
Andai saja Lea seperti barang yang bisa di gandakan mungkin saat ini Lea akan berada dihari paling tidak di lupa kawan kecilnya.
Hari ini putih resmi menjadi istri mas Ridwan,bukan pesta pernikahan yang besar untuk ukuran seorang Lea tapi bagi keluarga putih dan mas Ridwan ini pesta yang besar.
Lea hanya bisa menyaksikan melalui video call, Gundul yang memenuhi keinginan Lea dan memang dia jagonya karena dia lulusan Multimedia.
"Ingin ada disitu "
Gundul merasa iba dengan ucapan Lea, siapapun akan merasakan yang sama ingin berada dalam satu tempat dimana salah satu kawannya melangsungkan pernikahan.
"Jangan sedih,doa kamu sudah mewakili"
Pinta Lukman dengan tersenyum di balik layar yang sengaja gundul siapkan secara langsung.
"Maafkan aku putih.."
Ucapan Lea membuat putih menangis haru walaupun bagaimana pun Lea sudah menjadi bagian sepenggal kisah masa kecil hingga remaja yang penuh cerita suka cita,bahkan tidak ada cerita duka dimasa itu.
"Cepat selesaikan studi mu jenderal, kami menunggu mu untuk kembali"
Kini bujang yang bersuara seakan tidak mau kalah karena rasa rindu suasana kebersamaan mereka.
"Doa kan aku cepat lulus dengan baik "
Muka sedih Lea kembali ceria karena mereka selalu menyemangati dirinya yang benar-benar rindu suasana perkebunan.
"Put,tiket, penginapan plus uang saku sudah aku pesan..kamu tinggal tentukan waktunya kapan,aku tahu mas Ridwan tidak akan mau ke Bali karena itu aku rekomendasikan umroh plus wisata religi ke Turki,semoga kamu menerimanya maaf aku tidak bisa hadir di acara bahagia mu "
Ingin rasanya Lea memeluk putih tapi tidak mungkin karena jarak dan waktu.
"Jenderal,aku bilang tidak usah.. bagaimana aku nanti untuk membalasnya "
Putih merasa tidak enak hati karena Lea selalu memberikan sesuatu yang di luar ekspektasinya dan selalu tahu cara membahagiakan orang lain terutama kawan kecilnya.
"Buat kami apa ?!"
Ucap ketiga lelaki yang merupakan kawan kecilnya, yang membuat Lea ingin sekali menemuinya.
"Pasir gurun..dan susu onta oleh-oleh dari Turki "
Jawab Lea dengan terkekeh yang membuat ketiga lelaki itu tersenyum masam karena hanya kebagian yang tidak enak.
__ADS_1
"Ga, harus jauh untuk pasir dan susu cukup didekat sini saja jenderal..pasir ke toko material lek Marjo dan susu langsung dari sumbernya peternakan Romo.."
Ujar Bujang dengan tegas menjelaskan membuat Lea tertawa terbahak-bahak.
"Makanya kamu cepat nikah nanti aku kasih tiket bulan madu tapi jangan ke bulan ya..sudah dipunyai pak Teguh "
Canda Lea dengan tertawa lepas, mereka paham Lea hanya menggoda mereka saja.
"Itu bukan bulan tapi Bu Lani,ya..jelas dipunyai pak Teguh kalau mau bisa digorok leher kita "
Cecar Gundul dengan tertawa terbahak-bahak tidak mau kalah dari Lea.
"Hus..ga baik ngomong orang apalagi lebih tua dari kita "
Lukman mengingatkan mereka yang masih tertawa lepas melalui sambungan jarak jauh.
"Maaf.."
Ucap Lea dengan rasa bersalah dan menyesal karena menggoda mereka membuat ghibah.
"Jenderal ada waktu untuk pulang liburan "
Tanya Bujang dengan rasa ingin tahunya, walaupun mereka sangat sering bertukar kabar lewat grup kawan kecil.
Penjelasan Lea membuat kawan kecilnya kecewa tapi bagaimana lagi demi kebaikan Lea, mereka akan mendukung sepenuhnya.
Di saat mereka siaran langsung terlihat sosok yang membuat Lea penasaran selama ini dan sampai detik ini belum terjawab siap dia?, sosok itu tanpa sengaja berjalan melintas diantara beberapa warga yang akan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan keluarganya.
"Dul..kamu bisa jelaskan siapa lelaki yang baru saja berdiri diantara barisan warga ?"
