My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Mengantarkan keberangkatan Lea


__ADS_3

Tidak ada raut kesedihan yang terpancar di wajah ayu Lea saat ini berada di bandara bersama keluarga dan kedua teman baiknya.


"Ingat jangan lupa sholat dan makan,kamu memang suka bandel untuk urusan makan "


Deandra seperti mengingatkan putrinya yang suka lupa makan bila berada di depan motor


yang siap di bombardir.


"Ya..Pi,aku ga akan lupa"


Jawab Lea dengan tidak melepaskan pelukannya yang erat pada Deandra.


"Aunty jangan lama-lama di sana cepat pulang ya.."


Ucap Biantara dengan suara khas anak-anaknya yang selalu di rindukan Lea.


"Siap jagoan..temani eyang ya, selama aunty pergi "


Pinta Lea pada Biantara yang selalu menuruti permintaan Lea sebab keseharian Biantara masih banyak di rumah cuma les sebentar.


"Ok.. aunty"


Dengan memberikan jari jempolnya dia tunjukkan pada Lea.


Lea menerima pesan dari semua anggota keluarganya untuk selalu berjaga diri dan menjaga kesehatan selama berada di sana.


Tidak ingin ada air mata yang Lea mau sebab dirinya bukan pergi untuk berperang tapi menuntut ilmu.


Berbeda dengan kedua temannya yang menangis Bombay seperti habis dianiaya ibu tiri.


"Loe baik-baik ya..di sana Lea, sementara jangan rindu sama gue karena loe jauh"


Juna berucap dengan air mata seperti tidak bermuara yang terus mengalir deras dari matanya.


"Ya,gue ga akan rindu loe sementara di sana,loe juga jangan lupa lekas selesai sidang loe..gue mau denger kabar loe lulus secepatnya"


Ujar Lea yang sebenarnya menahan tawa karena mana ada Lea rindu Juna, untuk sebatas kangen sebagai teman is ok pikir Lea tidak lebih.


"Jangan pakai lama di sana gue ga ada teman yang bisa nunjukin tempat nongkrong cowok ganteng "


Lea hanya mengerutkan dahinya, perkataan Mawar bukan untuk melepaskan dirinya pergi melainkan melarangnya pergi.


"Apa tidak sebaiknya tempat nongkrong loe pindah aja ke Amerika sana bareng gue pastiin banyak cowok gantengnya malah banyak yang bule,loe belum pernahkan liatkan bule belepotan oli,ngegemesin tahu ih..gimana gitu"


Ujar Lea tanpa bersalah menggoda membuat Mawar makin ingin ikut Lea pergi bareng dirinya saat ini juga setelah mendengar kata nongkrong apalagi cowok bule bikin dia mau ikut serta.

__ADS_1


"Mau..ih,jadi pengen ikut"


Rengek Mawar lebih dari Biantara yang bocah kecil, seperti minta mainan dari emaknya,persis bocah banget.


"Kamu boleh nyusul gue tungguin.."


Lea semakin menggoda Mawar yang semakin menggila karena godaan Lea yang terpikir di otaknya barisan cowok ganteng.


Panggilan operator keberangkatan bergema memanggil semua penumpang pesawat bersiap termasuk Lea yang menarik koper miliknya dan melambaikan tangannya untuk memasuki pintu keberangkatan.


Tapi sebelum itu Lea memeluk Deandra dengan erat karena Lea tidak tega melihat Deandra sedikit berkaca-kaca matanya.


"Lea hanya menuntut ilmu Pi..bukan pindah rumah"


Bisik Lea yang membuat Deandra tersenyum kembali, selalu ada saja yang membuat Deandra tersenyum dari candaan yang Lea buat untuk dirinya.


"Hati-hati cantik,lekas beri kabar bila sudah sampai"


Pinta Abimana dengan mengusap kepala Lea lembut begitu juga dengan Arya yang menggenggam erat tangan Lea dengan candaan seperti biasanya.


"Itu baby sister kenapa nangis kejer..ga kamu kasih duit untuk ongkos pulang apa kamu cubit"


Canda Arya pada Lea yang hanya bisa tertawa kecil sebab Lea tahu Arya ingin menggoda Lea yang menenangkan Juna yang tidak berhenti mewek, beberapa saat lalu.


