga sebaiknya mas Sigit mencari pendamping yang baru Bu..?"
"Hus..jangan asal ngomong cah ayu..ibu tidak akan pernah mengijinkan itu dan mas mu bukan lelaki seperti itu "
Bukan mbok nah membela putranya tapi sangat yakin Sigit bukan lelaki yang dengan mudah berpaling dari pasangan hidupnya.
"Kalau ibu sendiri apa tidak mempermasalahkan dengan belum adanya cucu dari mas Sigit?"
"Ada apa tidak ada itu bukan kehendak kita cah ayu, sudahlah serahkan semuanya pada Allah yang maha pengatur"
Mbok nah menunjukkan senyum tipisnya berharap Lea baik-baik saja tidak kembali memikirkan persoalan yang selalu menghantuiku semua wanita yang sudah berumahtangga tapi belum juga hadir diantara mereka.
"Terimakasih Bu..,ibu tidak menuntut aku untuk segera memberikan cucu untuk ibu "
Terdengar datar tapi cukup membuat mbok nah teriris karena dia juga seorang wanita.
"Tidak akan pernah ibu menuntut kepada semua menantu ibu untuk harus memiliki anak kalau memang yang diatas tidak mempercayakan pada kalian,bukankah anak juga bisa jadi fitnah.. sudahlah fokus pada pekerjaan mu saja saat ini cah ayu,ibu yakin pekerjaan mu juga sudah menyita pikiran mu"
Hubungan Lea dari awal memang sudah dekat dengan mbok nah kini semakin dekat dengan ikatan sebagai mertua dan menantu,Lea terbuka begitu juga dengan mbok nah yang selalu menjadi pendengar dan pemberian masukan terbaik.
Sigit pulang kerja lebih cepat karena pikirannya terbagi bahkan membuat dirinya tidak fokus dalam bekerja.
"Sayang.." ucap Sigit memanggil Lea tapi tidak ada sahutan.
"Istri mu tidur nak.." mbok nah menghampiri Sigit.
"Syukurlah..aku mengkhawatirkan keadaannya Bu " mbok nah bisa melihat kecemasan di wajah putranya.
"Apa liburan kemarin tidak membuat cah ayu jadi lebih tenang nak.."
"Selama liburan semua baik-baik saja bahkan lebih baik..tapi ibu tahu sendiri kita tidak bisa menutup mulut semua orang,kita hanya bisa menenangkan dan meyakinkan Lea Bu.. kalau semua ini adalah ujian dari Allah untuk umatnya "
"Ajaklah bicara dari hati ke hati dan pesan ibu jangan sampai melukai hatinya yang saat ini sangat rapuh saat ini "
"Aku janji Bu..semua akan baik-baik saja "
"Mohon doanya ya..Bu "
__ADS_1
"Ibu selalu mendoakan kebahagiaan kalian tanpa diminta "
Mbok nah memegang tangan Sigit seperti menyalurkan kekuatan untuk putranya.
🌹
🌹
🌹
Didalam kamar Lea tidur dengan posisi meringkuk seperti bayi membuat Sigit tersenyum.
"Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga" Sigit mengusap lembut kepala Lea dan merapikan rambut yang sedikit menutupi wajah cantik Lea, membuat pemiliknya terusik dari tidurnya.
"Ehm..mas,kok sudah pulang ?"
"Kangen "
"Kangen ?"
"Ya..di pikiran mas hanya ada kamu bikin mas tidak konsentrasi kerja sayang..makanya mas memilih pulang saja dari pada semakin kacau"
"Kok bisa "
"Bisalah.. wajah cantik kamu terus terlintas dipikiran, begitu juga dengan senyum manis ini bikin mas ingin pulang secepatnya"
"Bohong banget"
"Coba perhatikan cantik bukan..coba tunjukkan senyum manis mu sayang "Lea pun menurut mengikuti perintah Sigit.
Pantulan cermin itu menunjukkan wajah keduanya yang menunjukkan senyuman manis milik keduanya,nampak jelas wajah bahagia walaupun Lea baru bangun tidur.