Bukan hanya gundul yang terlihat bingung termasuk pak yai dan Bujang juga dengan spontan mencari sosok yang Lea minta menjelaskan padanya.
"Bukankah kamu cukup mengenal semua warga disini ?"
Siapa yang tidak mengenal Lea cucu dari Romo pemilik perkebunan yang hampir sebagian besar milik Romo.
"Ya..aku tahu,tapi wajahnya baru aku lihat sekarang mana aku tahu kalau dia warga sini atau pendatang"
Ada benarnya penuturan Lea sebab bukan tugas Lea juga mendata warga sebab bukan tugasnya.
"Kalau aku kirim satu persatu foto warga ga mungkin juga..terus bagaimana caranya kita menemukan sosok yang jenderal minta "
__ADS_1
Jawaban konyol Gundul membuat Lea terkekeh,tidak harus juga mereka memenuhi keinginan Lea karena rasa penasarannya.
"Memang aku selamanya tinggal disini,aku pasti pulang dan aku pastikan akan terjawab rasa penasaran ku "
Mereka satu pendapat dengan penuturan Lea, sejauh mana Lea pergi pasti akan kembali.
"Siapa diantara kita yang akan menyusul putih lebih dulu?"
Ini bukan lagi candaan tapi sudah sangat serius dan diantara mereka saling memandang karena dari ketiga lelaki itu tidak ada yang berpacaran, apalagi seorang Lea.
"Aku pribadi belum terpikirkan sebab aku masih ingin membantu adik ku sekolah dan membuat ibu senang lebih dulu "
Mereka tahu Bujang baru saja di tinggalkan ayahnya yang berpulang ke hadirat ilahi, sangat wajar bila Bujang lebih memilih sendiri terlebih dahulu.
"Sepertinya aku juga sama,aku ingin mencari pekerjaan yang tetap walaupun orang tua ku tidak membebani ku tapi aku ingin mencari kerjaan yang tetap dulu, menghidupi anak orang tidak mudah "
Penuturan Gundul ada benarnya juga menikah bukan akhir sebuah perjalanan hidup dua anak manusia tapi awal perjalanan yang panjang perlu pemikiran yang matang jangan sampai menyesal setelahnya.
"Kalau aku sendiri lebih ingin seperti mas Ridwan mempersiapkan diri lebih dulu sebelum memantapkan untuk berumah tangga karena mendidik keluarga akan sulit bila diri kita sendiri belum menjadi baik termasuk persiapan materi tentunya, untuk calon biar tangan Robb yang tunjukkan"
Lukman selalu jadi teladan bagi kawan-kawan, baik dari budi pekerti maupun dari banyak hal yang dia contohkan.
"Bagaikan dengan kamu ?"
Tanya Bujang yang sebenarnya ragu, sebab semu tahu siapa Lea dengan segala kemampuannya dan dari keluarga yang berada tidak akan mudah untuk lelaki mendekati Lea.
Pastinya lelaki yang memiliki segudang keistimewaan dan kelebihan yang tidak di miliki oleh orang pada umumnya pokoknya lelaki itu harus seseorang yang punya nilai lebih dimata keluarga Lea.
"Aku... entahlah terlintas pun belum sebab di otak kecil ku hanya isinya senyum bahagia orang lain,itu saja "
Dengan entengnya Lea menjawab dan membuat mereka heran sebab dimana semua gadis yang menjelang dewasa akan mendambakan memiliki kekasih atau pasangan yang akan menemaninya sepanjang hidupnya.
"Keinginan kamu mulia tapi ibadah seorang wanita itu ada pada suaminya setelah menikah Jenderal"
Nasehat Lukman untuk Lea tapi dengan caranya yang tidak menggurui Lea, itu yang mereka suka dari Lukman yang bijak.
"Entahlah,yai saat ini aku hanya ingin membantu orang yang membutuhkan untuk yang satu itu...ehm biarlah waktu yang akan menunjukkan kemana arahnya "
"Bukan hanya lelaki yang boleh memilih, wanita juga berhak menolak dan memilih jenderal jangan ragu untuk melangkah pastikan selalu melibatkan Robb dalam memilih "
Lea bersyukur berada diantara orang baik dalam hidupnya, walaupun kurang kasih sayang seorang ibu.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka menyudahi kegiatan siaran langsung karena waktu yang tidak memungkinkan, mereka kembali dilakukan apa yang menjadi tugasnya.