"Uang jajannya aku sunat mas jadi mewek dia"


"Emang dia laki ?"


Tanya Abimana yang curiga bawaan Juna lemah gemulai seperti tidak bertulang dan berotot.


"Laki jadi-jadian"


Bisik Lea yang membuat Abimana menutup mulutnya dan matanya terbelalak karena kaget.


"Tapi kamu temenin,gimana sih kamu dek "


Protes Abimana membuat Arya dan Lea ingin ketawa berjamaah tapi tidak enak karena Juna ada tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Nanti kapan-kapan aku ceritain mas"


Lea berusaha tidak membuat Abimana khawatir dengan pertemanannya dengan Juna yang lelaki tidak bertulang Gatot kaca.


"Kamu tuh aneh dek"


Abimana semakin ingin menjauh dari Juna karena merasa geli melihatnya saja.

__ADS_1


"Jangan takut mas,ade pawangnya dan sudah jinak tidak akan gigit kok"


Tutur Arya yang sebenarnya ingin menjaili mas Abimana yang memang orangnya kaku soal pergaulan,dia harus serba sesuai dengan koridornya tidak boleh keluar jalur.


"Pawang,pawang memang aku Panji sang penakluk..atau apalah itu"


Protes Lea pada Arya yang hanya tersenyum menahan tawa mengingat Abimana yang masih geli dengan lenggak-lenggok Juna yang tidak mau diam nempel sama Mawar yang berdiri disampingnya seperti ulet pucuk.


Kini Lea sudah berada didalam pesawat merapikan barang bawaannya sebelum duduk manis di kursi yang tertera dinomor tiket yang dia pesan.


Tidak berbeda dengan keluarga dan temannya yang juga berjalan pulang meninggalkan bandara.


Juna dan Mawar berpamitan terlebih dahulu pada keluarga Lea sebelum meninggal bandara.


"Kenapa mas ga mau salaman sama teman Lea"


Tanya Arya yang sebenarnya dia tahu hanya ingin menggoda Abimana saja,bagi Arya ada keasyikan tersendiri menggoda Abimana yang orang lempeng dan kaku.


"Aku geli aja..ih "


Ucapnya dengan mengangkat kedua bahunya seperti orang yang merasa geli bukan karena geli di kitikin tapi geli karena melihat sesuatu yang bikin tidak ingin dilihat tapi bukan hantu.


"Jangan bilang geli tapi ingin dilihat karena penasaran"


Arya kembali menggoda Abimana yang kini menunjukkan taringnya dengan muka tidak suka.


"Penasaran dari mananya malah kalau boleh aku tidak ingin lihat sama sekali..ih"


Abimana kembali merasa geli padahal tidak melihat sosoknya didepannya saat ini.


Arya hanya tertawa kecil karena takut Abimana akan marah bila melihatnya tertawa.


Sepanjang jalan pulang keluarga Lea menertawakan Abimana yang masih merasa geli akan penampilan Juna yang lemah gemulai.


Berbeda dengan Juna yang masih terlihat sedih sepanjang perjalanan dari bandara, sampai Mawar bosan menenangkan Juna yang masih sesekali sesenggukan dengan menyetir mobil miliknya.


"Jun..mending kita mampir ke Cafe biar loe tenang gue takut loe nabrak terus gue amsong,amit..amit "


Mawar berulang kali menyebutkan kata amit amit, karena Jum masih terus mewek tidak jelas.


"Amit,amit gue masih waras kak Rose untuk bikin loe amsong,semut aja gue g tega bikin amsong apa lagi loe kak Rose"


Juna tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan Mawar pada dirinya.


"Kali aja loe gelap mata lantaran ditinggal Lea ke Amrik jadi loe galau berkepanjangan ingin menyusul lewat jalur lain"

__ADS_1


Dengan tertawa Mawar berkata tapi tidak dengan Juna yang menunjukkan muka masam dan cemberut.


Keduanya berantem tiap kali ketemu tapi tidak lama saling memuji dan kembali tertawa lepas, terlihat aneh bagi orang lain tapi seperti itu cara pertemanan mereka.


__ADS_2