"Ini yang selalu mas rindukan dan selalu bikin kangen ingin cepat pulang "
Dengan malu Lea menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik Sigit.
"Kok malu sih.."
"Ih..mas Sigit " rengek Lea yang terdengar manja ditelinga Sigit.
"Apa sayang "Sigit sepertinya mencium gelagat aneh pada diri Lea.
"Mas.. kalau seandainya kita hanya berdua saja selamanya apa mas tidak mempermasalahkan?"
"Sayang..cukup dengan melihat mu bahagia saja mas sudah senang"
"Dan ingat sayang adanya anak atau tidak pada akhirnya kita akan menikmati masa tua berdua, sudahlah jangan kamu pikirkan hal itu"
Seandainya saja mereka hanya hidup berdua tidak akan pernah ada omongan apapun dari orang lain tapi sayang mereka hidup berdampingan dengan orang-orang sekitarnya baik yang baik kepada mereka ataupun sebaliknya memberikan penilaian buruk kepada mereka.
__ADS_1
"Asal kamu tahu sayang rasa cintaku bukan diatas kertas yang menyatakan dirimu dimiliki oleh ku secara agama dan negara tapi diatas segalanya"
Lea ingin sekali menangis keras karena rasa haru yang saat ini menyelimuti dirinya, mungkin saat ini dirinya salah satu wanita yang paling paling bahagia dimiliki oleh lelaki yang sangat mencintainya dengan tulus walaupun tidak sepenuhnya melalui perjodohan keluarga.
"Mas hanya ingin melihat mu bahagia hidup bersama dengan ku sayang..janji ya,jangan pernah bersedih dengan mendengar perkataan orang lain dan ingat hidup kita yang menjalani jadi harus bahagia"
Sigit mencium kening Lea berulang-ulang kali dengan harapan Lea tahu dirinya sangat mencintainya.
"Mas pasti lapar mau aku siapkan makan ?"
"Untuk saat ini mas masih kenyang..dan biarkan mas ingin memeluk tubuh mu sayang yang selalu memberikan kenyamanan"
"Suami siapa sih ini,makian hari makin pandai saja merayu "
"Tidak mas tidak merayu..mas bicara yang sebenarnya,wangi tubuh mu selalu memberikan rasa nyaman bahkan bisa menghilangkan rasa lelah ku sayang "
"Berarti sudah melebihi tukang urut saja.. hebat betul "
"Ya.. semacam aroma terapi bahkan bisa jadi lebih dari itu "
"Bukankah kita memakai sabun mandi dan sampo yang sama berarti mas juga sama memiliki aroma tubuh yang sama kenapa mas tidak mencium wangi tubuh mas sendiri saja "
"Ada bedanya sayang,wangi itu sudah bercampur dengan aroma alami dari tubuh itu yang bikin candu "
"Bilang saja ingin memeluk ga usah ribet "
"Tahu aja..kenapa sih makin cantik saja mas lihat "
"Sudah dari sananya mas,mungkin mas yang baru menyadarinya sekarang "
"Masa"
Seperti inilah cara Sigit mengalihkan perhatian Lea dari masalah yang di hadapinya, lelaki ini memang sedikit bicara tapi banyak aksinya dan akan banyak bicara bila bersama belahan jiwanya.
"Sudah ah..mas ga percaya "
"Bukankah mempercayai mu itu musyrik "
Dengan menunjukkan muka manisnya Sigit dan sengaja menggoda Lea.
"Ih..mulai ikutan "
"Tahu aja.., habis mas bingung dengan cara apa biar kamu bisa ketawa "
"Jadi diri sendiri saja lah..bagi ku mas sudah lebih jadi segalanya "
"Uuu..uh, bahagianya aku "
Dengan spontan Lea langsung tertawa terbahak-bahak karena untuk pertama kalinya melihat Sigit bertingkah seperti keponakannya bila mendapatkan pujian dari Lea.
__ADS_1
Berbeda dengan Sigit yang terlihat bengong karena istrinya tertawa begitu lepas yang membuat wajah cantik Lea semakin manis.
Ternyata melihat orang terdekat bahagia itu membuat kita juga bahagia itu yang kini dirasakan Sigit.